7 Fenomena Yang Akan Terjadi Jika Bumi Datar

Dipungkiri atau tidak, belakangan sangat ramai orang-orang yang memperbincangkan bentuk Bumi. Terlebih mereka yang menganut dan percaya bahwa Bumi berbentuk datar. Teori konspirasi ini merasuk ke banyak orang yang 'kurang berwawasan,' lalu meracuni banyak pikiran orang lain untuk ikut percaya bahwa Bumi datar.

Padahal, di samping benar atau salahnya teori tersebut, banyak hal yang dengan mudah bisa membuat orang percaya bahwa Bumi itu berbentuk bulat. Hal ini dikarenakan fenomena sehari-hari yang kita temui adalah andil dari bentuk Bumi yang bulat. Dengan mudah, mari kita lihat fenomena apa saja yang bisa kita pakai untuk pembuktian mudah bahwa Bumi itu berbentuk bulat. Berikut penjelasannya.

1. Kapal laut di garis horison

lensaterkini.web.id - Jika Anda berada di pelabuhan atau pantai, dan Anda melihat ke arah garis horison, akan ada sebuah fenomena yang menarik. Kapal laut yang datang mendekati pelabuhan tidak tiba-tiba muncul dari horison. Kapal justru seperti muncul dari bawah laut.

Tentu hal ini adalah hal yang jelas membuktikan kalau Bumi berbentuk bulat. Jika Bumi datar, kapal yang kita lihat mendekat ke pelabuhan akan datang dari kecil ke dekat, bukan muncul tiba-tiba dari garis horison layaknya muncul dari dasar laut.

Hal ini bisa dianalogikan dengan seekor semut yang berjalan di buah jeruk. Jika kita melihat semut berjalan ke atas dari balik buah jeruk, bagian yang Anda lihat pertama kalia dalah kepala, lalu perlahan badan dan akhirnya seluruh tubuh semut terlihat.

Yang lebih unik lagi adalah sebuah foto viral di dunia, namun merupakan fenomena yang bisa Anda rasakan sendiri jika Anda melancong ke Michigan. Jadi jika Anda ke Michigan, Anda bisa melihat gedung-gedung tinggi bahkan juga pegunungan Rocky dari seberang Danau Michigan. Uniknya, yang terlihat hanya ujungnya saja, bagian dasarnya tak terlihat.

Bahkan Anda bisa santai-santai melihat matahari tenggelam sambil rebahan, lalu bisa mengulanginya lagi hanya dengan berdiri lho. Coba saja.

2. Bayangan

Jika kita menancapkan sebuah batang atau tongkat di tanah, tongkat tersebut akan menghasilkan bayangan. Bayangan selalu bergerak tiap waktu berlalu. Jika Bumi ternyata datar, tentu dua batang atau tongkat di tempat yang berbeda akan menghasilkan bayangan dengan ukuran yang sama.

Namun hal ini tidak terjadi, benda yang berada di tempat berbeda, akan menghasilkan bayangan yang berbeda pula ukurannya. Bahkan bisa jadi tidak menghasilkan bayangan, karena matahari tepat satu garis di atas benda tersebut.

Hal ini telah dibuktikan bahkan di lebih dari 2000 tahun lalu, oleh astronom Yunani bernama Eratosthenes. Sang astronom kuno mencoba mengukur lingkar Bumi dengan mengukur derajat kemiringan bayangan.

Eratosthenes berada di Alexandria dan dia melihat pada jam 12.00 siang hari, sebuah tongkat yang ditancapkannya menghasilkan bayangan. Namun dia juga mengetahui fenomena bahwa di kota Syene, setahun sekali di titik balik musim panas siang hari pukul 12.00, tidak ada bayangan sama sekali karena matahari berada tepat di atasnya.

Hal ini memperlihatkan bahwa Bumi itu Bulat, karena jika bumi datar, bayangan yang dihasilkan akan selalu sama di manapun. Ternyata hal ini berlaku di sains modern. Jika Anda mampu mengadakan eksperimen di dua kota dalam garis meridian yang sama dengan jarak 200 mil, perbedaan ini akan jelas terlihat. Ilmuwan AS telah mencoba di San Fransisco dan Seattle.

3. Adanya zona waktu - siang dan malam

lensaterkini.web.id - Zona waktu sangat berbeda di setiap negara. Ketika di Indonesia jam 10 pagi, di Inggris masih jam 2 pagi. Ketika di New York jam 12 siang, di China jam 12 tengah malam. Hal ini sudah cukup membuktikan kalau Bumi berbentuk bulat. Pasalnya, Bumi yang bulat dan berotasi di porosnya, membuat penyinaran matahari hanya bertahan di sisi tertentu. Jika tak kena sinar, sisi tersebut akan mengalami malam, dan sebaliknya.

Penjelasan makin meyakinkan karena di malam hari kita tak bisa melihat matahari. Seharunya jika Bumi datar, matahari akan bisa terlihat kapanpun, dan tak ada malam hari.

Para penganut Bumi Datar percaya bahwa sebenarnya matahari memang berbentuk bulat, dan dia memutari Bumi di atas permukaan Bumi, sehingga mereka percaya bahwa Matahari bertugas seperti lampu sorot. Uniknya, hal ini bisa dengan mudah dibantah karena kita dengan mudah tak bisa melihat pijaran cahaya tersebut di kejauhan.

Jika memang Bumi datar dan cara kerja matahari demikian, harusnya kita bisa lihat cahaya yang menerangi tersebut layaknya kita melihat lampu sorot ketika di sebuah pertunjukan teater. Di malam hari, secara total kita tak bisa melihat matahari. Tentu ini adalah salah satu bukti bahwa Bumi tidak datar, karena Bumi berputar, dan ketika kita menjalani malam, Matahari menerangi sisi lain Bumi yang kita pijak jadi kita tak bisa merasakannya.

4. Gerhana bulan

Sungguh unik jika para penganut Bumi datar percaya bahwa matahari dan bulan itu bundar, namun tak mengakui Bumi sebagai planet yang juga bundar. Namun hal ini sangat mudah dibuktikan, yakni dengan gerhana Bulan.

Gerhana bulan adalah kejadian yang sangat mudah kita saksikan fenomenanya. Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Hal ini akan terjadi jika matahari, bumi dan bulan ada pada satu garis.

Jika Anda lihat dengan seksama, gerhana bulan akan selalu memperlihatkan bayangan Bumi yang menutupinya. Apakah Bumi terlihat datar di situ? Tentu tidak, bahkan bentuk bayangannya akan menyerupai Busur meski tidak seberapa jelas karena ukuran Bumi yang jauh lebih besar. Namun terlihat bahwa bayangan Bumi ketika gerhana bulan jelas-jelas tidak datar.

5. Petir yang berbelok

lensaterkini.web.id - Pernahkah Anda berpikir bahwa mengapa petir selalu belok? Kita tidak pernah melihat petir selalu lurus ke bawah. Hal ini disebabkan oleh Efek Coriolis. Efek ini merupakan efek perputaran yang membuat sesuatu yang bergerak di atas permukaan Bumi akan selalu berbelok.

Jika Anda ingin membuktikannya, naiklah sebuah komedi putar. Ketika berputar, lemparlah bola ke arah dalam komedi putar, dan Anda akan mendapati bola akan berbelok. Itulah mengapa petir tidak pernah lurus, karena Bumi yang bulat berputar pada porosnya.

6. Tarikan gravitasi

Satu hal yang menarik mengenai gravitasi adalah keterkaitannya dengan massa. Kekuatan gravitasi antara sebuah objek, sangat tergantung dari massa dan jaraknya. Jadi jika gravitasi menarik benda yang ada di Bumi dengan kekuatan yang sama di setiap jengkal Bumi, sulit dipungkiri kalau Bumi tidak berbentuk bulat dan ada inti gravitasi di dalamnya.

Jika Bumi berbentuk datar dan inti gravitasi berada di tengah, tentu benda yang berada di tepian Bumi akan tertarik ke tengah, bukan ke bawah seperti yang normalnya kita alami. Para penganut Bumi datar menganggap gravitasi hanya mitos. Namun hal ini mudah dipatahkan karena di luar angkasa, tak ada gaya gravitasi yang serupa dengan yang ada di planet.

7. Keindahan Bumi dari luar angkasa

lensaterkini.web.id - Sudah 60 tahun manusia bereksplorasi ke luar angkasa, mengirim satelit, bahkan robot ke sana. Ada misi yang berhasil ada yang membiarkan misinya melayang-layang di hampa udaranya luar angkasa. Namun di tengah sulitnya bertahan di sistem tata surya, sudah sangat banyak gambar-gambar yang dipotret dari sana, yang menunjukkan bagaimana keadaan di sana.

Tentu, bentuk bulat dari Bumi bisa dilihat di berbagai foto resmi yang datang dari berbagai misi luar angkasa. Tak cuma membuktikan kalau berbentuk bulat, berbagai foto dari luar angkasa membuktikan kalau Bumi juga terlihat sangat indah dari atas sana.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
loading...
Tag : Fakta
Back To Top
Silahkan lanjut baca
Agen Bola