7 Negara Yang Menyebabkan Global Warning Makin Parah

Pemanasan global atau global warming dipicu oleh banyak faktor yang cukup kompleks. Beberapa faktor yang memengaruhi cukup signifikan adalah naiknya populasi manusia di seluruh dunia. Selanjutnya ada aktivitas pertambangan, penggunaan bahan bakar fosil, perusakan hutan dan penggunaan CFC pada AC atau kulkas.

Dari beberapa faktor yang telah diketahui, negara-negara di bawah ini dikenal baik sebagai penyumbangnya. Warga di negara ini banyak melakukan hal-hal seperti yang telah disebutkan sehingga pemanasan global terus berjalan dengan cepat dan lambat laun menghancurkan negeri ini. Mari kita simak, negara mana saja yang menjadi biang keladi pemanasan global.

Tiongkok

lensaterkini.web.id - Tingkat emisi karbon dioksida di Tiongkok adalah yang terparah di dunia. Negara ini menyumbang lebih dari 20 persen total emisi di dunia. Penyebab banyaknya emisi dari negeri tirai bambu ini adalah populasi penduduk yang terus naik setiap tahunnya.

Selain masalah penduduk, Tiongkok juga memiliki banyak sekali pabrik yang menyumbang karbon dioksida ke udara. Pembangkit listrik di negeri ini juga banyak yang menggunakan bahan bakar fosil.

Amerika

Amerika juga menjadi penyumbang emisi karbon dioksida terbanyak di dunia. Meski jumlahnya separuh dari Tiongkok, negara ini juga menyumbangkan emisi gas rumah kaca yang cukup pekat. Untuk mengatasi hal ini pemerintah Amerika sedang mengupayakan strategi pengurangan emisi ke udara. Cara yang diambil adalah dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

India

lensaterkini.web.id - Negara di anak benua Asia ini sedang mengalami adanya krisis energi yang cukup parah dalam beberapa tahun. Untuk mengatasi hal ini, India mulai memproduksi batu bara dengan jumlah yang lebih banyak.

Dampaknya, emisi karbon ke udara jadi terus meningkat. Keadaan ini semakin memperparah pemanasan global yang ada di dunia. Jika emisi ini tidak dikurangi, kenaikan suhu dunia tidak bisa dibendung lagi.

Rusia

Sebagai salah satu negara besar di dunia, Rusia cukup banyak menyumbang emisi karbon atau gas rumah kaca. Negara ini melakukan itu dengan banyak mengolah bahan bakar fosil dan juga pengolahan tambang-tambang besar. Beberapa kawasan di Rusia dipenuhi polusi yang sangat pekat sehingga banyak warga yang harus mengungsi agar tidak sakit.

Brasil

lensaterkini.web.id - Brasil sedang bertahan dengan banyaknya perusakan hutan di kawasan Amazon yang sangat berharga. Hutan yang menjadi paru-paru dunia ini perlahan ditebangi dan juga dibakar untuk dipanen kayunya.

Selain kayu, lahan yang terbuka juga akan digunakan untuk pertanian. Banyaknya perusakan hutan di negeri ini membuat emisi di udara semakin banyak. Karbon tidak disaring oleh hutan sehingga langsung terbang ke udara dan akhirnya merusak lapisan di sana.

Jepang

Jepang menyumbang emisi ke udara dengan cukup besar dari kawasan industri. Sebagai negara yang maju dalam bidang industri otomotif, Jepang tidak bisa menghindari adanya emisi ke udara. Selain itu pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil disinyalir menjadi penyebab banyaknya emisi karbon dan gas rumah kaca ke udara.

Indonesia

lensaterkini.web.id - Permasalahan utama yang menimpa Indonesia adalah banyaknya perusakan hutan baik di Sumatra atau Kalimantan. Hutan yang harusnya menjadi penyangga kehidupan justru dirusak untuk diambil kayunya. Nyaris sama dengan Brasil, hutan di sini juga digunakan untuk pembukaan lahan. Kebun kelapa sawit diduga menjadi penyebab hutan yang sangat berharga dirusak dengan brutal.

Inilah negara di dunia yang paling banyak menyumbangkan emisi ke udara. Jika emisi di negara ini tidak terus ditekan, pemanasan global akan terus terjadi. Bumi akan hancur perlahan-lahan tanpa kita sadari.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola