4 Hewan Yang Menjadi Sangar Berkat Evolusi

Apakah kamu percaya evolusi seperti yang diungkapkan oleh Charles Darwin? Jika iya, tentu kamu setuju bila makhluk hidup yang ada saat ini bisa bertahan hidup berkat evolusi. Evolusi membuat tumbuhan dan hewan bisa beradaptasi dengan lingkungan.

Berbicara soal evolusi, proses perubahan panjang ini berawal dari mutasi yang terjadi pada tubuh makhluk hidup. Buat kamu yang lupa, mutasi adalah perubahan di gen yang mengakibatkan perubahan pada tubuh (mirip di film X-Men Marvel). Menariknya, pada beberapa hewan, ada proses mutasi dan evolusi yang membuat mereka mempunyai kemampuan super. Berikut ini beberapa contohnya.

Burung Sekretaris - Tendangan silat

lensaterkini.web.id - Bukan, ini bukan burung yang hidupnya di kantor. Burung Sekretaris (Sagittarius serpentarius) adalah spesies burung besar yang berasal dari Afrika, bahkan menjadi lambang negara Afrika Selatan.

Kemampuan super burung ini adalah tendangan kilat yang kekuatannya sama dengan pakar bela diri. Ya, burung Sekretaris hanya butuh 15 mili detik untuk melancarkan tendangan berkekuatan 400 kilogram.

Kemampuan ini didapat dari proses mutasi panjang setelah si burung memilih untuk menjadikan ular beracun sebagai mangsa utamanya. Perkelahian dengan ular berbisa selama ribuan tahun membuat kaki burung Sekretaris kuat dan cepat agar bisa membunuh ular dengan cepat tanpa terpatuk bisanya.

Tikus mondok telanjang - Gigi sumpit

Jenis tikus ini terlihat menjijikkan karena nyaris tidak memiliki rambut di tubuhnya. Tapi jangan salah, si tikus mondok telanjang (Heterocephalus glaber) ini terbukti tidak bisa terkena kanker dan berumur panjang, sampai 30 tahun!

Tinggal di dalam tanah memaksa si tikus untuk berevolusi, terutama bagian giginya. Tak banyak yang tahu bila gigi tikus mondok telanjang yang menjulur keluar dari mulutnya itu bisa bergerak sendiri-sendiri. Ya, benar sekali, mirip sumpit saat kita makan.

Kemampuan unik ini membuat tikus mondok telanjang bisa menggali tanah panas dan lembap di habitannya di Afrika dengan lebih cepat. Selain itu, tikus ini juga bisa berlari ke belakang (tanpa menoleh) sama cepatnya dengan berlari ke arah depan.

Burung Guillemot - Bayi anti air

lensaterkini.web.id - Burung Guillemot (Cepphus sp.) hidup di sekitar pantai atau tebing-tebing karang ini tinggal dalam koloni yang jumlah anggotanya hingga nyaris jutaan ekor. Padat 'penduduk' jelas mengakibatkan masalah besar, kotoran jatuh bahkan menggunung di mana-mana.

Tentu kondisi ini berbahaya bagi telur, yang notabene mempunyai pori-pori untuk bernapas anakan di dalamnya. Tertimbun kotoran tentu bisa mengakibatkan calon burung di dalam telur mati.

Nah, evolusi sekali lagi mengambil peran penting. Telur dari Guillemot lama-kelamaan jadi semakin anti air, jadi setiap ada kotoran yang terjatuh di atasnya akan dengan cepat tergelincir jatuh. Berdasarkan penelitian, cangkang telur burung Guillemot memiliki lapisan hydrophobic yang sama dengan daun teratai. Lapisan ini membantu telur untuk membersihkan dirinya sendiri.

Lele Loricariidae - Panjat tebing

Di sungai Orinoco di pedalaman Venezuela, ilmuwan menemukan spesies lele baru dengan kemampuan super, tidak hanya bisa keluar dari air tapi juga memanjat bebatuan! Spesies yang tergolong keluarga Loricariidae ini diklaim belum pernah terlihat sebelumnya di bagian Bumi lain.

Si lele Loricariidae bisa memanjat batu karena mempunyai mulut penyedot besar yang bisa melekat di batu dan sepasang sirip kuat seperti kaki. Hebatnya lagi, sirip lele ini bisa bergerak sendiri-sendiri baik melangkah ke belakang atau ke depan.

Kemampuan memanjat dan berjalan ini membuat lele Loricariidae bisa keluar dari sungai mencari sumber air lain saat kemarau atau naik ke bebatuaan saat banjir melanda. Kemampuan ini hanya bisa terwujud lewat proses evolusi dari lele biasa hingga seperti Loricariidae sekarang.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola