5 Fakta Seputar Mobnas Kendaraan Rakyak Kecil

Institut Otomotif Indonesia (IOI) menyebut pihaknya saat ini tengah mempersiapkan sebuah proyek percobaan atau pilot project untuk kendaraan rakyat. Kendaraan rakyat ini sendiri nantinya akan ditunjukkan untuk kalangan petani, nelayan, pedagang dan lainnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), dalam pembukaan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show di Indonesia Convention Exhibition (ICX), mengatakan perkembangan mobnas masih belum konsisten.

"Mobnas kalau kita kadang naik kadang turun. Mobnas juga suatu ukuran yang memang agak ngambang. Apakah komponennya yang terbesar nasional atau mereknya yang nasional. Itu harus disesuaikan," ucap JK.

Menurut JK, harusnya mobil dengan merek Indonesia, maka komponennya juga harus dari produksi nasional. Untuk bisa membangun mobil dengan komponen dan disain murni produk Indonesia, perlu semangat industri nasional meski harus berjaringan internasional.

"Kita sebagai industri tidak bisa mulai dari nol karena akan sulit cepat bersaing, tapi memang harus belajar dari internasional tapi tidak pula perlu diatur, harusnya diatur oleh masyarakat luas," ucap JK.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir sempat mengatakan bahwa tahun ini pemerintah memang berencana untuk memproduksi mobil angkut pedesaan. Seperti apa fakta di balik mobil nasional ini? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

Harga Rp 70 juta - Rp 80 juta

lensaterkini.web.id - Kendaraan pedesaan dengan kapasitas mesin di bawah 1000 cc itu bakal dibanderol dengan harga berkisar Rp 70 juta-Rp 80 juta per unit.

"Mobil multiguna pedesaan. Kemarin habis dirapatkan dengan Presiden. Rencananya 2016 bisa diproduksi. Kalau untuk (lokasi) pabrik akan dikaji dulu," kata Menteri Muhammad Nasir.

Kendaraan untuk mempermudah mobilitas

Presiden IOI I Made Dana M Tangkas mengatakan, pihaknya membuat kendaraan rakyat tersebut dengan tujuan mempermudah mobilitas para nelayan, petani maupun pedagang dan lainnya. Sayangnya, dirinya enggan membocorkan lebih lanjut seperti apa kendaraan rakyat tersebut dan kapan akan diluncurkan.

"Saya kira industri automotif harus bisa membuat kendaraannya. Kita sedang buat perencanaan lebih dalam. Spesifikasinya seperti apa nanti," ujarnya dalam diskusi dengan Forum Wartawan Industri di Bandung, Jawa Barat.

Kecepatan hanya capai 60 Km/jam

lensaterkini.web.id - Presiden IOI I Made Dana M Tangkas mengatakan, kendaraan untuk rakyat kecil tersebut nantinya hanya memiliki kecepatan sebesar 50-60 kilometer (KM) per jam.

"Saat ini kita ingin suatu yang nyata menciptakan produk dalam negeri. Kita lihat yang dibutuhkan masyarakat Indonesia seperti apa," tandasnya.

Bentuk mobil sederhana

Menteri Muhammad Nasir mengatakan mobil angkut itu hanya ditujukan untuk mendukung mobilisasi masyarakat desa. Makanya, kendaraan tersebut akan dibuat sederhana.

"Di pedesaan itu kan butuh angkutan untuk dari rumah ke sawah, untuk mengangkut pupuk, ke sawah atau ke toko," paparnya.

"Mereka tidak butuh tampilan mobil yang bagus atau mewah, yang penting murah operasionalnya, murah harganya."

Komponen mobil 80 persen buatan dalam negeri

lensaterkini.web.id - Menteri Muhammad Nasir mengklaim mobil pedesaan itu bakal didominasi komponen lokal.

"Jadi sekitar 70 persen-80 persen kandungan lokalnya dari dalam negeri," ucapnya. Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan pemerintah bakal menjadikan Esemka sebagai proyek percontohan mobil nasional. Sebab, mobil itu sudah diproduksi oleh orang Indonesia.

"Yang saat ini berminat Esemka. Bisa dibilang calon tunggal," katanya Nantinya, menurut Saleh, Esemka bisa diberdayakan sebagai alat transportasi di pedesaan. "Untuk angkut-angkut kan bisa."

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Tag : Fakta
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola