4 Janji Donald Trump Paling Kontroversial Jika Jadi Presiden

Sebagaimana layaknya para calon presiden yang mengumbar janji di masa kampanye, dua kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik dan Partai Demokrat juga turut meramaikan media massa dengan pesan-pesan kampanye mereka.

Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump selama ini paling banyak mendapat perhatian media karena ucapan-ucapannya yang sering kontroversial dan menuai banyak tanggapan dari berbagai kalangan.

Di antara sekian banyak pernyataan Trump dalam masa kampanye, berikut empat janji pria 70 tahun itu yang terbilang cukup kontroversial.

Trump yakin tumpas ISIS dalam 30 hari jika jadi presiden AS

lensaterkini.web.id - Calon presiden Partai Republik Donald Trump sesumbar mengatakan bisa menumpas militan Negara Islam Irak Suriah (ISIS) dalam 30 hari, apabila dia terpilih jadi presiden dalam pemilu Amerika Serikat November mendatang.

Berbicara pada pidatonya di Philadelphia, Trump berharap dapat melancarkan rencananya guna menyudahi kegiatan militer berkepanjangan.

"Kami akan menyampaikan kepada petinggi jenderal dan memberi mereka sebuah instruksi sederhana. Mereka akan punya waktu 30 hari untuk cepat melawan ISIS. Karena kita tidak ada pilihan," katanya, dikutip dari laman ABC News, Selasa (7/9).

Selain berbicara terkait ISIS, Trump juga mengatakan apa yang dia hendak kerjakan di hari pertama sebagai presiden.

"Perubahan akan dimulai di hari pertama saya di kantor (Gedung Putih), nomor satu adalah saya akan mengeliminasi setiap perintah yang tidak berkonstitusi dan mengembalikan aturan hukum pada tempatnya. Kita juga akan mulai mengimplementasikan rencana untuk pembangunan sebuah tembok panjang di perbatasan selatan," tegasnya.

Seperti diketahui tembok yang dimaksud adalah pembatas antara Amerika Serikat dan Meksiko. Rencana tembok pembatas tersebut digaungkan Trump sejak masa kompetisi kandidat capres Partai Republik. Menurutnya tembok itu penting guna menghalau imigran gelap Meksiko yang kerap menjadi penjahat di AS.

Donald Trump: Israel bakal hancur oleh nuklir Iran

Calon presiden besutan Partai Republik Donald Trump mengatakan jika dia tidak terpilih jadi presiden maka Israel akan hancur oleh nuklir Iran. Hal tersebut menyangkut perundingan sanksi nuklir yang kembali bergulir.

"(Nuklir) akan menghancurkan Israel, kecuali saya terpilih (jadi presiden) lantas Israel akan baik-baik saja," ujarnya di Cleveland, seperti diberitakan Columbus Dispatch, dikutip laman Haaretz, Rabu (7/9).

Menyinggung hal tersebut, wakil calon presiden Hillary, Senator Tim Kaine, menyebut siap mempertahankan kesepakatan dengan Iran dan mengacuhkan konsen Trump terhadap Israel, serta menilai bila dia bermuka dua. Menurutnya hal itu hanya strategi sang taipan dalam meraup suara.

Sebagai menteri luar negeri dalam kabinet periode pertama Presiden Obama, Hillary Clinton berkontribusi dalam negosiasi kesepakatan Iran dan mengatakan dia akan terus memegang teguh hal tersebut. Orang di Partai Demokrat sendiri menilai bahwa kelak Hillary akan sangat ketat terhadap hal tersebut ketimbang jajaran kabinet Obama sekarang.

"Kami jelas tidak mengerti apa ide Trump dalam menangani Iran, dan sejujurnya, dia juga tidak tahu bagaimana melakukannya," tandas Kaine.

Melarang warga muslim masuk ke Amerika Serikat

lensaterkini.web.id - Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menyatakan selama periode tidak terbatas, orang beragam Islam harus dilarang memasuki negaranya. Ujaran kebencian anti-Islam itu adalah respon pengusaha properti tajir ini atas penembakan massal di San Bernardino, California, pekan lalu yang menewaskan 14 orang. Serangan bermotif terorisme itu pelakunya pasangan suami-istri imigran muslim.

Trump menegaskan seandainya terpilih dalam pemilu tahun depan, dia serius menghentikan orang Islam untuk dapat masuk ke Negeri Paman Sam. Pelarangan itu, menurutnya, harus dilakukan dari pintu imigrasi darat, laut, maupun udara.

"Larangan (masuk) itu berlaku sampai kita bisa memutuskan dan mengerti permasalahan ideologi Islam dan ancamannya yang berbahaya. Negara ini tidak bisa menjadi korban serangan kaum percaya pada konsep Jihad dan tidak memiliki nalar untuk menghormati sesama manusia," ujar Trump dalam pernyataannya kepada awak media kemarin, seperti dikutip dari laman BBC, Selasa (7/12).

Trump ingin bangun tembok pembatas di perbatasan Meksiko

Trump mengungkapkan dia ingin membangun "tembok raksasa" antara Amerika dan Meksiko agar imigran gelap tak masuk termasuk migran Suriah. Trump mengatakan warga Meksiko yang masuk ke Amerika sebagian besar adalah penjahat.

"Mereka membawa obat bius, penjahat dan mereka adalah pemerkosa," katanya. Ia mengatakan Meksiko harus membayar tembok raksasa itu dan menurut analisa BBC bernilai antara USD 2,2 miliar sampai USD 13 miliar.

Tak kurang koresponden senior stasiun televisi Fox News Geraldo Rivera mengatakan, para pendukung partai Republik hanya mau mendukung 'orang gila' macam Trump bagi capres mereka.

Dalam wawancara dengan pengamat media Howard Kurtz Senin lalu, dia sebelumnya mengagumi sosok Trump. Tapi ketika pria 69 tahun itu berkomentar soal para imigran Meksiko, Rivera sangat menyesalkan pernyataan Trump.

"Dia teman saya. Saya suka dia. Tapi kemudian dia bilang imigran Meksiko adalah pengedar narkoba dan pemerkosa," kata Rivera, seperti dilansir Rawstory, Senin (1/5).

"Meski saya menghormati dia (Trump) dan keluarganya, saya tidak akan pernah memilihnya kecuali dia mengubah pandangannya," kata Rivera.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola