5 Penemuan Besar Ilmuwan Muslim Yang Sangat Berguna Bagi Manusia Hingga Kiamat

lensaterkini.web.id - Di peradaban modern seperti saat ini, banyak penemuan-penemuan canggih yang mampu merubah wajah dunia hingga berubah begitu cepatnya. Tak banyak yang tahu bahwa akar dari teknologi canggih tersebut, telah ditemukan oleh ilmuwan muslim berabad-abad yang lalu. Bahkan, dari temuan tersebut, akhirnya bisa menghasilkan sebuah teknologi yang bahkan masih digunakan hingga saat ini.

Sayangnya, banyak dari masyarakat didunia ini hanya mengetahui penemuan modern tersebut ditemukan oleh orang-orang Eropa, tanpa melihat akar yang bersumber dari teknologi tersebut. Tak banyak yang tahu, justru para ilmuwan muslim-lah yang berjasa dibalik serangakaian penemuan tersebut. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak penemuan imuwan muslim dibawah berikut ini.

Gaya hidup higienis dengan sabun

Sejak abad ke-7, umat islam telah mengembangkan sebuah gaya hidup higienis berupa penggunaan sabun yang saat itu belum terpikirkan oleh peradaban lainnya. Dalam sebuah buku yang berjudul Technology transfer In Chemical Industries, Ahmad Y Al-Hassan mengemukakan,  Kota-kota besar seperti Nablus di Palestina serta Basrah dan Kufah di Irak, merupakan sentra penghasil sabun terbesar pada masa itu.

Salah seorang sarjana muslim yang dikenal sebagai pencipta komposisi dan formula sabun adalah Ar-Razi yang berasal dari Persia. Tidak hanya itu, seorang ilmuwan yang bernama Abu Al-Qasim Al-Zahrawi atau dikenal sebagai Abulcasis, bahkan telah menulis kitab Al-Tasreef yang memaparkan tata cara membuat ramuan untuk sabun.

Wewangian parfum sebagai kosmetik

Tak hanya sabun, para intelektual muslim tersebut juga telah mengembangkan sebuah formula khusus sebagai cikal bakal parfum dan wewangian.  Penemuan tersebut dikembangkan oleh dua orang ahli kimia yang terkenal pada masa itu, yakni Jabir Ibnu Hayyan (721-815 M) serta Al-Kindi (805-873 M), dalam bukunya yang berjudul  Kitanb kImiya al- ‘ltr.

Sebelumnya, Jabir Ibnu Hayyan dikenal karena menciptakan beragam teknik khusus untuk membuat parfum. Seperti penyulingan (distilasi),penguapan (evaporation), dan penyaringan (filtrasi). Oleh Al-Kindi, teknik teknik tersebut kemudian disempurnakan kembali. Hingga akhirnya, Ilmiwan Muslim asal Kufah, Irak , itu sukses menemukan 107 metode dan formulasi untuk membuat pafum dan alat-alat penunjangnya.

Pemberian Ijazah di Sekolah dan Universitas

Institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas, ternyata berasal dari masjid yang digunakan sebagai tempat untuk menuntut ilmu dan pendidikan lainnya. Sering perkembangan agama Islam yang semakin meluas dibangunlah madrasah sebagai institusi formal yang bisa digunakan belajar untuk murid-murid tersebut. Tercatat, pada tahun 859, dibangunlah sebuah universitas formal pertama di dunia yang bernama al-Qarawiyin, di kota Fez, Maroko.

Institusi pendidikan tersebut dibangun oleh seoranng saudagar kaya yang bernama Fatima al-Fihri. Menurut UNESCO, selain menjadi universitas tertua dunia, lembaga pendidikan ini juga menjadi institusi resmi yang memberikan ijazah sebagai tanda kelulusan pada murid-muridnya. Tradisi yang berasal dari umat muslim ini pun mulai di aplikasikan pada Universitas di Bologna, Italia dan Oxford di Inggris yang dibangun pada abad 11 dan 12.

Sejarah komputer yang berasal algoritma

Tanpa jasa Ilmuwan muslim yang termasyhur ini, mungkin keberadaan komputer hanya sebatas angan belaka. Hidup pada tahun 780-850 di Persia dan Iraq, Muhammad Bin Musa al-Khawarizmi mengembangkan sebuah ilmu hitung yang bernama Al Jabar. Metode tersebut tertulis dalam bukunya yang fenomenal, Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala atau buku ringkas perhitungan Aljabar dan keseimbangan.

Makna Aljabar yang dalam bahasa Arab disebut al-jabr, mempunyai arti penyelesaian. Gerald de Cramona akhirnya menerjemahkan isi buku tersebut kedalam bahasa latin. Di daratan Eropa, dirinya al-Khawarizmi dikenal sebagai Algoritmi. Namanya pun sangat lekat dengan keberadaan teknologi seperti komputer saat ini. Terbukti, buah dari karyanya tersebut telah menjadi sebuah wujud nyata sebuah teknologi canggih yang mampu merubah wajah peradaban di sepanjang zaman.

Ibnu al-Haytham penemu kamera foto

Sejarah mencatat, bahwa seorang Ilmuwan Muslim yang bernama Ibnu al-Haytham, merupakan orang pertama yang membuat konsep sebuah alat penangkap gambar. Konsep ini ditemukan oleh dirinya saat menjadi tahanan rumah oeh dinasti Syah Fatimiyyah yang berkuasa pada masa itu. Dirinya fokus meneliti cara kerja cahaya untuk menangkap sebuah gambar.

Ia juga melakukan sebuah penelitian, bahwasannya kertika lubang kecil ditempatkan pada bagian kotak yang kedap cahaya, maka cahaya tersebut akan terproyeksi ke dalam kotak melalui lubang tersebut. Dirinya menemukan fakta, semakin kecil lubang tersebut, maka kulaitas gambar yang dihasilkan bisa lebih tajam. Atas perocbaan inilah yang mendorong dirinya untuk menciptakan kamera pertama yang mampu menangkap gambar secara tajam dan akurat.

Dengan adanya sederet penemuan diatas, hal tersebut bisa membuka mata dan telinga kita, tentang asal-usul benda-benda modern seperti saat ini. Para Saintis Muslim tersebut berhasil mengolah pemikiran dan ilmu mereka, menjadi sesuatu yang bermanfaat. Tak hanya men-sejahterakan peradaban umat manusia, mereka juga meninggalkan warisan yang bernilai bagi masa depan umat Islam dan dunia yaitu ilmu pengetahuan.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
loading...