4 Alasan Yang Membuat Pegawai Bergaji Rp 5 Juta Harus Ambil KPR

Rumah adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Apalagi untuk kamu yang sudah atau berencana menikah dan berkeluarga. Bila tidak dipenuhi, kualitas hidupmu akan menurun. Asyiknya, ada kabar gembira untuk orang bergaji Rp 5 juta yang mau membeli rumah secara kredit. Alasannya, saat ini ada berbagai kemudahan yang diberikan bank maupun pemerintah.

Uang muka rumah turun

lensaterkini.web.id - Ragu beli rumah karena uang muka belum terkumpul? Jangan khawatir karena ada aturan baru yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan rasio Loan to Value (LTV) atau uang muka rumah.

Dalam aturan yang tertuang dalam PBI No. 18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk kredit properti, uang muka untuk rumah pertama turun dari semula 20 persen menjadi hanya 15 persen. Sementara uang muka KPR rumah kedua jadi 20 persen dan uang muka KPR rumah ketiga menjadi 25 persen. Aturan ini resmi berlaku sejak 29 Agustus 2016.

Oleh karenanya, jika rumah yang mau kamu beli seharga Rp 300 juta, kamu hanya perlu menyetorkan Rp 45 juta dan bukan Rp 60 juta. Jelas lebih untung bukan? Karena selisih Rp 15 juta bisa dipergunakan untuk membayar cicilan.

Cicilan masih bisa dijangkau

Jika gaji per bulan Rp5 juta dan kamu punya penghasilan lain di luar gaji minimal Rp 1 juta per bulan, kamu masih memenuhi rasio kredit sehat sehingga dinilai mampu untuk membeli rumah. Rasio kredit sehat adalah jumlah cicilan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan.

Jadi kalau dalam sebulan kamu punya Rp 6 juta, sebanyak Rp 1.970.669 bisa digunakan untuk mencicil rumah. Angka Rp 1.970.669 didapatkan melalui perhitungan mesin. Berikut rinciannya:

Harga rumah: Rp 300.000.000
Pendapatan: Rp 5.000.000 ditambah penghasilan tambahan Rp 1.000.000
Tenor/jangka waktu: 15 tahun
Bunga: 7,70 persen
Suku bunga tetap: 1 tahun

Refinancing KPR

lensaterkini.web.id - Nilai Rp 300 juta hari ini tentu berbeda 10 tahun kemudian. Karena nilai rumah yang semakin mahal, kamu bisa lho mengajukan refinancing KPR pada bank. KPR Refinance bisa juga disebut sebagai sistem penilaian ulang rumah yang telah Anda beli dengan menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Biasanya penilaian ulang ini bisa dilakukan oleh bank tempat kamu mengajukan KPR atau bank lain. Pada dasarnya refinancing di sini merupakan sebuah pengajuan kembali kredit kepada pihak kreditor dengan jaminan rumah yang sedang kamu cicil.

Misalnya jika sisa dana yang perlu kamu bayarkan untuk melunasi KPR Anda adalah Rp 200 juta, sedangkan nilai baru rumah kamu saat ini adalah Rp 350 juta. Maka dana tunai yang bisa kamu dapatkan adalah Rp 150 juta. Cukup besar bila kamu berniat membuka usaha sampingan.

Pilih KPR syariah

Tidak mau diberatkan oleh bunga KPR setelah suku bunga tetap berakhir? Ajukan saja KPR syariah. Pada KPR konvensional bunga yang diterapkan bersifat fluktuatif atau menyesuaikan kondisi suku bunga yang berlaku. KPR konvensional memang menetapkan bunga dan cicilan tetap, namun biasanya hanya berlaku 13 tahun pertama saja.

Sedangkan pada KPR syariah, harga jual rumah ditetapkan di awal saat kamu menandatangani perjanjian pembiayaan jual beli rumah. Karena itulah pada KPR syariah jumlah angsuran bulanan akan tetap. Namun, jumlah angsuran tersebut akan ditetapkan sesuai dengan kesepakatan di awal perjanjian hingga jatuh tempo pembiayaan atau masa angsuran selesai.

Kelebihan lain dari KPR syariah adalah tidak menetapkan sistem penalti. Berbeda dengan KPR konvensional yang mengenakan penalti ketika kamu ingin melunasi angsuran sebelum masa kontrak berakhir.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola