5 Hal Unik Yang Terjadi Saat Demo 4 November Berlangsung

Banyaknya demonstran kemarin, berkumpul di depan Istana Kepresidenan. Mereka menuntut pemerintah agar memproses kasus dugaan penistaan agama oleh Calon Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama. Tak hanya oleh media lokal, aksi unjuk rasa 4 november ini juga menjadi sorotan mata dunia. The Independent, Channel News Asia, BBC dan CNN turut memberitakan mengenai aksi demo ini.

Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya menemui empat perwakilan massa pendemo. Wapres JK didampingi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana.

Wapres JK membeberkan kesimpulan yang diambil dari hasil pertemuan tersebut bahwa proses hukum terhadap calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tetap berjalan. Pemerintah berjanji prosesnya akan dilakukan secara cepat.

"Kesimpulannya dalam hal soal saudara Ahok, kita akan tegakkan pelaksanaan hukum tegas dan cepat. Kapolri janji selesai 2 minggu. Sehingga semua sesuai aturan dengan tegas. itu saja," singkat JK.

Sempat terjadi bentrok saat massa hendak dibubarkan oleh pihak kepolisian karena demo telah melewati batas waktu yang diberikan. Namun, ketegangan tidak berlangsung lama dan massa berhasil dibubarkan. Di demo kemarin, merdeka.com memantau sejumlah keunikan terjadi selama proses unjuk rasa. Tulisan ini akan berfokus dari sisi ekonomi. Berikut beberapa di antaranya.

Pedagang asongan keluhkan pendemo pelit jajan

lensaterkini.web.id - Di tengah kerumunan demonstran, sejumlah pedagang tampak ikut meramaikan rombongan tersebut. Mereka memanfaatkan kerumunan tersebut untuk menjajakan dagangan mereka dengan harapan dapat untung besar. Pantauan merdeka.com, berbagai macam pedagang asongan hadir dalam aksi demo tersebut. Mulai dari pedagang minuman, cilok, siomay, es krim, gorengan dan banyak lagi.

Salah satu pedagang, Anto (37), mengaku jualannya pada demo kali ini belum memberikan keuntungan besar. Padahal, dari beberapa kali demo yang diikuti, jualannya tidak pernah sesepi ini.

"Saya sering ikut demo. Tapi masih sepi nih. Baru 5 gelas dari tadi jualan," ujarnya kepada merdeka.com di Jl. Thamrin, Jakarta. Sementara itu, Dika (28), juga mengatakan hal senada. Diakuinya jualan saat ini tidak begitu ramai dan baru memberi sedikit keuntungan. "Biasa aja. Belum laku banyak. Itu logistik mereka jalan terus saya lihat," tandasnya.

Sempat pergi, investor asing masuk kembali

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Yogyakarta, Irfan Noor Riza, mengatakan minat investor di pasar saham Indonesia kembali membaik setelah aksi demo 4 November 2016 di Ibu Kota Jakarta berjalan damai.

Irfan mengatakan pada penutupan perdagangan sesi pertama pada Jumat pagi sebelum aksi demo, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat turun 21 poin atau 0,41 persen ke level 5.307 dengan dana investasi asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sebesar Rp 200 miliar.

Namun demikian, karena aksi unjuk rasa terpantau berjalan aman dan damai, investor asing kembali menanamkan sahamnya secara berangsur sehingga pada penutupan perdagangan sesi kedua, IHSG justru naik 33 poin di level 5.362.

"Karena demo di Jakarta berjalan damai, investor asing yang sebelumnya sempat hengkang dari bursa saham Indonesia akhirnya memutuskan kembali lagi," kata Irfan.

Walau cuma buka pagi, pedagang pasar tetap raup untung tinggi

lensaterkini.web.id - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengatakan omzet pedagang pasar rakyat khususnya di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan mengalami kenaikan kurang lebih sebesar 35 persen meskipun terjadi unjuk rasa di wilayah tersebut. Kenaikan omzet pedagang pasar di dua kawasan itu didorong oleh peningkatan pembelian dari pemilik warung makan karena tingginya permintaan dari peserta unjuk rasa.

"Justru beberapa pasar melaporkan adanya kenaikan pendapatan karena pembelian di warung-warung makan banyak mengalami peningkatan," kata Ketua IKAPPI, Abdullah Mansuri. Dia mengatakan sejumlah pasar memang tidak beroperasi penuh. Hanya buka pada pagi hari saja. Namun, peningkatan omzet bisa didapat setidaknya mencapai 35 persen.

"Kenaikan pendapatan hingga 35 persen, seperti di Pasar Blok A, Pasar Palmerah dan Pasar Benhil. Pasar masih beroperasi seperti biasa, tidak sampai siang, hanya pagi saja," tambah Abdullah.

Demo besar gerakkan ekonomi kerakyatan

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartarti mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait demo tersebut, terlebih kepada perekonomian Indonesia. Menurut Enny, demo tersebut malah menggerakkan ekonomi kerakyatan.

"Tidak ada dampaknya ini malah menggerakkan ekonomi kerakyatan, contohnya banyak yang demo pakai baju putih-putih itu mereka beli baru, yang pakai sorban juga pada beli baru. Kemudian banyak para pendemo yang dari luar kota, jadi transaksi beli tiket meningkat," katanya saat dihubungi merdeka.

Menteri sampai harus berpergian pakai motor

lensaterkini.web.id - Aksi demo sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang mengepung DKI Jakarta terkait dugaan kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahja Purnama atau akrab Ahok, membuat aktivitas warga DKI Jakarta terganggu.

Bukan hanya warga biasa, para pejabat pemerintah juga terganggu. Pantauan merdeka.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno datang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Lapangan Banteng, Jakarta menggunakan motor Patroli untuk menerobos kemacetan yang disebabkan demo besar-besaran ini.

Menteri Rini merapat ke Kemenko Perekonomian untuk melakukan rapat koordinasi terkait tentang perubahan Peraturan Pemerintah (PP) 52 dan PP 53 yang juga dihadiri juga Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola