5 Serangan Brutal Paling Mematikan Pada Kaum LGBT Sedunia

Kasus kekerasan terhadap kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender atau LGBT kembali terjadi. Kali ini menimpa kaum gay di Orlando, Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, 50 orang tewas akibat penembakan yang dilakukan Omar Mateen, 29 tahun.

Dalam sejarah kasus penembakan di AS, peristiwa terjadi dua hari lalu itu adalah yang terburuk. Sebelumnya sudah banyak kasus penyerangan terhadap kaum LGBT di AS dan di belahan dunia lain. Mereka ada yang diserang secara individu maupun berkelompok.

Penembakan di Orlando terjadi saat Ramadan dan Omar Mateen diketahui sudah berbaiat kepada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bukan kali ini saja serangan brutal terjadi menimpa kaum LGBT, berikut lima daftar serangan paling buruk yang terjadi terhadap kaum LGBT sedunia, dirangkum dari berbagai sumber.

Kelab kaum gay di New Orleans dibakar, 32 orang tewas

lensaterkini.web.id - Sebelum di Orlando, korban tewas terbanyak menimpa kaum gay adalah di klub UpStairs Lounge, New Orleans, Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat, pada 24 Juni 1973. Sebanyak 32 orang tewas akibat seorang pria menyusup masuk ke lantai dua dan membakar gedung tiga lantai itu. Para korban yang saat itu sedang merayakan Pride Weekend terjebak dan tak bisa berbuat banyak.

Bom paku tewaskan dua orang kaum LGBT di London, 81 lainnya luka

30 April 1999. Sebuah bom paku meledak di sebuah bar kaum gay di pub Admiral Duncan, Jalan Old Compton, Soho, Ibu Kota London, Inggris. Serangan terhadap kaum LGBT itu menewaskan dua orang dan melukai 81 lainnya. Di antara korban selamat, 13 orang luka serius.

Serangan itu hanya berselang kurang dari sepekan sejak ledakan di Brick Lane yang melukai 39 orang. Polisi mengatakan kelompok ekstrem kanan menjadi tersangka utama serangan di Soho itu.

Parade gay di Malam Tahun Baru

lensaterkini.web.id - Pada 31 Desember 2013, sekitar 750 orang merayakan malam Tahun Baru di klub gay Neighbours di Kota Seattle, Amerika Serikat, ketika Musab Masmari menuangkan bensin ke karpet di tangga dan menyalakan api. Tak seorang pun luka tapi Masmari dipenjara sepuluh tahun.

Sejak kejadian itu Neighbours menambah jumlah petugas keamanan dan melatih para karyawannya mengatasi serangan serupa.

Penembakan di Orlando, 50 orang tewas

Penembakan massal terburuk sepanjang sejarah Amerika Serikat menimpa Kota Orlando, Minggu (12/6) dini hari. Sebanyak 50 orang tewas, sedangkan 53 lainnya luka-luka selepas seorang pria menyerbu kelab malam 'Pulse' yang menjadi lokasi berkumpulnya komunitas gay Orlando.

NPR, merangkum kronologi lengkap yang berhasil dikumpulkan oleh Kepolisian Orlando serta Biro Investigasi Federal (FBI). Insiden ini dimulai pukul 02.02 waktu setempat. Omar Mateen (29), masuk ke pelataran Pulse. Dia bergegas menembaki orang-orang di ruang dansa.Pelaku membawa senapan mesin jenis AR15, pistol, serta ratusan amunisi.

Pada saat serangan itu terjadi, diperkirakan 320 orang sedang berada dalam kelab malam. Beberapa menit selepas penembakan dimulai, pengunjung Pulse mulai menghubungi polisi. Beberapa dari mereka juga meminta bantuan melalui postingan sosial media.

Polisi tiba 30 menit kemudian. Pada saat itu, Mateen sudah menyandera beberapa orang di dalam gedung. Kepolisian Orlando kemudian mengerahkan tim SWAT. Tembak menembak terjadi pukul 03.30 waktu setempat. Kepala Polisi Orlando, John Mina, menjelaskan Mateen sempat keluar gedung menembaki polisi.

Setelah beberapa kali menyerang polisi, dia kembali ke dalam gedung. Pukul 04.30, tim SWAT beranggotakan delapan orang menerobos klub gay 'Pulse'. Pukul 05.00 petugas berhasil menembak mati pelaku.

"Berkat keputusan menerobos masuk, petugas berhasil menyelamatkan 30 sandera di dalam gedung," kata Mina. Imbas dari tembak menembak serta operasi penyelamatan sandera, seorang petugas tertembak di bagian helmnya.

Namun, temuan petugas juga mengejutkan. Dari awalnya ada laporan 20 orang terluka, ternyata korban tewas sangat banyak. Di dalam gedung polisi dan tim paramedis menemukan 50 jenazah, belum termasuk pelaku.

Mateen adalah warga negara AS keturunan Afghanistan. FBI menyatakan dia beraksi sendirian. Motif penembakan massal ini disebut terkait terorisme. Mateen diketahui berbaiat pada ISIS beberapa hari lalu. Belum jelas apakah militan khilafah benar-benar terlibat dalam aksi penyerangan klub gay tersebut.

Gubernur Florida Rick Scott mengumumkan darurat sipil di wilayahnya sampai investigasi polisi dituntaskan. Presiden Barack Obama telah menyatakan duka cita atas jatuhnya korban dalam penembakan massal ini.

Bar kaum lesbian dibom, lima orang luka

lensaterkini.web.id - Eric Rudolph menyerang sebuah bar kaum lesbian pada 27 Februari 1997 dengan ledakan bom di Atlanta, Amerika Serikat.

Bar bernama The Otherside Lounge yang sedang dikunjungi sekitar 150 orang itu bergetar hebat. Lima orang luka akibat serangan bom itu, satu orang luka serius. FBI pernah memasukkan nama Eric dalam daftar sepuluh orang paling dicari sebelum akhirnya dia tertangkap pada 2003.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola