5 Tempat Yang Melawan Hukum Alam di Dunia

Di dunia, banyak sekali tempat yang menakjubkan. Bahkan tempat-tempat tersebut tidak termasuk dalam Tujuh keajaiban dunia, dan tak diketahui oleh banyak orang. Namun banyak sekali tempat yang keunikannya ternyata sulit dijelaskan secara ilmiah.

Tempat-tempat ini merupakan tempat yang sepertinya terpisah dari tempat tinggal kita di Bumi, karena seakan-akan melawan hukum alam. Namun di luar itu semua, sebenarnya beberapa tempat 'aneh' ini adalah tempat yang indah. Hanya saja para ilmuwan berjuang keras untuk memahami bagaimana penjelasan ilmiah di balik keanehannya.

Berikut 5 tempat aneh di dunia yang melawan hukum alam. Salah satunya ada di Indonesia juga. Mari simak uraiannya berikut ini.

Sungai mendidih di Peru

lensaterkini.web.id - Jauh di aliran sungai Amazon di Peru, terdapat sebuah sungai aneh yang suhu airnya sangat panas. Sungai bernama Shanay-Timpishka ini sering memakan korban berupa binatang yang terrebus hidup-hidup ketika tak sengaja lewat di aliran sungai ini.

Sungai ini memiliki temperatur 91 derajat Celcius, hanya kurang beberapa derajat saja untuk jadi air yang benar-benar mendidih. Para peneliti dan ilmuwan ternyata pernah meneliti keanehan ini dan tidak mendapat jawaban.

Jika biasanya air sungai terasa panas dikarenakan belerang yang berada di dekat gunung berapi, sungai ini tidak. Gunung berapi terdekat daru Shanay-Timpishka berjarak 700 kilometer jauhnya.

Teori paling masuk akal yang bisa disimpulkan oleh para ilmuwan adalah panas Bumi yang tersalur dari kerak Bumi jadi sumber panas dari sungai ini. Sistem geotermal inilah yang tak bisa ditemukan di sungai atau tempat lain di Bumi.

Sumur di Inggris yang airnya bisa mengubah sesuatu menjadi batu

Di Knaresborough, North Yorkshire, Inggris, terdapat sumur yang punya 'kemampuan' layaknya di film horror. Di dekat sumur bernama 'Petrifying Well' yang ada di dekat gua Mother Shipton ini, terdapat rembesan air mengucur yang akan membuat apapun yang terkena airnya akan menjadi batu.

Sebenarnya proses ini tak seketika terjadi layaknya kutukan Malin Kundang, namun dalam 3 bulan saja sebuah boneka yang diletakkan di bawah kucuran air sumur ini akan jadi batu. Masyarakat banyak meninggalkan sesuatu di sana, mulai dari Teddy Bear hingga sepeda. Dan benar, semuanya telah bertransformasi jadi batu.

Selama beberapa lama, masyarakat awam di sana percaya bahwa sumur tersebut dikutuk oleh penyihir. Namun para ilmuwan memprediksi bahwa sumur tersebut memiliki kandungan mineral yang tinggi. kandungan tersebut akan membuat lapisan keras dari mineral kepada apapun yang disentuhnya. Hal ini sama persis dengan cara terbentuknya stalaktit dan stalakmit di gua, namun dengan periode yang sangat jauh lebih singkat.

Taman di Austria yang selalu tenggelam tiap musim semi

lensaterkini.web.id - Di Austria, terdapat sebuah taman yang indah dengan jalur hiking dan tempat duduk untuk menikmati panorama pinggir danau di sana. Namun jika Anda datang di musim semi, Anda akan butuh alat selam untuk menikmati pemandangan.

Yap, sebuah taman di pinggir danau bernama Grner See ini, adalah sebuah area yang dikelilingi oleh gunung Hochschwab dan hutan. Hutan yang mengelilingi danau ini akan tertutup oleh salju yang sangat tebal ketika musim salju, dan akan meleleh tiap musim semi. Saking banyaknya salju yang menutup hutan, volume air di danau ini akan bertambah dua kali lipat.

Oleh karena itu jika Anda berenang di danau ini ketika musim semi, Anda akan melihat tempat duduk taman, jembatan, bahkan pepohonan dan beberapa bunga pegunungan Alpen. Di musim panas, taman ini akan kembali muncul sembari air danau mulai turun.

Sungai di Venezuela yang selalu disambar ribuan petir

Di Venezuela terdapat sebuah sungai bernama Sungai Catatumbo, yang tak pernah berhenti disambar petir. Mulai jam 7 malam di tiap malamnya, petir akan menyambar air selama 10 jam. Hal ini terjadi hampir setiap hari, hingga dalam setahun bisa mencapai 260 malam yang dipenuhi petir.

Awalnya, tak ada yang tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Hingga para ilmuwan memprediksi bahwa hal ini mungkin ada hubungannya dengan uranium yang terkandung dalam bebatuan di sungai tersebut. Namun tak banyak juga ilmuwan yang setuju dengan prediksi tersebut, bahkan banyak juga yang menentangnya. Walhasil, fenomena ini makin rumit jika dicari penyebabnya.

Hal ini makin bertambah misterius, karena di 2010 petir ini berhanti menyambar. Namun setelah 6 minggu berhenti, petir tersebut menyambar lagi hingga sekarang.

Lava biru di Kawah Ijen, Jawa Timur, Indonesia

lensaterkini.web.id - Di perbatasan Bondowosi dan Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat Kawah Ijen yang sangat indah. Namun keindahannya juga mengundang tanda tanya karena terdapat pendar lahar berwarna biru yang menyembur dari kawah. Fenomena ini mengundang banyak ilmuwan barat jauh-jauh datang ke Indonesia.

Para ilmuwan sebenarnya sudah mengerti kalau sebenarnya itu bukanlah lahar, namun itu adalah sulfur. Gas sulfur yang ada di dalam lahar mencapai temperatur 360 derajat Celcius hingga menyembur dan mengeluarkan api 5 meter ke udara. Gas tersebut mengembun menjadi sulfur cair yang akhirnya meleleh, dan di malam hari terlihat seperti lava neon berwarna biru yang sangat indah.

Kandungan sulfur yang tinggi ini sama sekali tak membuat penambang sulfat di sana jera. Mereka tetap bekerja di malam hari dengan pendaran cahaya neon biru dari sulfur cair tersebut. Namun banyak ilmuwan menyatakan bahwa akan sangat berbahaya jika berada di sana dan tidak menggunakan masker.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola