5 Tank Terbaik Kelas Berat di Seluruh Dunia, Nomor Satu TNI-AD

lensaterkini.web.id - Di medan tempur mereka dijuluki monster lapis baja. Tank kelas berat atau main battle tank seringkali jadi ujung tombak pertempuran. Meriam dan senapan mesinnya dengan mudah menghancurkan pertahanan lawan. Ketahanannya membuat kendaraan tempur ini tak mudah dihancurkan.

Setelah puluhan tahun bergantung pada tank ringan macam Scorpion atau AMX, kini TNI AD boleh berbangga mengoperasikan jenis tank kelas berat terbaik di dunia. Situs www.military-today.com menobatkan tank Leopard seri 2 sebagai salah satu tank kelas berat terbaik di dunia. Yang terbaru dari monster buatan Jerman ini adalah Leopard 2A7.

Leopard 2A7

Indonesia memiliki versi Leopard 2 RI yang merupakan upgrade dari Leopard 2A4. Perbedaannya tak banyak, terutama hanya pada daya jangkau tembakan dan akurasi yang lebih disempurnakan. Tank Leopard 2 ini dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi.

Bobotnya 62 ton, dipersenjatai dengan meriam kaliber 120 mm dan dua senapan mesin 7,6 mm. Mampu mendaki hingga kemiringan 60 derajat dan melaju hingga 72 km. Tank ini juga memiliki daya jelajah 550 Km.

Dia dilengkapi dengan paket baja komposit baru Advanced Modular Armour Protection (AMAP), yaitu paduan modern bahan nano-keramik, titanium dan baja. Komposisi Armour ini memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap berbagai ancaman termasuk serangan Anti Tank, Ranjau, RPG dan bom rakitan.

Tank Leopard 2 RI di antaranya dioperasikan Batalyon Kavaleri 8/2 Kostrad di Pasuruan dan Yonkav 1 di Cijantung, Jakarta Timur. Jerman, Kanada, Yunani, Belanda, Portugis dan Spanyol menggunakan tank Leopard 2 ini sebagai andalan kavaleri lapis baja mereka. Konflik di Timur Tengah menunjukkan si macan besi ini memang battle proven. Lalu apa yang ada di posisi nomor 4? Ini ulasannya:

K-2 Black Panther dari Korea Selatan

Posisi selanjutnya diisi oleh K-2 Black Panther produksi Korea Selatan. Bersiap siaga menghadapi ancaman serangan darat Korea Utara sepanjang waktu membuat Korsel tak main-main membangun tank andalan yang unggul dalam segala bidang. Disebut-sebut inilah tank paling mahal saat ini. Mengusung perlindungan seperti M1A2 Abrams milik Amerika Serikat, namun dengan bobot yang lebih ringan, hanya 55 ton.

Tank K2 dioperasikan 3 awak. Senjatanya meriam kaliber 120 mm, dengan dua senapan mesin. Jenis meriam yang sama dengan Leopard 2A6 atau 2A7. Bisa menghancurkan kendaraan lapis baja lain dengan mudah. Bahkan helikopter serbu yang terbang rendah semacam Apache atau Mi-6.

Daya jelajah 430 km, dengan kecepatan maksimum 70 km per jam. Tahun 2017 lalu, 100 Tank K-2 telah didistribusikan ke angkatan perang Korea Selatan. Diperkirakan Negeri Ginseng ini butuh 300 Tank K-2 untuk menggantikan K-1 yang lebih tua.

Kavaleri Korea Utara harus berfikir dua kali sebelum bertempur satu lawan satu melawan si Panther Hitam ini. Kemampuannya jauh melebihi seluruh tank Korut dan China.

Tank M1A2 SEP dari Amerika Serikat

Tank kelas berat M1A2 SEP adalah penerus kesuksesan MIA2 Abrams. Ini tank andalan Amerika Serikat untuk melibas musuh-musuhnya di seluruh dunia. AS menyempurnakan sistem perlindungan untuk M1A2 SEP, baju besinya dilapisi uranium.

Sama dengan pendahulunya, MIA2 SEP dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi.

Senjatanya mengandalkan meriam L44 120mm. Mampu menghancurkan tank lain dalam radius 4 Km. Namun disebut-sebut, senjata ini masih di bawah kemampuan Tank Leopard 2A7 atau Black Panther K-2.

Tank berbobot 62,5 ton ini mengandalkan turbin gas. Mampu digeber 67 km/jam hingga 400 kilometer. Memang bertenaga, tapi juga memerlukan perawatan yang rumit dan boros bahan bakar. Tak seperti diesel yang mudah didapat, gas butuh suplai khusus dalam setiap operasi.

AS diperkirakan sudah mengupgrade sekitar 900 unit MIA2 Abrams menjadi M1A2 SEP. Tank ini akan bertugas hingga 2050 di Kavaleri Lapis Baja AS.

Tank Challenger 2 buatan Inggris

Inggris dikenal punya reputasi baik sebagai pembuat Panser dan Tank terbaik di dunia. Begitu pula dengan Tank Kelas Berat Challenger 2. Baju besinya mengandalkan lapisan chobham terbaru yang merupakan proteksi terbaik untuk menahan gempuran musuh.

Challenger 2 dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Tank ini memiliki berat 62,5 ton. Dipersenjatai meriam kaliber 120 mm yang mampu digunakan pada jarak 5 km. Challenger memegang rekor tembakan terjauh untuk duel antar tank.

Challenger memiliki daya jelajah 450 km, dengan kecepatan maksimum 70 km/jam. Mesinnya disebut tak sekuat rivalnya, namun Challenger dikenal punya kelebihan bandel dan gampang dirawat. Saat ini Inggris menggunakan sekitar 386 Challenger 2, sementara Oman memiliki sekitar 38 unit.

Tank T-14 Armata Rusia

Kemunculan Tank Kelas Berat T-14 Armata tahun 2015 lalu jadi sorotan dunia militer. Inilah monster lapis baja terbaru produksi Rusia. Direncanakan tahun 2020 hingga 2025 produksi massalnya bisa mencukupi seluruh kebutuhan militer Rusia.

Dibanding pendahulunya Tank T-90 yang legendaris, Armata terlihat lebih besar. Perlindungannya juga jauh lebih baik. Dia menggunakan campuran bahan keramik, baja dan komposit sehingga sangat kuat. Kru tank terdiri dari tiga orang. Posisinya terlindung di lambung tank. Jika peluru musuh menembus bagian depan ranpur itu, awak tank tetap aman. 

Meriam 125 mm miliknya mengancam tank lain di medan tempur. Bahkan sekelas Leopard, Challenger atau M1A2. Armata juga mampu bermanuver lincah dengan mesin diesel berkekuatan 1.200 tenaga kuda. Kemunculan tank ini membuat AS, Inggris, Jerman dan sejumlah negara lain berlomba-lomba mengupgrade ranpur mereka.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
loading...