7 Penghuni Lautan Yang Seperti Reinkarnasi Alien

Lautan dalam adalah daerah yang sulit kita pahami. Tak seperti lautan yang biasa kita bayangkan, di mana sudah sering kita jelajahi dan lihat di berbagai media, laut dalam jauh lebih misterius.

Lautan dalam yang sangat minim sinar matahari, punya penghuni-penghuni yang berbentuk aneh. Saking anehnya, lautan dalam ini seakan seperti planet yang dipenuhi alien bawah laut. Belum lagi banyak sekali binatang bawah laut dengan bentuk aneh, yang mereka bahkan tak tinggal di laut dalam. Jadi sungguh sah jika kita mengatakan bahwa laut dipenuhi makhluk 'reinkarnasi alien.'

Ubur-ubur Atolla

lensaterkini.web.id - Ubur-ubur Atolla adalah spesies yang cukup umum ada di lautan, bahkan mereka bisa ditemukan di tiap lautan di dunia. Meski demikian, Anda tak serta-merta bisa mendapatkannya di pantai karena mereka hidup di 700 meter di bawah permukaan laut.

Seperti banyak sekali makhluk laut dalam, tubuh mereka bisa menyala atau istilah ilmiahnya adalah bioluminescent. Dalam hal ini, Atolla menggunakannya untuk lari dari predator.

Bentuknya yang unik membuat jika ia ditangkap oleh predator,predator tersebut akan menikmati pertunjukan cahaya dari Atolla serta bisa menarik ikan yang lebih besar lagi. Hal ini membuatnya bisa kabur.

Untuk makan, ia mempunyai satu tentakel yang panjang untuk menangkap mangsa. Tentakel ini digunakan untuk memancing mangsa layaknya kita memancing ikan.

Ikan es antartika

Hewan yang hidup di kondisi ekstrem atau Extremophiles, adalah hewan yang luar biasa sekaligus tak lazim. Seperti salah satunya adalah Ikan Es Antartika yang hidup di perairan dalam Kutub Selatan. Dengan temperatur di bawah 0 derajat Celcius dan kedalaman 1 kilometer, ikan ini bisa tetap hidup.

Bentuknya benar-benar aneh, ikan ini sama sekali tak berwarna dan bahkan darahnya pun transparan. Darah dari ikan ini tidak mengandung hemoglobin.

Dengan karakteristik demikian, Ikan Es Antartika adalah satu-satunya vertebrata di dunia yang berkembang mempunyai bentuk seunik ini. Para ilmuwan pun sedang meneliti tentang mengapa ikan ini bahkan bisa bertahan dan berevolusi hingga berbentuk demikian.

Udang Emperor

lensaterkini.web.id - Hewan kecil dan berwarna-warni seperti ini nampak seperti fauna dari drama fantasi. Namun tidak. Ini adalah seekor udang yang diberi nama Udang Emperor dan sudah jadi bahan penelitian para ilmuwan sejak 1967 silam.

Secara eksklusif, sang Emperor tinggal di atas punggung dari seekor siput laut dengan spesies Hexabranchus marginatus atau nudibranch. Dari berbagai penelitian, si siput dan udang ini tak jadi incaran predator karena siput ini mampu menyerap racun dari makanannya sendiri dan membuat dirinya beracun jika dimangsa.

Mengapa udang emperor memiliki warna yang sangat mencolok sungguh membingungkan para ilmuwan. Penjelasan paling masuk akal dari hal tersebut adalah hanya karena ia tidak perlu kamuflase. Jadi dia bisa tampil setiap saat tanpa takut dimakan.

Siput naga biru

Siput naga biru adalah binatang yang sangat unik dari bentuk maupun warna. Binatang ini layaknya memiliki enam buah sirip di kanan kirinya yang mengembang sempurna. Belum lagi warnanya yang berwarna seperti biru neon.

Binatang yang relatif kecil ini punya keberanian yang tinggi, karena tanpa segan ia mau memangsa binatang yang lebih besar seperti Man o War yang punya ukuran lebih besar dari ubur-ubur dan juga punya tentakel beracun.

Hal yang paling disukai oleh naga biru ini adalah menelan gelembung dan mengapung tepat di bawah permukaan laut. Hal ini membuatnya seperti laba-laba dari dunia fantasi yang merangkak di bawah cermin air.

Gorgonian Wrapper

lensaterkini.web.id - Perairan Indo-Pacific adalah perairan paling beragam kehidupan lautnya. Jadi tak mengherankan jika di daerah tersebut banyak sekali binatang-laut dengan rupa bak alien di film fiksi ilmiah. Salah satunya adalah Gorgonian Wrapper.

Sebenarnya Gorgonian Wrapper adalah anemon laut, hanya saja bentuknya menakutkan dengan banyak sekali tentakel ada di tubuhnya. Jadi sebenarnya selain menakutkan, dia adalah predator. Dia akan dengan mudah dianggap tidak berbahaya untuk melewati 'rimbunnya' tentakel, namun tentakelnya yang bisa mengeluarkan racun akan segera membuat ikan tak bisa berbuat apa-apa.

Bahkan, racun yang disemburkan oleh tentakel dari Gorgonian Wrapper ini adalah reaksi tercepat yang ada di dunia binatang. Tidak sampai 700 nanodetik sel racun bisa tersembur. Satu nanodetik adalah 1 per satu milyar detik.

Giant Siphonophore

Secara visual, bentuk dari Giant Siphonophore ini memang aneh, namun tak seaneh binatang lain yang ada di daftar ini. Namun Anda harus melihatnya secara langsung dan melihat ukuran aslinya. Giant Siphonophore bisa mencapai panjang hingga 40 meter, di mana angka tersebut sama seperti tinggi gedung 13 lantai. Ia bahkan lebih panjang dari Paus Biru, yang merupakan vertebrata terpanjang di dunia.

Namun sebenarnya jika diamati, Giant Siphonophore sangat cocok untuk jadi karakter aneh di film fantasi dengan karakter alien. Bagaimana tidak, sebenarnya Giant Siphonophore bukanlah organisme tunggal, namun merupakan koloni dari jutaan makhluk bernama zooids. Zooids ini bekerja berkelompok dan memiliki tugas masing-masing, layaknya sel membentuk jaringan dan organ. Ada yang bertugas makan, mencerna, bahkan membuat sistem pertahanan. Tentu jika diperbesar dan melihat aslinya, hal ini tak tampak seperti ada di dunia nyata.

Ilmuwan sudah berusaha meneliti makhluk ini, namun gagal. Masalahnya dia hidup di laut dalam dengan tekanan air yang luar biasa. Ketika dibawa ke permukaan, tubuhnya pecah seperti gelembung yang meletus karena minimnya tekanan.

Cacing Bobbit

lensaterkini.web.id - Cacing laut yang namanya diambil dari nama pembunuh di era awal 90an ini, punya bentuk yang cukup seram. Mungkin seram yang dimaksud bukan karena menakutkan, namun lebih karena bentuknya yang terlalu aneh. Belum lagi, dia bisa tumbuh hingga berukuran 3 meter dan muncul di permukaan laut.

Uniknya adalah specimen ini susah dicari di lautan, namun karena ia tinggal di bebatuan, seringkali bebatuan akuarium secara tak sengaja membantunya berkembang biak di akuarium raksasa. Seperti tahun 2009 di Blue Reef Aquarium di Inggris, para pekerja akuarium kebingungan ke mana semua ikan-ikannya pergi karena ternyata lenyap dimakan oleh Bobbit.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
Silahkan lanjut baca
Agen Bola