Mendarah Daging, 5 Alasan Kenapa Bergosip Sudah Jadi Kebiasaan Orang

lensaterkini.web.id - Gosip memang salah satu komoditi yang laku sekali di kalangan banyak orang, baik wanita maupun pria. Gosip yang seringkali dibilang sebagai fakta yang tertunda, bagaimana pun merupakan sesuatu yang belum diketahui dan ditemukan kebenarannya. Walaupun gosip memang benar kejadian, bukan berarti kita bebas lho untuk mempergunjingkan orang lain. Apalagi kalau gosip tersebut salah, selama ini berarti kita ikutan-ikutan menyebarkan kebohongan atas diri orang lain.

Gak bisa dipungkiri lagi, gosip tidak akan pernah jauh dari yang namanya aktivitas sehari-hari. Di sekolah, tempat kerja, lingkungan rumah, sedikit banyaknya akan selalu ada gosip yang beredar. Sadar atau gak sadar, bagi yang menyukai kegiatan bergosip ria, mereka akan selalu ikutan nimbrung untuk sekedar menjadi pendengar atau ikut menimpalinya dengan berbagai komentar.

Sama dengan aktivitas lainnya, kegiatan bergosip pun dilandasi oleh berbagai alasan. Mulai yang dari sekedar memenuhi rasa ingin tahu, sampai dengan rasa bangga ketika ditanyai banyak orang dan menjadi biang dari segala gosip yang ada. Nah, untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah ragam alasan yang menjadi penyebab kenapa gosip banyak sekali memikat perbincangan banyak orang.

1. Rasa kepo yang terlalu besar, sampai-sampai ingin mengetahui setiap detail masalah orang lain

Ada nih tipe orang kayak gini, gak pernah puas kalau belum tahu seluk-beluk dari setiap kejadian yang terjadi. Yang ada di dalam fikiran orang seperti ini adalah format 5W + 1H; what, who, where, why, when, dan how. Sampai mereka menemukan jawaban bagi pertanyaan mereka tersebut, mereka akan terus mencari tahu lebih banyak lagi info seputar gosip yang mereka terima.

2. Rasa bangga ketika menjadi sumber dari segala gosip yang ada

Menjadi pusat perhatian orang, menjadi orang yang paling dicari-cari karena memegang rahasia serta info yang sanggup membuat orang lain mati penasaran, itulah hal-hal yang menimbulkan rasa bangga di hati seorang bigos alias biang gosip. Kemana dia pergi, setiap orang selalu saja bertanya tentang si A, si B, atau si C pada dirinya. Secara tak sadar, hal itu menjadi suatu kebahagiaan yang hakiki versi dirinya.

3. Bergosip dianggap menjadi tempat pelarian dari masalah pribadi yang sedang dihadapi

Sadar gak sih kalau orang-orang yang sering bergosip itu sebenarnya punya beban dan masalahnya tersendiri? Jadi, menggosip menjadi sebuah aktivitas pelarian, dari kepelikan hal yang sedang mereka hadapi. Dengan menggosipkan orang, mereka mungkin merasa sedikit lebih plong, walaupun ujung-ujungnya pas kembali ke kesendirian, masalah yang dimiliki kembali muncul menghampiri.

BACA JUGA : 5 Gosip Tak Sedap Yang Menghujani Umi Pipik Setelah Kepergian Suaminya

Makanya, gosip itu bisa jadi cuma kehisteriaan sesaat. Jangan pernah pakai alasan ini sebagai pembenaran bagi kamu untuk seenaknya menggosipkan orang lain.

4. Merasa bahagia saat merasa lebih dibandingkan rival yang sedang kamu gosipkan

Salah satu alasan yang paling hits, merasa menang saat melihat rival atau lawan berada di posisi yang sama sekali gak sebanding dengan kesempurnaan kamu. Rival di sini bisa dalam banyak artian, misalnya aja pacar barunya mantan, musuh bebuyutan dari zaman sekolahan, lawan dalam hal asmara, dan lain-lainnya.

Saat menerima info dari jejaring pergosipanmu dan mengetahui kalau sainganmu gak ada apa-apanya dibanding kamu, tentu saja rasa bahagia melingkupi setiap jiwa dan ragamu. Rasa inilah yang membuat kamu semakin menjadi penggemar akut dari kegiatan pergosipan.

5. Gak ada gosip, gak rame

Alasan klasik yang sering dijadikan tameng untuk bergosip, kalau gak ada gosip acara gak bakalan rame. Situasi canggung dan gak tau apa yang mau dibicarakan memang terkadang sulit untuk dihindari saat berkumpul dengan teman ataupun rekan, nah bagi beberapa orang, gosip adalah solusinya.

Biasanya sih, para aktivis dunia pergosipan lansung merasa tertarik untuk bergabung dan terlibat dalam percakapan yang mana kalimat-kalimatnya sering dimulai dengan 'katanya ya, si anu......' atau 'kalo gak salah sih, si anu .........'. Sebenarnya daripada memilih gosip untuk meramaikan suasana, lebih baik mengambil topik lain untuk dibicarakan daripada membicarakan keburukan orang yang belum tentu benar adanya.

Menggosipkan orang lain mungkin terdengar enteng, namun secara tak sadar kita sebenarnya ikut-ikutan menyakiti perasaan orang. Seperti menggelindingkan bola salju, gosip yang beredar lama-lama semakin besar dan kita sama sekali tidak tahu status dari gosip tersebut, benar atau tidak.

Lebih baik lagi kan, kalau kita mengisi hari kita dengan kegiatan yang bermanfaat, setidaknya untuk diri kita sendiri, daripada sekedar nongkrong gak jelas lalu membicarakan keburukan orang.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
loading...