7 Serangan Hacker Paling Besar Yang Hebohkan Dunia

lensaterkini.web.id - Karena internet sudah di pakai dimana-mana, sejak itu bidang jenius teknologi komputer atau internet mulai banyak bermunculan. Ada beberapa dari mereka yang berada di sisi positif ada dari mereka berada di sisi gelap sebagai hacker (Cracker). Inilah serangan hacker terbesar yang pernah ada di dunia:


Serangan hacker untuk mendukung “Occupy Central” di Hongkong

Sasaran serangan hacker ini adalah situs Apple Daily dan PopVote, di mana kedua organisasi ini adalah pendukung utama Pendudukan Demokrasi pro-demokrasi. Akibat serangan hacker ini hampir kedua situs tersebut tidak berfungsi sama sekali karena serangan DDo tingkat tinggi.

Serangan Hacker Peretasan Sony 2014

Target: Sony Pictures Entertainment (termasuk karyawannya).
Kekurangan: Belum ada perhitungan finansial.
Dampak lainnya: Data karyawan, termasuk gaji dan e-mail mereka, serta film-film Sony, telah didapat oleh para hacker.
Pelaku: Sebuah kelompok bernama Guardian of Peace (intelijen AS menuduhnya melakukan Korea Utara, namun Korea Utara menolaknya).

Dalam aksi ini, tuntutan para hacker dengan tegas, yakni pembatalan The Wawancara yang dibatalkan, sebuah film yang pada intinya berisi sebidang pembunuhan terhadap pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Hal itu juga yang mendorong kecurigaan AS terhadap Korea Utara.


Serangan Hacker terbesar ke 3 adalah Peretasan Target

Target: Targetkan perusahaan ritel.
Kerugian: US $ 148 juta ditambah penurunan laba 46 persen (total kerugian Sasaran), dan kerugian US $ 200 juta lembaga keuangan.
Dampak lain: 1-3 juta kartu kredit yang dicuri oleh hacker, senilai US $ 53,7 juta.
Pelaku: Belum diketahui

Ini adalah salah satu yang terbesar, salah satu yang terbesar dalam serangkaian hacking bernilai besar di tahun 2014. Sebelum Target, ada juga Home Depot dan beberapa perusahaan ritel lainnya diserang. Dalam kasus Target, sekitar 110 juta akun disebut hacked, berisi nama, alamat, nomor telepon, e-mail, sampai data kartu kredit pelanggan. Setelah kejadian tersebut, Target mencoba meng-upgrade teknologi mereka seharga US $ 61 juta, meski sudah terlambat.

Peretasan Sony Tahun 2011

Sasaran: Jaringan Sony Playstation / Sony Online Entertainment.
Kekurangan: Data yang dicuri dari 77 juta orang (termasuk kartu kredit), ditambah 24,6 juta pengguna di hack kedua.
Dampak lain: Sony harus membangun kembali kepercayaan pelanggannya karena kasus ini.
Perpetrator: Anonymous (diduga Sony, tapi Anonymous menyangkalnya).

Pada tiga hari sepanjang 17-19 April 2011, sistem online Sony berhasil ditembus oleh para hacker. Data pribadi dari sebanyak 77 juta orang berhasil diretas. Tidak cukup di sana, selang beberapa hari kemudian, data sekitar 24,6 juta pengguna di Sony Online Entertainment diretas lagi. Serangan akibt, Sony harus mematikan total sistem daringnya agar bisa memperbaiki, sembari mencoba meraih kepercayaan pelanggan lagi.


Peretasan Heartland Payment Systems

Target: Sistem Pembayaran Jantung.
Kekurangan: Dicuri dan memakai 130 juta data kartu kredit (tidak ada perhitungan keuangan).
Dampak lain: -
Pelaku: Albert Gonzalez dan dua orang Rusia.

Pada saat itu tepatnya 2008, Sistem Pembayaran Heartland adalah salah satu perusahaan pembayaran debit dan kartu debit terbesar di dunia. Uniknya, Albert Gonzalez pelaku juga merupakan hacker TJX beberapa tahun sebelumnya, kali ini melakukannya sebelum ditangkap pada Mei 2008. Dua rekan Rusia sampai sekarang identitasnya tidak diketahui.

Seorang Remaja “Menguliti” NASA dan Dephan AS

Sasaran: NASA dan Departemen Pertahanan AS.
Kerugian: Sejumlah besar data dan perangkat lunak dari NASA dan Departemen Pertahanan AS (tidak ada perhitungan keuangan).
Dampak lain: -
Aktor: Jonathan James.

Ini adalah hack yang mengherankan oleh seorang remaja berusia 15 tahun, bernama Jonathan James, pada tahun 1999. Hacking 13 komputer NASA di Marshall Flight Center, dia kemudian memasuki Defense Threat Reduction Agency dari Departemen Pertahanan AS dan berhasil mencuri Puluhan password dan 3.300 pesan rahasia.


Serangan “MafiaBoy” Lumpuhkan Internet

Target: Sejumlah besar situs universitas dan situs besar lainnya.
Kekurangan: Belum ada perhitungan finansial.
Dampak lainnya: Non-fungsi situs besar dengan ratusan juta pengguna.
Pelaku: Michael Calce alias MafiaBoy.

Yang membuat hacking di era awal internet terutama yang menjadi sorotan adalah sosok Calce yang saat itu baru berumur 15 tahun. Korban bukan hanya kampus besar, tapi juga situs hebat seperti Amazon, CNN, Dell, E * Trade, eBay dan Yahoo! sama sekali tidak dibuat.
Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
loading...
Back To Top
Silahkan lanjut baca
Agen Bola