3 Fakta Tentang Kehidupan Anak - Anak di Masa Kerajaan Dulu

Bahasan tentang sejarah seringnya adalah tentang kehidupan raja-raja atau perang. Hampir jarang atau mungkin tak ada ulasan yang membahas secara spesifik tentang kehidupan anak-anak di masa lalu. Kira-kira apa sih yang mereka lakukan ketika itu? Apakah mereka juga bermain? Atau kah mereka justru merasakan kehidupan yang tak menyenangkan? Hal-hal seperti ini tentunya mengundang rasa penasaran.

Namanya juga anak-anak, sampai kapan pun kehidupan mereka juga akan selalu sama di setiap zaman. Menikmati masa bermain dan berteman dengan yang lainnya. Tapi, tentu ada satu dua perbedaan tentang kehidupan anak-anak di masing-masing zaman. Kira-kira seperti apa, ya?

Nah, berikut ini adalah fakta-fakta kehidupan anak-anak di masa kerajaan dulu. Membaca ini mungkin akan membuat pengetahuanmu tentang masa lalu makin kompleks lagi. Simak ulasannya berikut.

Soal Nama, Bapak Selalu Menyematkan Nama Anak

lensaterkini.web.id - Kalau di masa sekarang, nama ayah ya independen alias berdiri sendiri. Misalnya namanya Joko ya dipanggilnya Pak Joko. Jika sekarang seperti itu, dulu ternyata tidak demikian. Nama ayah selalu gabung jadi satu dengan anak. Misalnya Rama Bapaknya Si Susilo, Budi Bapaknya Si Ni Ayu dan semacamnya. Selalu seperti ini.

Hal penyematan nama ayah dan anak yang digabung ini tertulis dalam beberapa prasasti. Misalnya Jurungan, Mantyasih III, Taji Panggumulan, dan masih banyak lain. Terlihat unik ya nama ayah yang seperti ini, dan ini juga jadi bukti kalau keberadaan anak bagi keluarga di masa kerajaan dulu itu sangat penting.

Anak-Anak Dulu Paling Suka Melihat Akrobat

Kalau di masa sekarang ini hiburan anak-anak itu sangat luas. Mulai dari game sampai pertunjukkan, entah sirkus atau pun yang ada di Seaworld itu. Anak-anak zaman dulu ternyata juga sama, mereka juga menikmati hiburan-hiburan menyenangkan meskipun tak sekompleks zaman sekarang tentu saja.

Terpahat dalam relief Candi Borobudur, ternyata anak-anak di masa lalu gemar menonton akrobat di pasar-pasar. Ya, zaman dulu pasar adalah tempat satu-satunya orang-orang melakukan interaksi sosial yang massal. Tak hanya jual beli saja, di sini juga terdapat banyak hiburan. Salah satunya ya akrobat itu tadi yang bikin anak-anak bungah alias senang.

Anak-Anak Zaman Kerajaan Juga Pergi ke Sekolah

lensaterkini.web.id - Pendidikan yang benar-benar terstruktur ada di Indonesia setelah Belanda datang. Sebelumnya, tentu saja tak pernah ada yang seperti itu. Meskipun demikian, tapi bukan berarti anak-anak zaman dulu tak pernah sekolah. Mereka ternyata mengenyam pendidikan, meskipun tentu sangat sederhana.

Soal pendidikan anak-anak, hal ini dituliskan dalam dua naskah kuno zaman Majapahit, bernama Nitisastra dan juga Sarasamuccaya. Di dua naskah ini dijelaskan jika anak-anak ternyata belajar membaca dan menulis Sansekerta. Mereka kadang ditemani orangtua dan khusus untuk belajar ini anak-anak mendapatkan pakaian-pakaian yang pantas.

Kira-kira seperti inilah kehidupan anak-anak di masa kerajaan dulu. Ternyata tak seburuk seperti yang kita pikir, ya. Mereka juga bermain dan bersenang-senang, bahkan juga mendapatkan pendidikan yang sangat layak, setidaknya untuk saat itu.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola