Waspada, 4 Modus Penipuan Pencarian Harta Karun Yang Lagi Marak di Indonesia

lensaterkini.web.id - Modus penipuan memang sudah marak terjadi di Indonesia. Kasus yang mungkin sudah familiar di telinga kita adalah modus ‘mama minta pulsa’ serta ‘pemenang undian bank.’ Namun, beberapa waktu ini terjadi sebuah modus penipuan baru.

Berkedok pencarian harta karun, pada awalnya hal tersebut memang tak tampak seperti penipuan, tapi lebih ke sebuah petualangan yang diramu dengan hal-hal mistis. Melihat gaya macam itu, pastilah banyak orang Indonesia yang percaya. Buktinya, kasus serupa terus berulang, apalagi ada yang sampai mencabut nyawa korban.

Harta Karun Bung Karno yang Makan Korban Jiwa

Untuk modus penipuan mama minta pulsa, sebagian besar warga Indonesia sudah bersikap pintar dalam mengatasinya. Belum pernah ada modus tersebut yang memakan korban jiwa. Namun, berbeda dengan modus pencarian harta karun ini. Beberapa hari lalu, di Jember, Jawa Timur, 3 orang ditemukan tewas, karena mencoba menggali sebuah lubang yang dipercaya menyimpan harta karun Bung Karno.

Mereka pun diharuskan membayar sebesar Rp. 25 juta kepada si penipu agar penggalian tersebut lancar. Alhasil, setelah berhasil menggali lubang tersebut, mereka bukannya menjemput harta karun Bung Karno, namun malah dijemput ajal. Kehabisan oksigen dan keracunan udara dari pipa pabrik lah yang menjadi penyebabnya.

Dukun Abal-abal, Mengaku Bisa Tarik Harta Karun dari Dasar Bumi

Sepertinya pemikiran orang Indonesia masih tak bisa jauh-jauh dari hal berbau mistis. Meski masih dipercaya banyak harta karun yang terkubur di bumi, tapi jika ditangani oleh seseorang yang tak memiliki latar belakang arkeologi dan semacamnya, hal tersebut pun juga tak akan ditemukan, bukan begitu?

BACA JUGA : 6 Modus Penipuan Yang Meresahkan Masyarakat Dunia

Di Yogyakarta, ada seorang dukun berinisial SP yang mengaku bisa menarik harta karun dari dasar bumi. Kepada para korban, ia bahkan mempraktekan ritualnya serta harta karun berupa emas yang berhasil diambil. Namun, setelah korban membayar hingga Rp. 162 juta, SP menghilang dan terbukti bahwa emas yang dibawanya merupakan barang palsu.

Incar Warga Keturunan Tionghoa, Iming-imingi Harta Karun Purbakala China

Kasus harta karun yang ketiga terjadi di Surabaya tahun 2015 silam. Dilansir dari suarasurabaya.net, pelaku penipuan ini bukanlah orang asli Indonesia seperti kedua tersangka di atas, tapi warga China asli.

Mereka sengaja datang ke Indonesia untuk mencari warga keturunan Tionghoa yang berusia di atas 50 tahun dan menceritakan sebuah harta karun purbakala China yang telah mereka temukan. Lantas korban akan tertarik dan ingin memiliki benda leluhurnya tersebut. Setelah membayar Rp. 10 hingga 350 juta, tersangka Zhong Yuhua dan Zheng Yan Seng pun kabur dengan memberikan harta karun berupa emas palsu.

Penemuan Surat Wasiat China yang Tak Sengaja

Sama seperti yang terjadi di Surabaya, kasus di Bandung ini juga melibatkan dua Warga Negara China, Xiau Tung dan Xiau Fung. Dilansir dari detik.com, mereka mengaku pada korban sedang bekerja dalam proyek galian di Sumedang, tapi tiba-tiba menemukan harta karun yang tak terduga. Hal tersebut merupakan sebuah surat wasiat dan lempengan emas.

Berkedok tak ingin ada yang mengetahui, dua penipu ini lantas menitipkan harta karun tersebut pada sang korban. Mereka berjanji akan segera mengambilnya setelah pekerjaan di Sumedang selesai. Namun, dua penipu ini meminta korban untuk membayar uang senilai dengan harta karun tersebut. Setelah membayar, seperti yang diperkirakan, penipu ulung ini pun kabur tanpa kabar.

Sungguh sulit mengatasi penipuan macam ini, mengingat sebagian besar orang Indonesia masih percaya dengan hal-hal yang berbau mistis. Bukan mempersoalkan tradisi yang dipegang teguh, tapi kurangnya warga tanah air yang berpikiran terbuka. Jika jalan pikiran kita masih begini-begini saja, dapat dipastikan sepuluh atau dua puluh tahun lagi, akan ada kasus penipuan seperti ini yang terulang.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
loading...