5 Kebiasaan Orang Jakarta Bikin Kantong Kering Terus

Jakarta adalah tempat orang mengadu nasib. Saat ini, penduduk Jakarta mencapai 10,1 juta jiwa di malam hari. Sedangkan pada siang hari orang yang berada di Jakarta mencapai 13,5 juta jiwa. Pada siang hari, Jakarta lebih padat karena tambahan warga kota sekitar yang bekerja di Jakarta.

Kamu yang tinggal atau bekerja di Jakarta harus pandai mengatur keuangan. Selain biaya hidup yang tergolong tinggi, gaya hidup di Jakarta juga bisa menguras kantong. Kamu harus menyadari tentang the latte factor. Istilah the latte factor berasal dari penasihat keuangan, David Bach. Kebiasaan para karyawan di Amerika Serikat yang membeli kopi sebelum berangkat kerja memicu munculnya istilah-istilah tersebut.

The latte factor menggambarkan pengeluaran kecil yang tidak terlalu penting dan kerap tidak disadari. Pengeluaran tersebut apabila diakumulasikan akan terlihat dalam jumlah besar yang mencengangkan. Kamu sebetulnya bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan pengeluaran tersebut.

Minum kopi mahal

lensaterkini.web.id - Selain di Amerika Serikat, kaum pekerja di Jakarta juga gemar membeli kopi. Di Jakarta, mudah sekali menemukan gerai kopi yang menawarkan segelas kopi dengan harga di kisaran Rp 40.000-50.000. Jika kamu terbiasa membeli kopi mahal sebelum atau sepulang kerja, 3 kali seminggu saja, uang yang harus dikeluarkan mencapai Rp 480.000-600.000 per bulan. Lumayan kan jika uang ini bisa dialokasikan sebagai tambahan tabungan?

Untuk menekan pengeluaran satu ini, kurangi frekuensi membeli kopi di coffee shop menjadi sekali seminggu. Atau kamu bisa gunakan trik untuk menghemat dengan berlangganan di gerai kopi yang memberikan diskon dengan syarat membawa tempat minum sendiri. Alternatif lain, jika kamu memang pecandu kopi, buat kartu anggota gerai kopi sehingga mendapatkan potongan harga khusus..

Naik taksi pulang pergi

Kebiasaan ini akan membuat uangmu cepat habis. Coba hitung, setidaknya kamu harus mengeluarkan Rp 50.000 untuk sekali perjalanan. Dan, dalam sebulan kamu bisa menghabiskan Rp1 juta. Jika kamu merasa tidak nyaman naik transportasi umum, kenapa tidak mempertimbangkan untuk kredit mobil?

Selain bisa kamu gunakan untuk kerja, mobil sangat bermanfaat untuk transportasi keluarga, jalan-jalan ke luar kota bahkan mudik sekalipun. Kalau kamu belum siap untuk kredit mobil, kurangi kebiasaan naik taksi. Selingi dengan naik Transjakarta yang lebih nyaman daripada Kopaja atau bus umum. Atau pilih ojek online yang bisa mengantarmu lebih cepat ke tempat tujuan tanpa perlu berdesakan.

Ngegym

lensaterkini.web.id - Kebiasaan nge-gym memang positif, karena olahraga sangat penting untuk kesehatan tubuh. Sayangnya, biaya yang harus dkeluarkan tidak sedikit. Setidaknya dibutuhkan tak kurang dari Rp50.000 untuk menggunakan fasilitas gym center.

Mau lebih hemat? daftar menjadi anggota. Jika ingin gratis, kamu cukup melakukan olahraga di taman kota yang menyediakan peralatan olahraga.

Nonton bioskop mahal

Untuk sekali menonton film di akhir pekan, setidaknya harus mengeluarkan Rp60.000. Ini belum termasuk makanan atau minuman yang kamu beli. Sulitnya lagi, nonton bioskop adalah salah satu hiburan rutin orang Jakarta.

Untuk itu, putar otak agar pengeluaranmu tak membengkak. Kamu bisa mencari bioskop yang tarifnya lebih murah dari rata-rata, asalkan jangan pilih bioskop ecek-ecek.

Beli air kemasan setiap hari

lensaterkini.web.id - Khusus buat para pekerja lapangan di Kota Jakarta yang gersang. Dengan mudahnya kamu akan mengeluarkan uang setiap hari untuk membeli air minum kemasan dingin. Setidaknya sekali beli kamu harus merogoh Rp6.0008.000. Untuk menghemat, cobalah membawa air minum sendiri.

Bagi pegawai kantoran, biasanya setiap kantor menyediakan air minum sehingga kebiasaan ini mudah dihilangkan. Namun, bagi yang masih melakukannya karena tergoda dengan minuman aneka jenis dan rasa, cobalah kurangi kebiasaan tersebut.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola