5 Kisah Umat Muslim Bantu Pembangunan Gereja di Berbagai Negara

Serangkaian tragedi teror di berbagai belahan dunia diotaki ulah kelompok muslim garis keras. Kemunculan kelompok militan berlatar agama Islam seperti ISIS menyudutkan posisi agama yang terkenal cinta damai ini, khususnya di negara-negara Barat.

Di tengah tudingan miring, umat Islam moderat di pelbagai negara berulang kali mematahkan stigma sebagai penganut agama intoleran. Tak hanya dengan cara membantu sesama manusia, melainkan juga mendukung pendirian gereja.

Aksi sosial kepada penganut agama Kristen dilakukan lewat media sosial maupun menggerakkan komunitas muslim setempat. Kisah inspiratif ini tak hanya terjadi saat umat Islam menjadi minoritas di sebuah negara.

Di negara seperti Pakistan pun, muncul cerita mengharukan warga desa mayoritas muslim menggelar penggalangan dana demi membangun gereja bagi tetangga mereka yang beragama minoritas. Sebagian kisah-kisah inspiratif ini terjadi saat Bulan Suci Ramadan. Bagaimana cerita lengkapnya? di 5 kisah muslim membantu pembangunan gereja.

Ormas muslim AS galang dana bangun kembali gereja dibakar

lensaterkini.web.id - Tiga organisasi muslim di Amerika Serikat menggalang dana untuk disumbangkan kepada beberapa gereja di wilayah Tennesse, Florida, dan Georgia pada Juli 2015. Mereka tergerak setelah satu gereja milik komunitas kulit hitam rusak karena dibakar orang tak dikenal. Sebagian terbakar sambaran petir, tapi jemaat kekurangan dana.

Tiga ormas muslim itu berharap bisa mengumpulkan USD 50 ribu (setara Rp 660 juta) sebelum Idul Fitri, seperti dilansir Stasiun Televisi Al Arabiya, Kamis (9/7). Kampanye online diberi nama 'LaunchGood' ini diinisiasi perwakilan Ummah Wide, Muslim AS anti-rasialisme, serta Asosiasi Arab Amerika. Umat muslim mengatakan bersimpati pada jemaat gereja.

Mereka makin bersemangat membantu setelah ada pembunuhan 9 jemaat gereja kulit hitam di Charleston. "Serangan terhadap gereja-gereja ini turut mengecewakan saya sebagai orang kulit hitam. Ini merupakan waktu yang penuh tantangan bagi warga kulit hitam di AS," kata Fatimah Knight (23), umat muslim asal New York yang aktif merancang bantuan ini.

Asosiasi Nasional Pemberdayaan Warga Kulit Bewarna AS (NAACP) mengapresiasi solidaritas yang ditunjukkan umat muslim. Kasus kekerasan terhadap warga kulit hitam di Negeri Paman Sam menunjukkan tren meningkat.

Serangan terhadap gereja-gereja kecil maupun masjid di beberapa negara bagian AS juga relatif tinggi, dengan lima tempat ibadah mengalami perusakan saban pekan. Kampanye tiga ormas muslim AS itu berhasil mengumpulkan lebih dari USD 38 ribu (Rp506 juta) hasil dukungan lebih dari 600 donor.

Warga muslim Kairo bantu pembangunan gereja Koptik

Kelompok Muslim di Mesir mengumpulkan dana demi membantu pembangunan sebuah gereja Koptik di Al Manufiyya, Kairo utara pada April 2015.

Awalnya umat Kristen Koptik di kawasan itu kekurangan dana. Uskup Benyamin kemudian menghubungi rekannya pemimpin umat muslim mengenai masalah tersebut.

Tak dinyana, masyarkaat beragama Islam di Kairo bersemangat mengumpulkan dana. Anak-anak hingga orang tua dari keluarga muslim ikut menyumbangkan uang demi pembangunan gereja tersebut, seperti dilaporkan Kantor Berita Fides (25/4).

Uskup Bunyamin berterima kasih atas dukungan warga mayoritas muslim. Dia berharap hubungan antara sesama penduduk di kawasan Kairo Utara akan terus kondusif.

Jumlah penganut Koptik mencapai 10 persen dari total 82 juta penduduk Mesir. Namun selama beberapa tahun terakhir, diskriminasi terhadap umat minoritas itu meningkat di Negeri Piramida sejak diktator Husni Mubarak digulingkan.

Saat Ramadan, Takmir masjid Kanada bantu rehab gereja

lensaterkini.web.id - Gereja Katolik St. Chaterine di Kota Mississauga, Kanada, tahun lalu memperoleh bantuan dana senilai USD 5 ribu (setara Rp 66,8 juta) dari Takmir Masjid yang menjadi tetangga komplek. Gereja itu sebelumnya rusak akibat aksi vandalisme pemuda yang tidak jelas tujuannya.

Imam masjid Khadija Centre Hamid Slimi mengaku terkejut setelah mendengar kabar ada perusakan terhadap gereja tetangga mereka. "Tindakan pelaku vandalisme itu sangat tidak bisa dibenarkan," ujarnya.

Toronto Star melaporkan, Senin (29/8), rekaman kamera pengintai menunjukkan pemuda itu masuk ke dalam gereja, lantas merobek beberapa Injil, mencuri barang-barang di altar, serta menjatuhkan salib besar dekat mimbar khotbah.

Selang beberapa hari, sekelompok anak muda kembali menyerang gereja tersebut. Mereka mencorat-coret dinding gereja. Patung Yesus di dalam tempat ibadah itu turut diambrukkan. Slimi mengaku bersimpati pada pengurus Gereja. Dia lalu menyambangi jamaah masjid, untuk segera memberi sumbangan agar umat Katolik Mississauga tidak terlalu bersedih.

"Kita tidak bisa membantu banyak. Tapi kami tahu gereja butuh dana untuk memperbaiki barang-barang yang dirusak," kata Slimi.

Warga muslim di Kalabahi biasa danai pembangunan gereja

Kali ini, kisah toleransi yang sejuk antar pemeluk Islam-Kristen berasal dari Indonesia. Masyarakat yang tinggal di Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi contoh kerukunan beragama di Indonesia. Meski berbeda agama, masyarakat di kawasan itu hidup rukun.

Tak hanya rukun, banyak rumah ibadah di sana dibangun dengan dana swadaya dan dikerjakan oleh umat Islam. Umat Islam di Kalabahi membantu umat beda agama mendirikan gereja. Hal itu mereka lakukan dengan ikhlas.

Kerukunan masyarakat Kalabahi membuat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bangga. Saat berkunjung ke sana, Lukman menyampaikan apresiasi yang begitu tinggi kepada masyarakat Kalabahi.

"Saya sangat mengapresiasi para pekerja muslim yang membangun gereja ini," ujar Lukman, dikutip dari laman kemenag.go.id, (2/8/2015). ukman mengatakan situasi masyarakat yang rukun seperti di Kalabahi jarang sekali ditemukan. Untuk itu, dia berharap situasi semacam ini dapat terus dipertahankan.

"Ini merupakan potret kerukunan yang luar biasa," ungkap Lukman.

Warga muslim di Pakistan ikut kerja bakti bangun gereja

lensaterkini.web.id - Penduduk Desa Khalsabad, Kota Gojra, Provinsi Punjab, Pakistan, sedang bahu-membahu membangun sebuah gereja. Upaya ini justru dilakukan lebih giat oleh warga mayoritas muslim di desa itu. Selain ikut kerja bakti bersama penganut Kristen, umat muslim di Khalsabad sekaligus menggalang dana.

BBC melaporkan, Minggu (12/6), sedikitnya 143 orang warga muslim sudah mendonasikan uangnya untuk pendirian gereja. Sementara pemeluk Kristen di desa itu hanya 70 orang. Dilawar Hussain, penjaga toko yang beragama Islam, mengaku tak keberatan menyumbangkan uang untuk pembangunan gereja. "Bangunan ini sama-sama rumah Allah," ujarnya.

Warga lain, Muhammad Asif, ikut bekerja menyusun pondasi gereja serta melapis bata. Membantu tetangga baginya merupakan perintah agama. "Kami punya masjid, tapi tetangga Kristen kami selama beberapa waktu tidak punya tempat. Mereka berhak beribadah di gereja," kata Asif.

Romo James Paul, asisten uskup yang membawahi gereja-gereja termasuk di Khalsabad, merasa terharu melihat kerja sama warga muslim-kristen. "Beginilah seharusnya manusia hidup, saling bantu membantu," ujarnya.

Dikutip dari Daily Pakistan, gereja di Khalsabad hancur tahun lalu akibat terjangan banjir. Umat Kristen awalnya beribadah di rumah masing-masing. Dua bulan lalu, perwakilan umat Islam justru aktif menawari pendirian gereja baru agar warga Kristen bisa beribadah lebih khusyuk. Romo Paul berharap tindakan warga Gojra bisa menghapus citra Pakistan yang buruk soal toleransi beragama.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola