4 Alasan Kenapa Negara Tiongkok Bakal Menang Melawan Amerika

Selama ini Tiongkok dan Amerika belum pernah terlibat konfrontasi secara langsung, seperti ketika AS melawan Rusia dalam Perang Dingin atau mungkin konflik di Afghan dan Irak yang melibatkan Amerika.

Namun, belakangan mulai tercipta suasana yang cukup panas di antara kedua negara ini terutama soal Laut China Selatan. Bahkan sentimen rakyat Tiongkok sangat nyata ditunjukkan kepada AS. Walaupun praktiknya cuma aksi banting-banting iPhone yang katanya merepresentasikan Amerika.

Soal ketidaksukaan Tiongkok terhadap AS ini coba kita telaah lebih jauh. Seumpama suasana panas ini makin tinggi dan intens, maka bisa saja pada akhirnya dua negara itu bakal mengerahkan kekuatan militernya masing-masing. Dan jika sampai terjadi, maka besar kemungkinan yang memenangkan pertempuran adalah Tiongkok.

Mungkin si negara tirai bambu ini kalah peringkat dari AS, tapi ada banyak alasan kenapa Tiongkok bakal menang jika berhadapan dengan Paman Sam. Lalu, kenapa Tiongkok bakal bisa menang jika lawan AS meskipun kalah peringkat? Jawaban dari pertanyaan tersebut bakal terungkap lewat ulasan berikut ini.

Tiongkok Punya Jumlah Tentara Lebih Banyak

lensaterkini.web.id - Sebenarnya tanpa perlu menyelami data-data militer, kita tahu kalau kekuatan utama Tiongkok itu ada di jumlah tentaranya. Dengan populasi manusia sebanyak 1,3 miliar maka sudah bisa terbayangkan berapa jumlah tentara yang mereka miliki. Dari data terbaru yang dihimpun Global Fire Power, Tiongkok saat ini memiliki sekitar 2.334.000 tentara aktif.

Jumlah tersebut adalah yang terbanyak di dunia alias mengalahkan siapa pun termasuk Amerika. Ya, negara satu itu memiliki jumlah tentara sekitar 1,4 juta. Selisihnya hampir satu jutaan personil jika dibandingkan dengan Tiongkok. Tak hanya punya tentara aktif, seumpama terjadi total war di antara dua negara, Tiongkok masih bisa memanfaatkan sekitar 619 juta jiwa untuk perang.

Tiongkok Menang Jumlah Tank dari Amerika

Tank adalah faktor penting dalam sebuah pertempuran. Kendaraan ini adalah garda utama yang jadi penentu sebuah pihak menang atau kalah. Soal menang kalah, secara kasar bisa ditentukan lewat banyaknya tank yang tersedia. Nah, jika logika ini diaplikasikan kepada konfrontasi AS dan Tiongkok, maka yang menang ternyata adalah si negeri tirai bambu.

Ya, siapa yang sangka jika Tiongkok ternyata mengungguli jumlah tanknya Amerika. Totalnya sendiri mencapai 9.150 buah. Amerika juga banyak sih, namun selisihnya dengan Tiongkok cukup lumayan yakni 8.848 buah. Kita bayangkan semua tank ini diturunkan, maka Tiongkok lah yang lebih punya kesempatan menang.

Hutang Luar Negeri AS Jauh Lebih Banyak

lensaterkini.web.id - Amerika memang juara satu di ranah militer dunia, tapi di sisi lain mereka sangat lemah. Salah satunya adalah di ranah finansial terutama hutang luar negeri. Ya, mereka juga jadi juara dunia soal hutang. Tercatat hari ini negerinya Obama itu masih memiliki hutang sebanyak $17.3 triliun, kalau dirupiahkan jumlahnya bisa bikin kalkulator eror.

Tentu ada korelasinya antara hutang dan juga militer. Logikanya, makin banyak hutang, maka kemampuan beli harusnya turun. Dalam hal ini, AS bakal makin kesulitan untuk menambah atau mengadakan alutsista baru. Tiongkok sendiri juga memiliki hutang, namun jumlahnya tak sampai $905 miliar. Dengan hutang yang lebih sedikit, Tiongkok pasti sangat mampu menambah jumlah koleksi mainan militernya.

Tiongkok Punya Cadangan Kekayaan Lebih Banyak

Masih soal uang, lagi-lagi Tiongkok menang melawan AS dalam hal jumlah cadangan kekayaan. Masih menurut data dari Global Fire Power, hari ini Tiongkok setidaknya memiliki $3,2 triliun kekayaan, sedangkan AS cuma memiliki sekitar $130 miliar saja. Sungguh bagai langit dan bumi selisihnya.

Dengan jumlah kekayaan yang lebih banyak, lagi-lagi Tiongkok akan jauh lebih mudah untuk menghimpun kekuatan militernya. AS mungkin bisa, namun tak bakal bisa menyaingi Tiongkok.

Inilah alasan kenapa Tiongkok sangat mungkin untuk mengalahkan AS. Mereka unggul jumlah tentara sampai punya kekuatan membeli alutsista lebih baik. Nah, terlepas dari ini, mudah-mudahan tak pernah ada perang di antara keduanya. Bukannya apa-apa, awalnya mungkin hanya antar dua negara, tapi pada praktiknya ini mungkin bisa jalan masuk untuk terjadinya perang dunia yang melibatkan banyak negara.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola