5 Negara Dengan Cuti Melahirkan Terlama di Dunia

Yenni Linda Yanti, mungkin menjadi wanita pertama yang merasakan cuti terpanjang dan terlama di Indonesia. Ya, PNS Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA ini mendapatkan cuti hamil selama enam bulan.

Cuti itu diberikan langsung oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. Dia menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang cuti hamil selama 6 bulan. Aturan itu berlaku bagi semua kalangan, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun swasta. Cuti hamil selama 6 bulan itu tercantum dalam Pergub Nomor 49/2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif.

Meski demikian, para ibu merupakan Pegawai Negeri Sipil dilarang mendapatkan hak tunjangan apa pun selama cuti hamil, di luar gaji pokok. Hal itu buat memberi rasa adil bagi PNS bekerja penuh waktu. Tenaga kontrak di lingkup instansi dan perusahaan pun tidak diberi gaji penuh, minimal para ibu itu diberikan upah setengah dari gaji pokok.

Pergub cuti hamil dan melahirkan berpedoman pada Peraturan No 33/2012 tentang pemberian ASI eksklusif kepada bayi. Hal itu juga bertujuan untuk menekan angka stunting, atau kondisi menyebabkan anak-anak mengalami tubuh lebih pendek atau tidak sesuai dengan usia.

Aturan ini sungguh jauh berbeda dengan Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Ketenagakerjaan, di mana disebutkan aturan cuti hamil hanya berlaku selama tiga bulan. Jumlah itu terbagi menjadi 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan sesudah melahirkan. Meski demikian, Aceh bukan daerah pertama yang menerapkan aturan cuti melahirkan terpanjang. Berikut beberapa negara dengan aturan cuti melahirkan terpanjang dan terlama.

Swedia

lensaterkini.web.id - Swedia menjadi negara dengan cuti melahirkan terlama di dunia. Negara ini memberikan curi 480 hari, bagi perempuan yang baru melahirkan, artinya lebih dari setahun. Bahkan bisa diambil kapanpun sampai usia anak mencapai delapan tahun.

Selain sang ibu, cuti ini juga bisa dinikmati sang ayah. Kaum pria mendapat cuti selama dua bulan untuk menemani istrinya.

Lamanya cuti juga dipengaruhi besaran upah yang diterima antara kepala keluarga dan istri, di mana jumlah upah untuk laki-laki lebih besar dibandingkan dengan perempuan. Alhasil, banyak kaum ibu yang mengambil hak cutinya. Tak hanya itu, selama menikmati curi, sang ibu tetap mendapatkan upah sebanyak 80 persen dari gaji yang diterimanya. Luar biasa.

Kroasia

Di negara ini, ibu melahirkan mendapatkan jatah cuti selama satu tahun, dan bisa digunakan hingga anak berusia enam tahun.

Tidak hanya itu, hak yang sama juga tetap didapatkan meski sang ibu sudah kembali bekerja. Dia tetap mendapatkan cuti melahirkan sampai anak berusia tiga tahun. Meski tidak masuk kerja, namun para ibu ini tidak perlu khawatir dengan keuangan mereka. Sebab, pemerintah menjamin upah akan tetap diberikan full tanpa potongan apapun.

Denmark

lensaterkini.web.id - Hampir sama dengan Kroasia, Denmark menerapkan kebijakan cuti cukup manusiawi, meski waktunya lebih sedikit dibandingkan dengan Swedia, namun mereka yang mengambil haknya tetap mendapatkan upah sebesar 100 persen.

Di negeri ini, hak cuti melahirkan yang diberikan hanya selama 52 minggu. Selain upah yang diberikan penuh, mereka juga mendapatkan tunjangan keluarga dari negara, yang besarannya mencapai 4,2 persen dari total pendapatan negara. Untuk memudahkan ibu yang bekerja, bayi sudah lahir, atau sudah berusia 6 bulan ke atas dapat dititipkan di baby daycare, tanpa dipungut biaya apapun. Keren kan?

Serbia

Sama halnya dengan Denmark, Serbia menerapkan kebijakan cuti hanya selama 52 minggu. Negeri ini juga menerapkan kebijakan agar setiap ibu yang mengambil cuti tetap mendapatkan upah penuh.

Fasilitas ini sangat istimewa, sayangnya tidak banyak yang mau menggunakan haknya. Hanya 38,3 persen perempuan yang memilih tetap bekerja di luar rumah. Sebagian besar memilih menjadi ibu rumah tangga.

Inggris

lensaterkini.web.id - Kebijakan cuti melahirkan di Inggris juga tidak jauh berbeda dengan negara tetangganya di Eropa. Negara yang dipimpin Ratu Elizabeth ini memberikan cuti selama 52 minggu, itupun dibagi menjadi dua, yakni cuti melahirkan selama 26 minggu dan tambahan 26 minggu.

Meski begitu, penggunanya tidak musti menggunakan haknya secara penuh, cuti bisa diambil kapanpun tergantung kemauan sang ibu. Bahkan dua minggu setelah bayinya lahir. Baru setahun lalu, pemerintah Inggris menerapkan kebijakan tambahan, yakni Shared Parental Leave Regulation. Aturan ini memberikan keleluasaan bagi ayah dan ibu untuk berbagi jatah cuti.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola