6 Mitos Air Putih Yang Dipercaya Orang Di Dunia

Ada banyak sekali mitos tentang air putih yang kita konsumsi. Terlebih pada khasiat yang sudah terlanjur tersebar di masyarakat. Mulai dari minum air sebanyak 8 gelas sehari. Apakah itu benar-benar sehat? Dari mana takaran 8 gelas tersebut? Mengingat setiap tubuh manusia memiliki perbedaan.

Nah, itulah yang akan kita bahas. Mitos tentang air putih yang terlanjur mendarah daging di masyarakat. Merdeka.com akan meluruskan semua itu agar kita semua tidak salah kaprah. Simak ulasannya berikut ini, siapa tahu beberapa di antaranya Anda sempat memercayainya!

1. Minum 8 gelas per hari

lensaterkini.web.id - Mungkin Anda pun sering mendengar bahwa seseorang harus meminum banyak air putih dalam sehari. Setidaknya ada anjuran yang mengatakan bahwa seseorang harus meminum 8 gelas sehari. Apakah ini benar?

Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan delapan gelas air putih sehari untuk kesehatan yang optimal. Jumlah air yang Anda konsumsi sebenarnya tergantung pada faktor-faktor tertentu seperti usia, berat badan, suhu tubuh, tinggi, aktivitas, dan kehamilan.

2. Air adalah obat atau penawar racun bagi tubuh

Air banyak digunakan sebagai metode penyembuhan di sejumlah pengobatan alternatif. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa ketika sakit, harus banyak minum air putih karena dianggap sebagai penetral racun dalam tubuh.

Faktanya, air bukanlah penetral racun dalam tubuh. Yang berfungsi menyingkirkan racun adalah ginjal. Sedangkan ginjal membutuhkan air yang cukup untuk bekerja maksimal membuang limbah dan racun. Sehingga meski air tidak diberi doa-doa atau dicelup batu, air tetap akan membantu ginjal untuk menyingkirkan racun dalam tubuh. Asal diminum dengan kadar yang tepat seperti yang memang dibutuhkan untuk ginjal melaksanakan tugasnya.

3. Minum air dingin bikin gemuk

lensaterkini.web.id - Ada pula orang yang mengatakan bahwa minum air yang dingin dapat menyebabkan badan menjadi gemuk, bahkan obesitas. Benarkah hal ini akan terjadi?

Faktanya, suhu air sedingin apapun setelah masuk ke dalam tubuh akan dihangatkan sesuai dengan suhu sistem pencernaan. Begitu pula sebaliknya ketika Anda mengonsumsi air panas, tentu akan disesuaikan pula di dalam tubuh. Sehingga suhu air tidak akan mempengaruhi penyerapan lemak.

4. Sakit pinggang diakibatkan oleh kekurangan cairan tubuh

Anda tentu sudah banyak mendengar orang yang mengatakan bahwa orang yang sakit punggung disebabkan oleh tubuh yang kekurangan cairan. Benarkah demikian?

Faktanya, tidaklah demikian. Prof Dr dr Perlindungan Siregar mengatakan sakit pinggang tidak ada hubungannya dengan kekurangan cairan.

5. Air adalah obat dari semua penyakit

lensaterkini.web.id - Para orang tua tentu pernah mengatakan hal ini. Parahnya, banyak juga yang percaya. Mungkin memang benar bahwa air akan membantu ginjal menetralkan racun. Ingat hanya membantu. Akan tetapi tidak semua penyakit dapat diobati dengan meminum banyak air.

Khusus bagi orang yang sakit ginjal, misalnya. Dia harus membatasi air yang dikonsumsi. Sebab, sakit ginjal ada yang disertai dengan penurunan fungsi ginjal, ada pula yang tidak. Sakit ginjal disertai penurunan fungsi ginjal sedang dan berat perlu dibatasi. Untuk itu, jangan terlalu dipercaya tentang mitos-mitos tersebut.

6. Minum banyak air dapat melembapkan kulit

Ini merupakan sebuah kesalahpahaman terbesar dan sudah terlanjur tersebar luas di masyarakat. Minum banyak air dapat melembapkan kulit apakah benar?

Faktanya, tingkat kelembapan kulit ditentukan oleh faktor eksternal, seperti lingkungan, perawatan kulit, dan kelenjar minyak. Jadi bukan disebabkan oleh faktor internal.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Misterius
Back To Top
Silahkan lanjut baca
Agen Bola