4 Penemuan Besar Ilmuwan Muslim di Dunia

Di zaman modern seperti saat ini, teknologi berkembang kian kencang. Banyak temuan-temuan baru yang dibuat untuk memudahkan urusan manusia. Hegemoni ini seakan berlangsung dengan iring-iringan kuatnya teknologi Barat yang menguasai dunia. Hal ini berbeda dengan teknologi Islam yang seakan dianggap tidak memberi kontribusi apapun untuk perkembangan dunia.

Padahal jika ditelisik lebih jauh, justru peradaban modern saat ini banyak yang terinspirasi dari temuan-temuan ilmuwan muslim di masa lalu. Lebih parahnya ada juga klaim bangsa Barat atas penemuan yang diciptakan oleh ilmuwan muslim. Nah, berikut akan kami ulas 4 klaim bangsa Barat atas temuan temuan ilmuwan muslim. Kira-kira apa saja klaim itu? Berikut bahasannya.

Teknologi Robot

lensaterkini.web.id - Perkembangan dunia robotika saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Namun, siapa sangka teknologi yang berusaha mendekati fungsi manusia ini sudah ditemukan sejak abad ke-13 M yang lalu. Adalah Ibnu Ismail Al Jazari yang berada di balik penemuan ini. Al Jazari saat itu menemukan konsep robotika dengan memanfaatkan mekanisme hidrolik.

Sayangnya, penemuan ini berusaha dikaburkan oleh Barat dengan menyebut Leonardo da Vinci lah yang merintis teknologi robot. Padahal da Vinci baru melakukannya di tahun 1478 M. Itupun baru berupa konsep di atas selembar kertas. Sementara, 2 abad sebelumnya Al Jazari sudah membuat robot yang benar-benar nyata berupa robot pemain musik untuk menghibur tamu-tamu Kesultanan Turki. Meski demikian, sains modern mau membuka mata dengan menyebut Al Jazari sebagai Bapak Robot Dunia.

Teknologi Fotografi

Dalam teknologi kamera, juga terdapat kerancuan sejarah di mana bangsa Barat menyebut bahwa teknologi kamera pertama kali dirintis oleh Kepler yang diklaim menemukan Kamera Obscura di tahun 1611 M. Padahal di akhir abad ke-10 M, Ibnu Al Haitham lah yang menemukan Kamera Obscura tersebut untuk mempelajari fenomena gerhana matahari.

Kamera ini bekerja dalam prinsip pencitraan sederhana, di mana Al Haitham membuat lubang kecil pada dinding  yang memungkinkan pergerakan matahari bisa diproyeksikan melalui permukaan datar. Hasil penelitian ini kemudian ditulis Al Haitham dalam Kitab Al Manazir (buku optik) yang disinyalir dibaca oleh Joseph Kepler dan kemudian dikembangkan dengan memperbesar proyeksi gambar memanfaatkan lensa negatif di belakang lensa positif.

Teknologi Pesawat Terbang

lensaterkini.web.id - Penemuan teknologi pesawat terbang banyak dikenal pertama kali dirintis oleh Wright bersaudara, yakni Wright Orville (1871-1948) dan Wright Wilbur (1867-1912). Pasalnya penemuan ini diketahui ketika dua saudara ini berhasil melayang di angkasa dengan pesawat terbang buatannya pada tanggal 17 Desember 1903. Padahal jika menilik sejarah jauh sebelumnya, ada nama seorang Ibnu Firnas yang sudah berhasil terbang dengan alat buatannya yang dinamakan Ornitophter di tahun 875 M.

Ibnu Firnas mengembangkan alatnya menyerupai sayap burung. Percobaan pertama dilakukan di Menara Mezquita, Cordoba yang sayangnya percobaan ini berjalan tidak mulus. Setelah perbaikan, Ibnu Firnas kembali melakukan percobaan di dataran tinggi Jabal Ar Rus dan berhasil terbang selama 10 menit.

Peristiwa ini menjadi suatu hal luar biasa saat itu dan berhasil mengundang banyak mata untuk melihatnya. Sayangnya, ketika hendak mendarat di tempat landas, Ornitophter belum dilengkapi alat pendaratan yang bagus hingga menyebabkan Ibnu Firnas mendarat dengan cidera tulang punggung.

Teknologi Jam Mekanik

Sejarah siapa yang pertama kali menemukan teknologi jam mekanik juga mengalami kerancuan. Menurut pengetahuan Barat, teknologi jam mekanik ditemukan Eropa sejak tahun 1300-an M. Hal ini ditandai dengan ditemukannya bangunan lonceng raksasa yang berdentang setiap jam di Kota Milan tahun 1335 M dan di Kota London tahun 1386. Nama Peter Henlein pun kadang juga sering disebut sebagai penemu jam mekanik pertama di dunia pada tahun 1525.

Hal ini berbeda dengan sejarah Islam yang menyebut jam mekanik sudah ditemukan sejak abad ke-11 M. Adalah Ibnu Khalaf Al Muradi, seorang ilmuwan muslim Andalusia, yang diklaim sudah berhasil menciptakan jam mekanik yang disebut Taqi Al Din. Jam mekanik hasil buatannya ini dituliskan dalam buku The Brightest Stars for the Construction of Mechanical Clocks. Buku ini menjelaskan prisip kerja Taqi Al Din yang dikendalikan pemberat dengan mekanisme gerak verge an foliot, rangkaian gear, alarm mekanik, dan pemodelan fase-fase bulan.

Nah, itulah tadi 4 temuan muslim yang diklaim bangsa Barat. Memang mulanya bangsa Barat mengalami zaman kegelapan setelah era peradaban Yunani dan Romawi meredup. Sampai kemudian terjadi renaissance yang membuka mata Barat akan kemajuan bangsa-bangsa muslim dan kemudian ikut mengembangkannya. Dari situlah awal mula bercampurnya temuan-temuan ilmuwan muslim dengan ilmuwan Barat.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola