4 Fakta Dibalik Bangkai Pesawat Merpati Yang Baru Ditemukan Selama 27 Tahun Silam

lensaterkini.web.id - Rasa-rasanya, Indonesia benar-benar cocok dijadikan tempat pencarian harta karun. Selain memang banyak negara yang bertandang ke tanah air ratusan tahun lalu dan meninggalkan jejak mereka, benda-benda aneh bin ajaib juga kadang muncul tanpa dicari. Seperti halnya, sebuah bangkai pesawat yang ditemukan oleh warga Desa Mongolio, Gorontalo.

Awalnya, mereka hanya ingin mencari burung walet di kawasan hutan perbatasan antara Atinggola dan Bolaang Mongondow, namun pencariannya terhenti ketika melihat sebuah bongkahan berwarna putih dengan dihiasi tulisan Merpati. Sontak, para warga pun bergegas ke sana dan mulai mengabadikan penemuan tersebut. Dalam ulasan berikut, Boombastis.com akan menyingkap 4 fakta mengenai bangkai pesawat yang baru ditemukan itu.

Jatuh di hutan perbatasan Atinggola dan Bolaang Mongondow 27 tahun yang lalu

Pesawat dari maskapai tanah air, Merpati Nusantara Airlines jenis Casa 212 tipe 200, dengan nomor penerbangan MZ 7970, jatuh pada 30 Januari 1991, seperti yang diwartakan jawapos.com. Dalam ilmu penerbangan, pendaratan darurat bisa dilakukan ketika cuaca buruk, adanya kerusakan mesin pesawat, serta ketika penumpang sedang dalam keadaan darurat, semisal sakit keras atau mau melahirkan.

Pesawat yang memuat 18 orang tersebut melakukan pendaratan darurat dikarenakan cuaca buruk, yaitu kabut tebal. Seorang penumpang sekaligus saksi yang bernama Erwin Giasi menyatakan bahwa pesawat yang ditumpanginya melakukan pendaratan darurat 15 menit sebelum mendarat di Bandara Gorontalo. “Padahal kata pilot kami segera mendarat, tapi tiba-tiba kami celaka,” imbuhnya.

Tak ada yang terluka atas insiden ini, semua penumpang dan awak kabin selamat

Mungkin saja keajaiban sedang menyelimuti para penumpang di pesawat milik maskapai tanah air ini. Pasalnya, meski mendarat di atas pohon 18 penumpang yang tercatat sebagai penumpang dan beberapa awak kabin lainnya dinyatakan selamat. Banyak warga Gorontalo yang tak tau menahu soal kecelakaan pesawat di wilayah mereka.

Hal tersebut dikarenakan tidak ada korban jiwa, tak ada pula kerugian yang dipermasalahkan, sehingga kasus mengenai kecelakaan pesawat ini sudah ditutup. Meski selamat dari bencana, Erwin menyatakan bahwa Tim SAR baru bisa menyelamatkan mereka dari wilayah pengungsian 6 hari setelah kecelakaan tersebut. Sehingga ada satu penumpang yang meninggal karena asma akibat terlalu lama berada di tempat terpencil dan memang usianya sudah tua, yaitu 70 tahun.

Medan yang berat membuat bangkai pesawat ditelantarkan begitu saja

Mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya, bagaimana bisa bangkai yang sudah berusia 27 tahun ini masih tetap utuh di sana? Hal tersebut dikarenakan medan yang berat, jauh di dalam hutan, membuat bangkai pesawat dari Merpati Nusantara Airlines mustahil untuk diangkat. Setelah kasus ditutup pun tidak ada upaya untuk memindahkan bangkai pesawat tersebut.

Alhasil, beberapa warga yang melintasi hutan tersebut selalu terkejut dengan keberadaan bangkai pesawat ini. Sebenarnya, beberapa tahun lalu, bangkai ini pun sudah pernah ditemukan oleh segerombolan warga Gorontalo dan menghebohkan publik pula. Meski sudah diselimuti lumut, bangkai tersebut masih tetap berdiri kokoh dengan ukiran nama Merpati di sisinya.

Menjadi latar belakang ajang selfie bagi warga Gorontalo

Semenjak warga sekitar hutan perbatasan Atinggola dan Bolaang Mongondow dihebohkan dengan penemuan bangkai pesawat milik Merpati Nusantara Airlines ini, sebagian besar dari mereka pun penasaran dengan hal tersebut. Alhasil, banyak warga yang menuju tempat alias saksi bisu jatuhnya pesawat 27 tahun silam itu.

Beberapa di antaranya mengangkat bongkahan-bongkahan pesawat yang sudah terpisah dari badannya, sebagian lagi hanya berpose menunjukkan keagungan burung raksasa buatan anak bangsa itu sendiri. Melihat mereka begitu bahagia menemukan bangkai pesawat tersebut, penulis jadi teringat bahwa Merpati Nusantara Airlines pernah berjaya pada masanya.

Itulah empat fakta seputar bangkai pesawat yang jatuh 27 tahun lalu, tapi ditemukan lagi sekarang. Meski maskapai Merpati Nusantara Airlines sudah tak beroperasi lagi dan menyebabkan banyak karyawannya di-PHK, rupanya banyak masyarakat yang masih mengenal dan antusias dengan burung raksasa milik Indonesia itu.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
loading...