5 WNI Yang Pindah Status Kewarganegaraannya Demi Karir

Beberapa pekan terakhir, masalah status kewarganegaraan tengah ramai menjadi perbincangan di Indonesia. Berawal dari kasus eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar yang terbukti memiliki paspor ganda yakni Amerika Serikat (AS) dan Indonesia, berujung pada pencopotan jabatan sebagai menteri. Baru 20 hari duduk di kursi Menteri ESDM, Arcandra diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo.

Arcandra yang dilantik pada 27 Juli 2016, resmi dicopot dari jabatannya pada 15 Agustus 2016. Dia tercatat sebagai warga negara Paman Sam dan otomatis kehilangan status sebagai warga negara Indonesia (WNI), meskipun Arcandra berkilah telah mengembalikan paspor Amerika. Pengangkatan Arcandra pun menuai kritik dari banyak pihak. Jokowi dan timnya dinilai ceroboh karena tidak cermat memeriksa latarbelakang dan rekam jejak Arcandra sebelum ditunjuk sebagai menteri.

Arcandra hanya satu dari banyak cerita anak bangsa yang memilih menjadi warga negara asing. Jika ditelisik, berbagai alasan menjadi dasar seorang Warga Negara Indonesia (WNI) memutuskan hijrah ke negara lain. Banyak pesohor, mulai dari atlet, publik figur, akademisi hingga ilmuwan hebat yang akhirnya memutuskan berpindah status kewarganegaraan.

Karir, salah satu alasan yang banyak digunakan WNI untuk berpindah status warga negara. Keharusan menetap di luar negeri hingga mimpi bakal sukses di kancah internasional mendorong banyak putra-putri berbakat tanah air meninggalkan status WNI mereka.

Tak sedikit pula dari WNI yang karirnya menanjak hingga dikenal dunia usai berpindah kewarganegaraan. Berikut sederet WNI yang akhirnya memutuskan pindah kewarganegaraan demi karier:

Anggun Cipta Sasmi ingin go internasional

lensaterkini.web.id - Anggun Cipta Sasmi, seorang penyanyi dan pencipta lagu berkulit sawo matang ini merupakan salah seorang artis yang memutuskan untuk berpindah kewarganegaraan. Anggun pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Prancis setelah menikah dan mengikuti jejak suaminya, Cyril Montana.

Walaupun karirnya di Indonesia terbilang mumpuni sebagai penyanyi rock, tetapi pada tahun 1994, Anggun memilih untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi penyanyi internasional. Anggun mengaku punya alasan khusus mengapa dirinya memilih menjadi warga negara Prancis ketimbang Indonesia.

"Prancis ini identitas yang baru, sudah 14 tahun punya paspor Prancis. Hanya untuk berikan identitas pergi ke manapun, waktu dulu pakai paspor Indonesia agak sulit pergi ke mana-mana," ungkap Anggun di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pindah kewarganegaraan tentu bukan hal mudah bagi Anggun saat itu. Dalam sebuah wawancara, Bens Leo mengungkapkan bila ibu satu anak ini sempat berurai air mata saat membuat keputusan besar tersebut.

"Saya sempat tanya ke Anggun soal pindah warga negara. Sambil meneteskan air mata, dia bilang terpaksa mengganti kewarganegaraan Perancis," aku Bens ditemui di MNC Tower, Jakarta Pusat, Kamis (10/12). Air mata dan pengorbanan Anggun tak sia-sia. Terbukti, ia berhasil dikenal oleh dunia. Bahkan single Snow On The Sahara mengantarkannya melaju di tangga musik Billboard.

Meski bukan lagi orang Indonesia, Anggun tetap mencintai negara di mana ia pernah tumbuh besar. Bahkan dalam caranya bermusik, ia tak melupakan unsur etnik yang kental. "Meski menangis pindah menjadi warga asing, Anggun bilang hatinya tetap merah putih," pungkas pemerhati musik ternama ini.

Mia Audina Si Anak Ajaib

Mia Audina Tjiptawan adalah salah satu mantan pemain bulu tangkis Indonesia. Setelah menikah dengan Tylio Arlo Lobman, Mia akhirnya memutuskan berpindah haluan menjadi Warga Negara Belanda. Mia tetap bermain bulu tangkis, tetapi yang dibelanya adalah nama negara Belanda.

Nama Mia sempat harum di Tanah Air setelah memperkuat Tim Piala Uber Indonesia. Saat itu Mia masih berumur 14 tahun dan menjadi anggota Tim Piala Uber termuda sepanjang sejarah bulu tangkis, sehingga hal itu menyebabkan Mia mendapat julukan "Si Anak Ajaib".

Julukan ini pun pantas disematkan kepada Mia. Buktinya, wanita kelahiran Jakarta itu berhasil memberikan piala bagi Indonesia saat menjuarai Piala Uber 1994 dan 1996. Tapi, torehannya jauh lebih berkilap setelah menjadi warga negara Belanda.

Masa keemasan pun mendatangi Mia ketika merebut medali perak Olimpiade Athena 2004 bagi kontingen Belanda. Dalam suatu kesempatan, Mia mengatakan kesuksesan yang diraihnya adalah buah dari kerja kerasnya selama ini.

"Prestasi tak ada datang dengan sendirinya, melainkan buah dari kerja keras yang Anda lakukan sebelumnya," ungkap Mia. Tak hanya kiprah cemerlangnya di Olimpiade Athena 2004, Mia mampu mencatat prestasi memukau bersama Negeri Kincir Angin, di antaranya ketika melakoni Swiss Open 2002. Pada debut laganya di turnamen itu, dia langsung bertengger di podium utama kategori tunggal putri. Lalu, prestasi juga ditorehkan Mia dalam ajang Jepang Open (2004), Jerman Open (2005),dan Belanda Open (2005).

Daniel Sahuleka penyanyi jazz berdarah Ambon

lensaterkini.web.id - Daniel Sahuleka adalah seorang penyanyi beraliran jazz berkewarganegaraan Belanda yang memiliki darah keturunan Ambon. Musisi berdarah campuran Maluku, Sunda, serta Cina ini lahir di Semarang, 6 Desember 1950.

Daniel memulai debut di dunia tarik suara di Eropa pada 1977 dengan single pertama, You Make My World So Colorful. Beberapa lagunya yang terkenal di Indonesia, seperti 'You Make My World So Colorful' yang muncul pada akhir 1970-an sebagai salah satu lagu dalam album Daniel Sahuleka (1976) dan 'Don't Sleep Away The Night' yang merupakan singel album dengan judul yang sama pada tahun 1981.

Pada awal kariernya sebagai penyanyi rekaman, Daniel bernaung di bawah Polydor (Belanda). Dirinya terus eksis dan terlibat dalam sejumlah festival jazz dunia. Dan pada 2004 kembali merilis album baru berisi lagu yang kuat diwarnai oleh nada dari tanah leluhurnya, Maluku.

Tielman Brother, band rock and roll legendaris

The Tielman Brothers adalah band rock and roll legendaris meraih ketenaran di Belanda. Mereka memasuki blantika musik internasional pada 1950-an. Grup ini diawaki Reggy Tielman, Ponthon Tielman, Andy Tielman, Loulou Tielman, dan adik mereka, Jane Tielman.

Kelompok ini memulai karier setelah perang kemerdekaan Indonesia sebagai Timor Rhythm Brothers. Mereka telah mewarisi bakat musik dari sang ayah, Herman, prajurit KNIL berpangkat kapten.

Mereka pertama kali main di pesta-pesta pribadi dan untuk tentara Belanda ditugaskan di Indonesia selama Perang Kemerdekaan, 1946-1949. Sehabis itu, popularitas mereka meroket sampai akhirnya mendapat kesempatan berharga menggelar sebuah pertunjukan pribadi untuk Presiden Soekarno di salah satu istananya.

Bagi kebanyakan warga Euraia (Indo dalam istilah Hindia Belanda), seperti Tielman bersaudara, memiliki ayah warga Indonesia dan ibu keturunan Jerman, hidup di Indonesia menjadi makin tidak menentu dan berbahaya. Khususnya ketika Belanda dan Indonesia terlibat konflik Papau pada 1957.

Tielman bersaudara termasuk 300 ribu warga Indo pindah ke Belanda dan menetap di Kota Breda dengan minim perabotan. Saat masih anak-anak, mereka kerap menyetel lagu klasik dari grup The Everly Brothers berjudul Bye Bye Love di sebuah toko musik lokal. Pemiliknya setuju menjual kepada mereka satu set instrumen lengkap kelas atas dengan cara dicicil.

Andy Tielman pada gitar dan vokal menjadi pemimpin grup band itu. Mereka akhirnya mulai menjalani periode kesuksesan tur sampai merekam lagu mereka sendiri. Pada 1958, band sekarang dikenal sebagai The Four Tielman Brothers merilis rekaman pertama berjudul Rock Little Baby of Mine.

Mereka meraih sukses di Jerman di mana mereka mulai bermain di beberapa klub malam, terutama di kota-kota dengan markas tentara Amerika Serikat. Mereka juga menarik banyak penonton setiap kali tampil. Namun sayang, nama The Tielman Brothers di Indonesia hingga kini masih menjadi nama asing. The Tielman Brothers sudah terkenal di Eropa jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones muncul.

Kristania Virginia, Miss Indonesia 2006 asal Manado

lensaterkini.web.id - Kristania Virginia Besouw, Miss Indonesia 2006 asal Manado ini telah pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Amerika Serikat. Bahkan Kristania telah bergabung dengan US Army. Setelah bergabung menjadi tentara Amerika Serikat, Miss Indonesia 2006 Kristania Virginia Besouw disibukkan dengan berbagai kegiatan kemiliteran. Itu terlihat dari beberapa foto yang diunggah dalam akun Facebook miliknya.

Atas prestasinya bisa lolos menjadi anggota tentara Amerika, Kristy banyak diberitakan oleh media lokal Manado. Mereka bangga Nona Manado 2004 itu menjadi satu-satunya wanita asal Indonesia yang menjadi US Army. Kristy juga mengunggah beberapa foto koran lokal yang memberitakannya itu.

Tak hanya warga Manado yang bangga atas prestasi itu, Kristy sendiri mengaku bangga menjadi bagian dari Amerika Serikat. Namun, kebanggaannya tersebut tidak melupakan dari mana dia berasal.
"I'm a proud American now, but deep inside I am still 100% Manadonese. Never forget where you came from. Saya bangga dengan Amerika sekarang, tapi jauh didalam lubuk hati saya masih 100% orang Manado (Indonesia). Tak akan pernah melupakan dari mana berasal," tulis Kristy di akun Facebooknya, seperti dikutip merdeka.com Senin (16/3).

Dia mulai bekerja sebagai tentara Amerika Serikat sejak 28 Oktober 2014. Hal itu dia tuliskan dalam statusnya di media sosial Facebook.

"Bekerja di U.S Army 28 Oktober 2014 hingga sekarang," tulisnya, seperti dikutip merdeka.com Senin (16/3). Selain itu, Kristy pun tampak mengunggah beberapa foto koran lokal Manado yang memberitakan dirinya menjadi tentara Amerika. Bahkan dalam koran tersebut ada pernyataan dari Kapuspen TNI bahwa dia bukan lagi warga negara Indonesia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola