5 Perumpamaan Bumi Paling Mengerikan Bila Benar Terjadi

Bumi dengan regulasi normalnya seperti hari ini harusnya menjadi sesuatu yang benar-benar harus disyukuri. Tak terbayangkan seumpama bumi tercinta kita ini diciptakan dengan berbagai keabnormalan. Tentulah akibatnya akan sangat mengancam bagi kehidupan umat manusia.

Misalnya saja Tuhan menghilangkan kemampuan tumbuhan untuk menyerap karbon dioksida meskipun katakanlah tetap mampu menghasilkan oksigen. Dengan kondisi seperti itu, dipastikan kita bakal almarhum sejak dulu. Terlalu banyak karbon akan merusak lapisan ozon dan kemudian akan menghasilkan reaksi-reaksi berantai mematikan lainnya. Sungguh tumbuhan yang bisa menghirup karbondioksida patut untuk kita syukuri.

Mari kita berandai-andai lagi dengan berbagai perumpamaan. Harapannya, setelah membaca ini kita bakal selalu penuh rasa syukur atas semua hal-hal normal yang terjadi di Bumi. Simak ulasannya berikut in di 5 perumpamaan bumi paling mencengangkan.

Seumpama Bumi Tak Punya Atmosfir

lensaterkini.web.id - Rumah boleh nyaman, tapi kalau tak ada atapnya, sama saja seperti tak ada artinya. Hujan tetap kehujanan, panas tetap kepanasan, batu-batu pun bisa masuk rumah dengan mudah. Kira-kira analogi atap ini sama seperti fungsi atmosfir bagi Bumi. Tak bisa tidak ada.

Atmosfir berperan sebagai atap yang melindungi Bumi dari sengatan matahari yang panasnya ribuan celcius. Ia juga melindungi Bumi dari meteor-meteor liar yang ingin masuk. Bahkan secara spesifik, atmosfir berjasa sebagai media pembentukan hujan serta jalur gelombang radio. Coba bayangkan atmosfir tidak ada, mungkin manusia dan segala bentuk kehidupan di muka Bumi sudah tamat jutaan tahun lalu.

Seumpama Bumi Berhenti Berputar Secara Tiba-Tiba

Gravitasi membuat kita tak pernah benar-benar sadar jika sebenarnya Bumi itu terus bergerak. Nah, bergeraknya Bumi ini sendiri adalah hal yang patut untuk benar-benar kita syukuri. Pasalnya, sebentar saja Bumi ogah berputar maka akan terjadi kekacauan yang maha dahsyat.

Ketika Bumi tidak berputar secara instan, maka logikanya atmosfir akan tetap berputar, tapi dengan kecepatan yang sungguh dahsyat. Alhasil, angin pun akan berkecepatan ribuan kilometer per jam dan membawa obyek-obyek terbang secepat peluru. Kondisi ini juga akan mengakibatkan laut bergoncang sehingga menciptakan tsunami terdahsyat dan akan menyapu peradaban. Belum lagi dalam kondisi tak berputar, maka sudah tidak ada lagi siang atau malam sampai setahun ke depan. Benar-benar sangat ngeri.

Seumpama Bumi Tak Pernah Memiliki Bulan

lensaterkini.web.id - Meskipun jauh di atas sana, tapi bulan memberikan pengaruh besar bagi kehidupan manusia di Bumi. Ya, bulan berperan sebagai kontroller pasang surut air laut. Ia juga membantu manusia menciptakan sistem penanggalan yang presisi dan pas seperti hari ini.

Tidak ada bulan artinya sistem di Bumi akan kacau balau. Tidak akan pernah ada pasang surut yang bisa berguna bagi nelayan atau mungkin ikan-ikan yang sudah beradaptasi dengan kondisi itu. Sistem penanggalan pun tak lagi sama dan akan membuat mekanisme kalender yang ada sekarang ini lebih susah. Bulan sangatlah penting, jarang sekali kita bersyukur atas kehadirannya.

Seumpama Gravitasi Bumi Hilang Atau Bertambah Dua Kali Lipat

Gravitasi memegang peranan yang begitu penting bagi kehidupan. Ia membuat segalanya tetap berada di tempatnya seperti sekarang. Laut tetap di tempatnya, benda-benda tetap jatuh ke bawah, atmosfir tetap ada di atas, dan lain sebagainya. Tanpa gravitasi mungkin imajinasi kita bakal dipenuhi dengan hal-hal menyenangkan seperti melayang ke sana kemari. Padahal, sejatinya tanpa itu semua kita pasti mati.

Sebaliknya, bagaimana jika tiba-tiba gravitasi di Bumi bertambah dua kali lipat? Tentu saja juga tak kalah buruknya. Massa akan bertambah dua kali lipat. Bangunan-bangunan mungkin akan beruntuhan karena tidak kuat menahan beban gravitasi. Kita pun bakal lebih berat untuk melakukan apa pun bahkan berdiri. Sangat buruk kalau sampai ini terjadi.

Sumpama Bumi Bertukar Posisi Dengan Mars

lensaterkini.web.id - Tak ada posisi lain yang paling nyaman bagi Bumi dan manusia selain yang sekarang ini, yakni pas di setelah Venus dan sebelum Mars. Ini adalah posisi di mana sebuah planet tidak terlalu dingin tapi juga tidak terlalu panas, sangat pas untuk kehidupan. Lalu, bagaimana seumpama Bumi bertukar dengan salah satu planet di tata surya? Mars misalnya? Tentulah kita dalam bahaya yang mematikan.

Bumi yang sedikit lebih jauh dari matahari akan mengalami penurunan suhu secara drastis. Mungkin jika suhu normalnya sekitar 27 derajat celsius, mungkin bisa sangat turun jadi di bawah 10. Kutub dan sekitarnya akan lebih membeku. Musim dingin pun jadi lebih ekstrem. Dan yang paling berbahaya, Bumi bakal kehilangan beberapa atmosfir yang eksistensinya teramat penting.

Sungguh mengerikan sekali kalau kita mengalami salah satu dari skenario di atas. Seumpama benar terjadi, maka tak ada konsekuensi lain selain kematian. Kabar buruknya, menurut para ahli, di masa depan nanti kemungkinan beberapa hal di atas akan jadi kenyataan. Misalnya hilangnya atmosfir sampai melemahnya gravitasi Bumi.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola