5 Kawasan Pelacuran Paling Besar di Berbagai Negara

Belum lama berselang sejak penggusuran kawasan pelacuran Kalijodo di Jakarta Utara, di tempat lain di belahan dunia lain terjadi peristiwa yang hampir serupa. Di Jerman, persisnya di Artemis, pinggiran Kota Berlin, pemerintah setempat mengerahkan 900 polisi buat menggerebek kawasan itu.

BBC melaporkan, alasan utama penggerebekan ini dilakukan karena pengelola Artemis tidak membayar pembayaran jaminan sosial sejak 2006. Nilai tunggakan mencapai 17,5 juta Euro (setara Rp 259 miliar). Selain polisi, juru sita perpajakan serta petugas bea cukai dilibatkan dalam operasi penyerbuan Artemis.

Di megakomplek seperti Artemis, gadis-gadisnya kebanyakan didatangkan dari Eropa timur. Pengunjung bisnis lendir ini lebih banyak dari negara-negara tetangga, seperti Austria, Prancis, atau Belgia. Bukan hanya Jerman saja yang memiliki kawasan pemuas berahi paling besar dan kondang sejagat, berikut empat lokasi lain yang tidak kalah besar dan terkenal.

De Wallen, Belanda

lensaterkini.web.id - Sebagai kawasan pemuas berahi paling kondang di dunia, De Wallen di Amsterdam berdiri di atas lahan seluas 6.500 meter persegi.

Di tempat ini para pelacur menempati ruangan kaca untuk melihat para pelanggan mereka dari dalam. Dulunya tempat ini menjadi kawasan para pelaut beristirahat karena letaknya dekat pelabuhan. Saat ini De Wallen diwarnai banyak toko seks, bioskop film porno, dan pertunjukan menggugah berahi lainnya.

Pigalle, Prancis

Kemasyhuran tempat ini sebagai ladang basah prostitusi sudah tidak diragukan. Banyaknya kelab malam, dan aneka pedagan alat kebutuhan bercinta marak diperdagangkan di tempat ini.

Namun berhati-hatilah, karena kabarnya banyak pendatang asing kerap kali terjebak oleh preman lokal. Pigalle mematok harga $28 (Rp 365 ribu) untuk sebuah pertunjukan live menonton adegan bercinta.

Patpong, Thailand

lensaterkini.web.id - Turis yang datang ke Ibu Kota Bangkok, Thailand, tidak lengkap rasanya kalau belum mendengar soal Patpong. Di kawasan inilah pusat hiburan berada. Dari mulai klub malam hingga bar. Nama Patpong berasal dari kata Patpongpanich, keluarga yang memiliki kawasan itu sejak 1946. Daerah ini terbentang di antara Jalan Silom dan Surawong di pusat kota.

Pada 1950-an Patpong mulai menjadi kawasan komersil sebelum kemudian menjadi daerah yang terkenal dengan bar dan diskoteknya. Pada 1960-an kawasan ini jadi tempat tentara Amerika Serikat melepas penat. Mereka disajikan hiburan-hiburan khas waktu malam, seperti tarian-tarian menggoda para gadis hingga perilaku seksual yang paling vulgar.

Kabukicho, Jepang

Kabukicho adalah sebuah tempat prostitusi eksklusif di Jepang. Pasalnya fantasi bercinta yang sangat tidak dapat diterka bisa dirasakan di tempat ini. Bayangkan saja, seisi tempat ini dihiasi oleh sejumlah wanita nakal dengan berpakain perawat, sekretaris, pembantu rumah tangga, namun dalam tampilan yang sangat menggugah iman.

Bersiaplah merogoh kocek Anda dalam-dalam. Untuk dua jamnya saja tarif yang dipatok berkisar antara $30-$140 (Rp 400 ribu - Rp 1,8 juta. Dan bila Anda menginginkan para wanita tersebut secara pribadi ke ruang anda, persiapkan kocek sebesar $250 (Rp 3,2 juta) per jamnya.

Reeperbahn, Jerman

lensaterkini.web.id - Jalan Reeperbahn di Kota Hamburg, Jerman, dikenal sebagai kawasan pelacuran paling besar dan paling kondang di Negeri Bavaria itu.

Nama Reeperbahn berasal dari kata 'reep' yang berarti tali. Dulunya jalan itu pada abad ke-18 menjadi tempat para pembuat tali mencari penghidupan karena dekat dengan pelabuhan. Kapal-kapal ketika itu membutuhkan tali buat bertambat.

Pada abad ke-19 di kawasan itu segala bentuk hiburan dilarang. Tempat yang menjadi persinggahan para pelaut itu sebelumnya jauh dari sorotan publik dan pusat bisnis. Tapi lambat laun pelacuran mulai tumbuh dan terus berkembang hingga muncul berbagai macam diskotek, klub bugil, toko seks.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola