5 Ilmuwan Yang Hidup Sengsara Karena Dianggap Sesat Oleh Dunia

Ilmuwan adalah tombak ilmu pengetahuan. Tanpa kerja keras dan pemikiran para ilmuwan, ilmu pengetahuan bahkan tak akan ada dan teknologi tak akan semaju sekarang. Namun apa yang dilakukan ilmuwan, yakni mengubah sesuatu yang ada dengan paradigma baru, ternyata tak mudah dilakukan.

Berbeda dengan zaman sekarang, di zaman dahulu, karya para ilmuwan banyak ditentang oleh Gereja karena dianggap mengusung ajaran sesat. Bahkan, karena dulu kekuasaan gereja adalah yang paling kuat, gereja Katolik Roma memiliki pengadilan berupa komite inkuisisi yang tak segan memburu dan menghukum para ilmuwan yang getol mempromosikan kesesatan. Hal ini membuat hidup para ilmuwan jadi sengsara. Tak cuma diasingkan atau bahkan dipenjara, ada yang sampai dihukum mati.

1. Nicolaus Copernicus

lensaterkini.web.id - Copernicus adalah seorang matematikawan dan astronom asal Royal Prussia, yang dulu adalah bagian dari kerajaan Polandia. Ilmuwan ini mungkin adalah orang yang pertama memformulakan model tata surya di mana matahari adalah pusat tata surya. Dia menulis buku "De revolutionibus orbium coelestium," atau Revolusi falak yang merupakan hal besar di ilmu pengetahuan.

Namun pengetahuannya tersebut dia rahasiakan selama 30 tahun, karena tidak ingin membuat Gereja murka. Meski dalam hidupnya ia banyak menelurkan buku dan karya hingga memunculkan revolusi Copernicus karena ia berhasil membuka mata ilmuwan lain tentang berbagai hal yang berbau astronomi, dia dianggap sesat oleh Gereja.

Akhirnya hingga meninggalnya di umur 70 tahun, Copernicus tidak melakukan pemberontakan yang berarti terhadap temuannya. Dia dicap sebagai orang tanpa prestasi, dengan menandai kuburannya dengan ungkapan meminta ampun kepada Tuhan layaknya pencuri di kayu salib.

Meski demikian, akhirnya berbagai penemuannya makin diakui di era Galileo, diperjuangkan di 200 an tahun berikutnya oleh Tycho Brake, Isaac Newton dan Johann Kepler, dan dinobatkan sebagai salah satu astronom modern di abad ke 19.

2. Rene Descartes

Rene Descartes adalah filsuf Prancis yang dijuluki bapak filsafat modern hingga sekarang. Ia adalah penggagas aliran rasionalisme, menentang otoritas gereja serta otoritas lawas era filsuf Yunani yang jadi tolak ukur sebuah kepastian.

Yang paling terkenal, Descartes membuat filosofi "cogito ergo sum" atau "aku berpikir maka aku ada," yang dianggap sebagai frase penting di dunia.

Descartes juga adalah filsuf yang melalui pemikirannya, menyimpulkan bahwa Tuhan itu ada dan benda material itu ada. Meski demikian, dia pernah mempublikasikan buku berupa pemikiran yang mendukung teori Galileo berjudul "The World." Akhirnya sang filsuf benar-benar menuai permusuhan dengan Gereja karena merilis buku "Meditations on First Philosophy" yang memperkenalkan gagasan bahwa kebenaran harus ditemukan melalui penyelidikan ilmiah dan metode ilmiah.

Dia akhirnya hidup dalam kesengsaraan karena dapat kritikan dari kanan kirinya. Bahkan para teolog Protestan di negara asalnya, Belanda, menginginkan Rene untuk dihukum mati.

3. Giordano Bruno

lensaterkini.web.id - Girodano Bruno adalah seorang filsuf dan matematikawan asal Italia yang sangat gigih mendukung teori milik Copernicus. Dia sendiri pernah menelurkan karya yang relevan di masa sekarang, yakni dia menyatakan bahwa bintang hanyalah matahari yang dikelilingi oleh exoplanet.

Dengan mudah, Bruno langsung dianggap sesat oleh Inkuisisi, pengadilan Gereja yang kala itu memang bertugas memburu penganut ajaran sesat. Dia dijebloskan ke penjara dan akan divonis mati.

Meski demikian, Bruno bahkan tak mau mengubah pendiriannya atas ilmu pengetahuan. Gereja makin murka hingga ia divonis untuk dibakar hidup-hidup di Campo de Fiori, alun-alun utama kota Roma. Karena kejadian ini, di era modern Bruno dijuluki 'pejuang ilmu pengetahuan.' Bruno adalah sedikit dari nama-nama ilmuwan yang dibunuh dan dibakar oleh Komite Inkuisisi.

4. Galileo Galilei

Galileo dikenal sebagai bapak sains modern, karena dialah yang membuktikan teori COpernicus semua benar soal Bumi mengelilingi matahari. Dia merancang sebuah teleskop yang ia gunakan mengobservasi tata surya, dan menemukan besarnya Jupiter dan meneliti fase perjalanan Venus, dan menemukan cincin Saturnus. Ia bahkan bisa menghitung kecepatan rotasi matahari dengan melihat pergerakan titik hitam di matahari.

Karena dia mendukung teori Copernicus soal heliosentris, kalangan gereja melalui komite Inkuisisinya menarik Galileo yang sudah berumur 70 tahun ke pengadilan. Ia tak tahan menerima interogasi dan tentu tak akan bertahan di penjara. Akhirnya dia sendiri mencabut dukungan terhadap teori Heliosentris dari Copernicus. Pengadilan gereja menjadikannya tahanan rumah seumur hidup hingga ia meninggal.

5. Charles Darwin

lensaterkini.web.id - Charles Darwin adalah ilmuwan yang paling beruntung di daftar ini. Padahal, teori ilmuwan ini yang paling dianggap 'gila.' Bagaimana tidak, dialah pengusung teori evolusi yang tentu menentang konsep bahwa manusia pertama adalah Adam.

Awalnya, ia takut untuk bersitegang dengan dunia Kristen, yang akhirnya memutuskan untuk merahasiakan teori tersebut selama 20 tahun. Namun setelah ada ilmuwan lain yang punya pemikiran hampir sama, ia akhirnya mempublikasikan teorinya tersebut di 1858. Pasca ini, Gereja benar-benar kecewa, shock dan marah terhadap Darwin. Seluruh dunia menyerang Darwin dan tercipta mitos-mitos terkait namanya.

Dia bahkan hampir mendapat serangan fisik dari orang-orang di sekitarnya, namun komunitas ilmiah yang sudah banyak di seluruh dunia buru-buru membelanya dengan berbagai hal. Untung saja era komite inkuisisi yang hobi menyiksa akhirnya sudah tiada di era Darwin.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
Silahkan lanjut baca
Agen Bola