4 Hal Kontroversi Ramadan Yang Selalu Muncul Tiap Tahunnya di Indonesia

Setiap tahun, Ramadan selalu dibumbui dengan aneka kontroversi di Indonesia. Muslim yang harusnya menjalani puasa dengan tenang harus ikut ambil bagian dari kontroversi itu. Keributan-keributan kecil, hingga beberapa tindakan tak terpuji kerap terjadi hingga bulan yang sangat suci ini terciderai.

Kontroversi Ramadan ini sudah sepantasnya tidak terjadi. Sebagai Muslim sudah sepantasnya kita lebih bisa menjaga diri daripada adu benar hingga adu otot untuk menentukan siapa yang berkuasa. Anyway, inilah beberapa kontroversi yang kerap datang saat Ramadan tiba.

Kontroversi Penentuan Waktu Puasa

lensaterkini.web.id - Tidak bisa dimungkiri lagi kalau dalam beberapa tahun ke belakang, penentuan waktu puasa kerap menjadi kontroversi. Ada kelompok Islam di Indonesia yang berpuasa lebih awal ketimbang umat Islam lain yang menunggu keputusan pemerintah melalui sidang Isbat yang dilakukan di Kantor Departemen Agama.

Setiap tahun, masalah penentuan waktu puasa dan juga lebaran selalu menjadi perselisihan. Mungkin, tidak menyebabkan masalah yang serius. Tapi, dengan adanya perbedaan ini akan memperlihatkan bahwa Muslim di Indonesia seperti terkotak-kotak dan belum menjalani semua ibadahnya secara kompak.

Kontroversi Razia Warung Buka

Saat bulan Ramadan datang, beberapa daerah di Indonesia melarang adanya warung makanan untuk buka. Aturan itu diterapkan dengan dalih memberikan rasa nyaman kepada para Muslim yang sedang melakukan puasa. Akhirnya, warung yang tetap buka saat Ramadan tiba harus mendapatkan hukuman dengan cara menjarah semua makanan yang dijual.

Dalam beberapa hari belakangan, Indonesia sedang heboh lantaran ada ibu menangis karena dagangannya diangkut Satpol PP. Lalu ada orang yang makan di siang hari dihukum untuk push up. Tindakan ini sebenarnya tidak baik. Karena pada dasarnya orang makan pasti ada sebabnya. Kalau dia nonmuslim bagaimana? Kalau dia punya penyakit hingga tak bisa berpuasa bagaimana?

Puasa adalah salah satu cara untuk untuk menahan lapar dan nafsu. Menahan artinya jika ada godaan bisa menahan. Tidak dengan membuat semua warung tutup. Seorang Muslim yang taat pasti tetap tidak akan makan ketika melihat ada warung di depannya. Dia lebih takut dengan Allah daripada dengan makanan yang terlihat menggoda.

Kontroversi Razia Karaoke dan Kelab Malam

lensaterkini.web.id - Hampir mirip kasusnya dengan poin yang kedua. Bukanya tempat karaoke atau kelab malam selalu ditentang oleh ormas Islam yang cukup radikal. Mereka akan melakukan sweeping lalu merusak apa saja yang ada di depannya dengan membabi buta. Di kota-kota besar, tak sekal dua kali kasus seperti ini terjadi hingga mengakibatkan adanya kerusuhan.

Pada dasarnya puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang tidak baik selain makan dan minum. Jika seseorang menjalani puasanya dengan sangat baik. Tentu mereka tidak akan pergi ke tempat itu. Mau tempat itu buka atau pun tidak selama bisa mengendalikan diri tidak masalah. Yang menjadi masalah justru tindak kekerasan yang dilakukan. Kenapa tidak menegur dengan cara yang lebih baik dan elegan?

Petasan dan Kawan-Kawannya

Bulan Ramadan memang selalu identik dengan adanya petasan dan kawan-kawannya. Setiap sore menjelang berbuka puasa, anak-anak atau pun orang tua menyulut petasan di jalanan sembari menunggu waktu berbuka puasa. Tradisi ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan terus dilakukan hingga sekarang.

Sebenarnya, pemerintah sudah melarang penggunaan petasan. Benda yang bisa meledak ini dianggap sangat berbahaya. Bahkan termasuk dalam golongan bom meski kecil. Akhirnya banyak orang bersembunyi-sembunyi saat menjual dan menyulut petasan agar tidak terkena razia oleh Polisi.

Inilah empat kontroversi yang kerap muncul saat bulan Ramadan datang. Dari empat kontroversi di atas, mana yang menurut Anda sudah selayaknya tidak ada di Indonesia?

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola