8 Film Hollywood Tunjukkan Teknologi Yang Salah Kaprah

Film dengan teknologi tinggi adalah film yang lebih mudah memancing keinginan menonton ketimbang film biasa. Film-film fiksi ilmiah seperti film superhero, film mata-mata serta film yang mengusung tema luar angkasa adalah hal yang akan menarik untuk ditonton.

Namun ada banyak sekali film yang ternyata memotret teknologi tidak secara benar. Para pembuat film mendasarkan filmnya dari berbagai penelitian ilmiah, namun dalam eksekusinya justru abai demi penceritaan yang lebih disukai penonton. Berikut adalah beberapa film yang menggambarkan teknologi dengan salah kaprah.

Iron Man

lensaterkini.web.id - Iron Man adalah film superhero yang sebenarnya ditujukan untuk segmen yang luas. Namun ternyata film ini mampu menghadirkan gambaran teknologi dan berbagai penjelasan ilmiahnya di baliknya secara akurat.

Hal ini bahkan ditandai dengan para pakar teknologi yang secara terang-terangan memuji keakuratan ilmiah dibalik jubah Iron Man yang ditampilkan di film, mulai dari desain yang dinamis dan teknologi yang tersimpan di dalamnya.

Ketidak akuratan secara ilmiah ternyata bukan kemampuan terbangnya, namun justru kecepatan tinggi yang mampu dihasilkan. Dilansir dari Scifinow, ilmuwan mengatakan dengan jubah yang menghasilkan kecepatan demikian, sedikit saja belokan akan membunuh si pemakai jubah. Jadi, jubah Iron Man sebenarnya tak akan bisa dipraktekkan di kehidupan nyata, dan jika tetap akan dikembangkan, tentu akan berakhir buruk bagi manusia.

Skyfall

Film gener spy paling populer, yakni film dengan karakter utama James Bond, sempat dikenal sebagai film yang mengutamakan kecanggihan teknologi. Namun ternyata di film Skyfall, hal tersebut tak terjadi. Film ini justru mengusung kesederhanaan teknologi yang justru merupakan hal yang terbaik dan terasa pas.

Namun ada beberapa aspek yang salah dalam menampilkan kecanggihan teknologi. Hal ini terjadi di mana dalam melakukan peretasan, salah satu karakter bernama Q menggunakan alat yang 'terlalu' canggih. Dalam meretas, tak akan pernah ada visualisasi 3D otak manusia yang berwarna-warni. Biasanya, peretasan hanya berkisar input data sederana berupa command line.

Minority Report

lensaterkini.web.id - Beberapa tampilan antarmuka yang diusung dalam film ini, seperti The clue, sebuah teknologi 'gathering' dengan cara teknik 'mencubit' untuk zoom dan usap untuk menutup, ternyata sudah ada di berbagai teknologi yang diusung saat ini di smartphone ataupun di Xbox Kinect. Selain itu iklan personal yang memanfaatkan pemindai iris mata, mungkin akan muncul dalam beberapa dekade mendatang.

Namun teknologi hologram tentu merupakan teknologi yang masih mustahil dilakukan. Pasalnya hologram adalah sebuah proyeksi yang butuh diproyeksikan ke objek. Dulu, rapper legendaris yang telah almarhum, Tupac Shakur, pernah dihidupkan kembali melalui hologram, dan hologram tersebut diproyeksikan ke kaca. Masalahnya di Minority Report, hologram muncul begitu saja. Hal ini tidak mungkin karena hologram tak bisa diproyeksikan ke udara. Pengecualian bila hologram tersebut merupakan media Augmented Reality dan Anda menggunakan headset Augmented Reality tersebut.

WALL-E

Wall-E mungkin adalah salah satu film terbaik Pixar. Memotret pengandaian bila manusia sudah dikuasai teknologi. Hal ini akan jadi sesuatu yang sangat nyata jika teknologi sudah sangat bisa untuk membantu manusia dalam hal sekecil apapun.

Mungkin beberapa hal yang terjadi di Wall-E cukup nyata untuk terjadi di masa depan peradaban manusia, mulai dari berbagai teknologinya hingga kemungkinan menginvasi planet lain untuk habitat baru. Namun ada satu hal yang salah dari Wall-E, yakni seluruh manusia yang digambarkan gemuk.

Menurut sains, meski begitu malas karena terbantu teknologi, manusia tak akan menjadi gemuk layaknya orang yang terlalu banyak makan dan tak pernah olahraga. padahal sains sudah membuktikan bahwa kegemukan atau obesitas lebih karena gen dan bukan perilaku dan kebiasaan. Jika seseorang memiliki gen obesitas, sifat genetik tersebut bisa dilawan dengan berolahraga dan diet. Namun jika seseorang tidak memiliki gen gemuk, mau memakan sebanyak apapun makanan ia tak akan gemuk.

Inception

lensaterkini.web.id - Inception terkenal di masyarakat awam dengan konsep mimpi di dalam mimpinya. Dan benar, hal ini merupakan hal ilmiah yakni lucid dream atau mimpi sadar. Beberapa penelitian ilmiah menjelaskan tentang adanya lucid dream dan beberapa orang yang bisa melakukannya secara alami, dan banyak juga yang berhasil untuk mempelajari menyadari mimpi dan mengaturnya.

Meski para ilmuwan telah mempelajari dan mencoba untuk menyuntikkan beberapa sinyal dasar ke mimpi, ilmuwan tak pernah sama sekali dan bahkan masih jauh untuk bisa menciptakan pemikiran dalam mimpi seperti yang dilakukan di Inception. Hal ini masih tak masuk akal meskipun berdasar pada hal yang benar secara ilmiah.

Her

Layaknya Wall-E, Her mencoba memotret masa depan ketika teknologi dan kecerdasan buatan sudah sangat membantu manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Selain itu, tak seperti banyak film yang memperlihatkan kecanggihan buatan yang akhirnya menjadi ancaman umat manusia, Her hanya fokus pada sebuah sistem operasi perangkat yang bisa berbicara layaknya manusia dan tak punya keinginan menguasai dunia.

Namun ada sedikit hal yang mengganggu, yakni pakaian. Pakaian yang dipakai oleh karakter di Her cukup futuristik, namun teknologi masih tidak sefuturistik pakaiannya. Padahal teknologi kecerdasan buatan sendiri diprediksi akan muncul dengan kondisi sempurna masih puluhan dekade lagi. Mungkin memang kecerdasan buatan dipotret secara baik, namun hal tersebut dipotret di masa yang secara nalar masih salah.

Avatar

lensaterkini.web.id - Avatar adalah salah satu film Hollywood dengan biaya produksi yang fantastis. Meski nampak seperti 'mesin pencari uang' di Hollywood, film ini ternyata cukup masuk akal dari sisi ilmiah. Mulai dari perjalanan luar angkasa, pulau yang mengambang di angkasa, serta ladang magnet, semuanya adalah hal yang masuk akal dalam dunia sains.

Satu-satunya hal yang paling salah kaprah di Avatar adalah masyarakat Na'vi yang berbentuk seperti manusia berwarna biru. Menurut banyak ilmuwan, orang Na'vi masih sangat mirip dengan manusia. Dan untuk menemukan kehidupan lain yang berbentuk mirip dengan manusia, itu cukup tidak masuk akal. Pasti kehidupan lain akan berevolusi dengan distorsi lingkungan berbeda dan menghasilkan makhluk yang sangat berbeda pula.

Gravity

Gravity adalah film yang menggambarkan keadaan luar angkasa dengan sangat detil dan akurasi yang sangat tinggi. Hal ini bahkan diakui oleh banyak astronot dunia yang pernah berada pada gravitasi nol di luar angkasa.

Namun ada beberapa detil luar angkasa yang diabaikan demi penceritaan yang lebih menarik. Beberapa di antaranya adalah soal kecepatan pergerakan puing-puing angkasa yang terlalu lambat, serta besaran momentum yang tidak jelas, yang bahkan jadi penyebab salah satu insiden yang jadi konflik di film ini.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Tag : Movies
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola