7 Daerah Pembuangan Sampah Yang Disulap Jadi Obyek Wisata yang Menakjubkan

Tetapi di dunia ini banyak sekali objek wisata yang punya riwayat unik. Ada yang dulunya merupakan saksi bisu peristiwa pembunuhan, lokasi perang, penjara, maupun tempat berhantu.

Ada pula tempat-tempat pembuangan yang berubah fungsi menjadi tempat wisata. Objek-objek wisata yang dibangun dari bekas lokasi pembuangan limbah seperti Pulau Semakau yang dimiliki negara tetangga kita Singapura merupakan sebuah usaha reklamasi dan revitalisasi kreatif dari pemerintah.Namun ada juga tempat pembuangan sampah yang tidak sengaja menjadi objek wisata seperti Pantai Fort Bragg di California, Amerika Serikat.

Berikut ini kami hadirkan 5 Tempat Pembuangan Sampah Yang Disulap Jadi Tempat Wisata Paling Indah Di Dunia.

1. Pulau Semakau, Singapura

Pulau kecil yang tampak modern ini sebenarnya adalah bekas desa nelayan yang direvitalisasi. Ketika pemerintah Singapura membeli pulau tersebut, dalam waktu singkat Pulau Semakau menjadi tempat pembuangan sampah. Sebagian besar limbah yang dihasilkan oleh warga negara kota itu dibuang ke Pulau Semakau.

Kemudian dalam satu dekade terakhir pemerintah Singapura memutuskan untuk mengalihfungsikan pulau itu dan merombaknya menjadi kawasan cagar alam. PUlau Semakau dibersihkan dari sampah-sampah dan dihijaukan kembali.

Sekarang pulau itu menjadi habitat burung-burung dan dikelilingi hutan bakau yang lebat. Bahkan di lepas pantainya kini tumbuh subur karang yang tersusun dari koral hidup, menandakan kalau lingkungan di sana cukup bersih untuk menjadi tempat berkembang biak koral.

Sekarang ini wisatawan bisa mengunjungi Pulau Semakau untuk menyaksikan keindahan alamnya. Tetapi akan ada seorang pemandu terlatih yang bertugas menemani setiap kelompok turis. Peraturan ini diberlakukan untuk mencegah para pengunjung melakukan tindakan tak bertanggungjawab yang dapat merusak lingkungan seperti membuang sampah sembarangan.

2. Bukit Tagar, Malaysia

Bukit Tagar adalah sebuah daerah yang terletak di Distrik Hulu Selangor, negara bagian Selangor, Malaysia. Di tempat ini berdiri Bukit Tagar Sanitary Landfill, lokasi pembuangan sampah resmi yang sengaja dipersiapkan oleh pemerintah untuk menampung limbah. Tidak seperti dua tempat sebelumnya, sampai sekarang Bukit Tagar masih difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Tetapi Anda tidak akan menemui sampah berserakan tak teratur di sini. Sebab meskipun berfungsi sebagai tempat pembuangan limbah, pengelola Bukit Tagar Landfill tetap menjaga keseimbangan alam di tempat itu dengan melakukan berbagai tindakan pemulihan kerusakan lingkungan, antara lain dengan membuat reed bed, padang rumput buatan yang berfungsi sebagai sistem pembersihan perairan yang tercemar. Koloni tumbuhan alang-alang pada reed beds akan menyerap polusi di sekitarnya. Selain itu bakteri yang hidup di akarnya akan menguraikan limbah-limbah dalam jangkauannya, sehingga proses naturalisasi tanah di sekitar Bukit Tagar bisa berjalan lebih cepat dan efektif.

Sekarang setelah lingkungan di Bukit Tagar sudah berubah lebih 'ramah', banyak burung liar yang menjadikan tempat pembuangan sampat itu sebagai habitatnya. Selain itu sampah yang dibuang di sini tidak dibiarkan mengendap begitu saja. Sampah-sampah di Bukit Tagar Landfill biasanya diolah kembali atau dihancurkan agar tidak mengakibatkan polusi berlebihan bagi pengunjung fasilitas yang dibangun di dekatnya.

3. Bukit Trashmore, Illinois, Amerika Serikat

lensaterkini.web.id - Dari namanya yang berhubungan dengan sampah atau trash dalam bahasa Inggris sudah terlihat jelas kalau bukit ini merupakan tempat pembuangan sampah. Bukit Trashmore merupakan tempat pembuangan sampah-sampah padat yang berasal dari daerah Illinois dan sekitarnya.

Nama Trashmore sendiri diberikan karena kondisi lingkungan bukit di mana tanah bercampur dengan tumpukan sampah yang dibuang ke sana selama bertahun-tahun.Bukit yang masuk dalam kawasan Robert E. James Park di Evanston, Illinois ini ditutup pada tahun 1965, kemudian beralih fungsi dari tempat pembuangan sampah padat menjadi taman umum.

Taman ini dilengkapi dengan fasilitas olah raga yang cukup lengkap seperti lapangan basket, arena ski, dan ice skating. Sebagian area taman dipersiapkan untuk menjadi tempat piknik bagi pengunjung. Tak ada lagi sampah dan bau tak sedap yang tidak sedap dipandang mata. Tempat ini malah jadi tempat rekreasi murah meriah yang populer di antara warga masyarakat hingga sekarang.

4. Sai Tso Wan, Hong Kong

Sai Tso Wan Recreation Ground adalah sebuah taman rekreasi berfasilitas lengkap yang ada di daerah Lam Tin, Hong Kong. Taman ini merupakan fasilitas rekreasi pertama di Hong Kong yang dibangun secara permanen di lokasi pembuangan sampah.

Pada tahun 1978 sampai 1981, area Sai Tso Wan berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah resmi bernama Sai Tso Wan Landfill. TPS ini menampung limbah dan sampah dari daerah Kowloon Timur.

Menurut Wikipedia, ketika beroperasi TPS ini bisa menampung sekitar 1.6 juta ton sampah yang terdiri dari sampah rumah tangga dan limbah prabrik. Saking penuhnya bukit sampah di tempat ini sampai setinggi 65 meter. Setelah operasinya dihentikan, area TPS ini ditimbun dengan tanah kemudian direklamasi.

Proses revitalisasi Sai Tso Wan berjalan cukup lama, mulai dari tahun 1995 sampai 2004. Sekarang TPS itu sudah berubah menjadi taman rekreasi dengan aneka fasilitas, mulai dari lapangan olah raga, taman bermain, jogging track, dan tempat piknik.

Selain itu di sana terdapat kincir angin dan sistem penampungan air hujan yang canggih. Berkat semua itu Sai Tso Wan dijadikan daerah percontohan dalam gerakan penghijauan yang digalakkan pemerintah Hong Kong. Selain itu keberadaan taman rekreasi itu telah meningkatkan taraf ekonomi bagi warga sekitar.

5. Chambers Gully, Australia

lensaterkini.web.id - Chambers Gully merupakan daerah yang menjadi bagian dari area air terjun Waterfall Gully. Letaknya di bagian timur Adelaide, ibukota Australia Selatan. Chambers Gully dulunya beroperasi sebagai tempat pembuangan sampah. Tetapi sudah sekitar satu dasawarsa ini berubah fungsi menjadi taman umum. Tak seperti empat tempat yang sudah disebutkan sebelumnya, proses reklamasi Chambers GUlly dilakukan dengan inisiatif dan usaha para relawan sepenuhnya.

Sekarang tempat ini sudah tak tampak seperti lokasi pembuangan sampah lagi. Saat ini Chambers Gully menjadi tempat wisata yang layak dikunjungi, dengan gedung-gedung terbengkalai, jalan setapak asri, sumber air panas, dan kehidupan alam liar sebagai atraksi penarik wisatawan.

Chambers Gully juga menjadi habitat koala, hewan lucu yang merupakan fauna khas Australia. Jika berkunjung ke sana, Anda bisa menemukan koala yang mengintip di antara cabang-cabang pohon eukaliptus.

6. Cesar Chavez Park, Amerika Serikat

Taman Cesar Chavez yang terletak di daerah Berkeley, California dulunya adalah lokasi pembuangan sampah terbesar di Bay Area yang beroperasi sejak tahun 1957. Pada tahun 1969 tempat pembuangan sampah padat yang dihasilkan rumah tangga itu mengadopsi Marina Master Plan, sebuah program revitalisasi lokasi pembuangan sampah menjadi tempat rekreasi umum.

Pada tahun 1991 program itu rampung dan taman rekreasi umum dengan nama North Waterfront Park dibuka. Pada tahun 1996 barulah taman itu berganti nama menjadi Cesar Chavez Park.

Atraksi yang ditawarkan taman ini memang tidak banyak. Di sana hanya terdapat padang rumput luas yang dimanfaatkan para pengunjung untuk bermain layang-layang, piknik, dan jogging. Ada juga hiking track sederhana yang dipakai oleh para pendaki.

Kadang pengunjung hanya duduk di area piknik dengan fasilitas meja barbeque untuk menikmati piknik sederhana sambil menikmati pemandangan perairan di sekitar area taman. Selain itu Cesar Chavez Park juga rutin mengadakan berbagai perayaan dan festival.

7. Pantai Kaca Fort Bragg, Amerika Serikat

lensaterkini.web.id - Pantai Fort Bragg merupakan salah satu pantai dengan kondisi alam yang unik. Di tempat ini pasir pantainya bercampur dengan pecahan-pecahan beling memenuhi hampir keseluruhan pesisir pantai. Anehnya pecahan-pecahan kaca tersebut tidak dapat melukai kaki, malah justru tampak indah seperti kerikil-kerikil yang terbuat dari batu permata.

Seperti ditulis Unfinished Man, pantai ini dulunya merupakan lokasi pembuangan sampah warga sejak tahun 1949. Selama 18 tahun lebih para pengunjung pantai membuang botol bekas dan sampah lainnya di sekitar pantai.

Pecahan kaca ini sudah mengalami erosi karena air laut yang menerpa, sehingga permukaannya menjadi halus. Pecahan kaca berwarna-warni tersebut jadi tampak seperti manik-manik kaca yang menjadi perhiasan pantai ini. Sekarang taman ini menjadi bagian dari MacKerricher State Park. Selain di Fort Bragg, di Kauai, Hawaii juga terdapat pantai berpasir kaca.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola