5 Kasus Korupsi Pemuka Agama Yang Memalukan Sedunia

Tidak ada manusia yang sempurna, sekalipun mereka adalah pemuka agama. Mereka yang seakan telah disumpah menjadi pelayan Tuhan justru tersandung skandal akibat hal-hal bersifat duniawi.

Siapa di dunia ini yang tidak suka dengan uang? Rupanya tak sedikit pemuka agama, dari Amerika Serikat hingga Jepang, berakhir mengecewakan umat akibat terlibat kejahatan kerah putih lantaran tergoda uang. Kisah-kisah itulah yang dirangkum dalam berita kali ini.

Sumbangan jemaat bernilai miliaran, hingga kemudahan pajak bagi yayasan pengelola tempat ibadah ternyata menggelapkan hati pemuka agama sekalipun. Mereka tega menggunakan uang amal, uang sumbangan umat, hingga menipu dengan alih-alih kegiatan keagamaan untuk memperkaya diri, bahkan berjudi di kasino. Berikut lima skandal korupsi paling memalukan yang dilakukan pemuka agama.

Pastur di Kanada gelapkan uang amal untuk judi

lensaterkini.web.id - Seorang pastur di Kanada dituntut atas kasus penggelapan uang jemaat. Polisi menyatakan Romo Amer Saka (51) terlibat pencurian uang lantas menggunakan uang hasil penggelapan ini untuk berjudi hingga USD 400 ribu (setara Rp 5,2 miliar). Uang tersebut sebetulnya hasil penggalangan dana jemaat untuk bantuan pengungsi Timur Tengah.

Saka adalah salah satu romo di Gereja Katolik St. Joseph Chaldean. Gereja yang memiliki kedekatan dengan komunitas Nasrani Suriah ini menggalang dana lebih dari 20 donor, dalam rangka menolong pengungsi dari daerah konflik, pindah ke Kanada.

Kejanggalan lantas ditemukan oleh Uskup Emmanuel Shaleta, kepala Gereja Chaldean di Kanda, saat melihat pembukuan uang hasil donasi tersebut. Sang uskup meminta klarifikasi dari Saka. Sang pastur tidak menyangkal, lantas mengakui perbuatannya menilap uang jemaat. Dia menyatakan kalah bermain kasino.

Merasa bersalah, Romo Saka menyerahkan diri ke pihak berwajib. Dia dicopot sementara dari semua jabatan gereja. Seandainya tidak ditilap, seluruh uang itu bisa menjadi jaminan bagi jemaat yang ingin keluarganya pindah permanen ke Kanada. Jaminan yang dipatok pemerintah sebesar USD 12 ribu untuk satu orang, sedangkan satu keluarga hendak bermigrasi biayanya USD 27 ribu.

Guru Spiritual asal Jepang dipenjara usai tipu jemaat

Pendiri dari Honohana Sampogyo, yang sudah tidak lagi menjabat, Hogen Fukunaga (60) dihukum 12 tahun penjara karena menipu umat dalam embel-embel nama agama sebesar 150 juta Yen (setara dengan Rp 18,4 miliar).

Pengadilan Distrik Tokyo sendiri memvonis Hogen atas tindak pidana penipuan pelatihan palsu yang dikatakan bisa menyembuhkan mereka para jemaat dari penyakit yang diderita.

Hakim Tustomo Aoyagi menuding pria yang diketahui bernama asli Teruyoshi Fukunaga telah merasuki para umat dengan rasa takut dan masalah lainnya. Sehingga, dia mengklaim bisa menyembuhkan hal lewat membaca masa depan dengan metode memeriksa telapak kaki.

Pendeta dibui akibat proposal pembangunan gereja fiktif

lensaterkini.web.id - Mantan kepala Konvensi Nasional Kebaptisan Henry Lyons dihukum selama 5 tahun dan 6 bulan penjara dengan tuduhan pemerasan dan pencurian besar-besaran. Lyons(57) adalah satu dari pemuka agama kulit hitam di Amerika, dimana satu organisasi gereja terbesar Afrika-Amerika.

Diberitakan CNN pada 31 Maret 1999, empat anggota gereja meminta Hakim Susan Schaffer dari Pengadilan Daerah Pinellas, Florida untuk memberi hukuman ringan ke tersangka. Menurut mereka Lyons adalah seorang yang menginspirasi dan banyak yang cinta kepadanya.

Meski begitu, terungkapnya kasus ini dipicu oleh istri Lyons, Deborah pada tahun 1997. Lyons mengakui dan meminta maaf karena pencurian senilai USD 250 ribu (setara dengan Rp 3,2 miliar) yang dilakukannya dari Lembaga Anti-Fitnah B'nai B'irth, di mana uang itu disumbangkan untuk membangun gereja.

Pendeta di AS dipenjara, berulang kali curi uang jemaat

Seorang bernama Barry Minkow runtuh sebagai seorang penipu dan dihukum 5 tahun penjara karena penggelapan uang sebesar USD 3 juta dari jemaah gereja San Diego. Lewat kasus terbaru ini, Minkow terhitung sudah tiga kali terlibat dan dihukum atas kasus penipuan sejenis.

Seperti diberitakan laman latimes.com, 28 April 2014, pada Januari pria ini terbukti bersalah atas kasus penipuan Al Kitab di komunitas Gereja San Diego saat dia menjabat sebagai kepala pastur. Dia mengaku mencuri uang sumbangan sebesar USD 1,6 juta (setara dengan Rp 20,9 miliar) usai dia mencoba mengembalikan beberapa dari jumlah tersebut ke kegiatan gerjea.

Imbasnya dia terbebani oleh uang yang dipinjamnya secara tidak resmi dengan jumlah jutaan dari gereja, sumber pendampingan Amerika Serikat Atty Mark mengatakan.

Pendeta karismatik Korsel terlibat skandal pajak

lensaterkini.web.id - Pendeta karismatik di Korea Selatan, bernama Sun Myung-moon, menjadi terpidana penipuan pajak dan konspirasi untuk menghalangi keadilan di Pengadilan Negara Amerika Serikat. Dia dihukum 18 bulan penjara dan denda sebesar USD 25 ribu atau setara dengan Rp 327,5 juta oleh Hakim Gerard L. Goetter pada Juli tahun 1982.

Hal tersebut diperoleh berkat adanya temuan yang menyatakan dirinya bersalah oleh pihak Federal, usai kegagalan laporan pemasukan sebesar USD 162 ribu dari akun bank dan pihak sekuritas, seperti dikutip dari koran New York Times, 14 September 1983.

Walau begitu, dia tetap mengajukan banding atas tuduhan tersebut. Tiga orang panel disiapkan, dengan dibagi menjadi dua dan satu. Selain Moon, pembantu penginjil Korea Takeru Kamiyama juga mendera hukuman enam bulan penjara dan dengan USD 5 ribu karena konspirasi, obstruksi dan juga sumpah palsu.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola