5 Hukuman Pada Karyawan Yang Memalukan Sedunia

Menjadi tenaga kerja di sebuah perusahaan tentu harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan perusahaan tempat kita bekerja. Setiap pegawai sudah seharusnya mengerjakan tugas seperti yang diwajibkan. Namun tidak jarang, para pegawai juga melakukan kesalahan atau tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan. Untuk hal itu ada yang namanya sanksi atau hukuman.

Sebaik-baik hukuman adalah yang sepadan dengan kesalahan yang dibuat. Tidak terlalu ringan, tapi juga tidak terlalu berat. Tetapi ada saja perusahaan yang justru menghukum karyawannya dengan sanksi yang bisa dibilang tidak masuk akal atau cenderung konyol dan membuat malu karyawan yang bersangkutan. Mari simak ulasan dari 5 hukupan pada karyawan yang memalukan.

Tak selesaikan tugas, karyawan di China dihukum berlutut depan umum

lensaterkini.web.id - Beberapa pria terlihat sedang berlutut di sebuah jembatan. Rupanya mereka sedang menjalani hukuman lantaran dianggap tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya di Xiamen, Provinsi Fujian, China.

Mereka mengejutkan orang-orang yang sedang berjalan di sekitar sana. para karyawan sebuah perusahaan ini juga ditempel tulisan di depannya.

Selain nama dan tanggal, ada kalimat yang berbunyi, "berlutut sukarela di jembatan selama satu jam sebagai hukuman untuk tugas yang belum selesai."

Peristiwa ini jadi perbincangan di berbagai media sosial China. Para netizen kebanyakan marah pada perlakuan perusahaan yang telah memperlakukan karyawannya dengan tidak baik. Mereka menganggap ditegur dengan metode hukuman dipermalukan depan publik sangatlah tidak manusiawi.

Tak capai target, karyawan di perusahaan ini dihukum merangkak

Sebuah video sedang viral akhir pekan lalu di China. Lebih dari 10 pegawai dealer mobil di Kota Jilin terekam kamera merangkak bersama-sama dari dalam bangunan hingga ke pinggir jalan, untuk kemudian balik lagi. Aksi para agen pemasaran ini rupanya dipicu oleh kegagalan mencapai target penyaluran kredit sepanjang Maret 2016.

Pimpinan dealer itu, tidak disebut namanya, menyatakan tak ada paksaan bagi karyawan untuk merangkak bersama-sama di jalanan. Justru, awalnya dia yang berniat merangkak seperti bayi, sebagai tanda penyesalan, gagal memotivasi anak buah menjalankan tugas.

"Setelah mereka mendengar niat saya, para karyawan justru berkeras ingin melakukannya sendiri," ujarnya seperti dilansir Shanghaiist, Senin (11/4). Si atasan juga terkejut melihat video aktivitas perusahaannya ramai dibahas di Internet.

Terjadilah kemudian pemandangan yang mengejutkan warga Kota Jilin itu. Karyawan, lelaki maupun perempuan, semuanya merangkak di belakang pegawai senior yang membawa bendera. Video itu memicu pelbagai komentar netizen Negeri Tirai Bambu. Ada yang mencibir, tak sedikit pula yang memuji kekompakan karyawan perusahaan itu.

"Ini sudah seperti cuci otak, saya kagum dengan kemampuan motivasi sang pimpinan," tulis satu netizen di laman Youtube.

"Apa yang terjadi bukan sekedar mempermalukan pegawai, ini kejahatan. Para karyawan itu seharusnya segera enyah dari perusahaan sejahat ini. Apalagi gajinya tak seberapa," tulis netizen lainnya.

Kereta terlambat, kondektur dihukum minta maaf ke seluruh penumpang

lensaterkini.web.id - Cerita soal kehebatan dan efisiensi jaringan kereta komuter di Jepang kembali beredar di media sosial beberapa hari terakhir. Pemicunya adalah situs humor 9gag serta forum online reddit.

Di beberapa situs itu, muncul postingan tentang pelayanan yang diberikan oleh otoritas kereta komuter kota-kota besar Jepang, terutama di metropolitan Tokyo, seandainya terjadi keterlambatan. Untuk kasus keterlambatan 5 menit saja, kondektur dipastikan bakal berkeliling semua gerbong lalu meminta maaf kepada seluruh penumpang.

Lalu, merujuk artikel dari situs japanistas, pengelola KRL akan memberikan kartu bukti keterlambatan kepada seluruh penumpang.

Pegawai di China dihukum merayap lantaran tak capai target

Sejumlah pegawai dari sebuah perusahaan China dihukum merayap di jalanan lantaran mereka gagal memenuhi target penjualan dari bosnya.

Koran the Daily Mail melaporkan, Selasa (6/10/2015), beberapa foto yang memperlihatkan mereka tengah dihukum beredar di media sosial. Foto-foto itu diyakini diambil empat hari lalu saat hari libur nasional. Para pegawai itu terlihat sedang merayap susah payah di pinggiran danau di Kota Zhengzhou.

Perwakilan perusahaan mengatakan kepada People's Daily Online, aksi mereka adalah hukuman dari perusahaan karena gagal mencapai target penjualan. Para pegawai itu diharuskan mengelilingi Danau Ruyi di sebuah pusat bisnis dengan cara merayap.

Menurut sejumlah saksi, baju dan celana para pegawai itu sampai robek akibat hukuman yang memalukan tersebut. Seorang pegawai bahkan terlihat sedang menangis di sisi jalan karena hukuman berat itu.

Pihak perusahaan juga diyakini menugaskan seorang pengawas buat memastikan seluruh pegawai menjalankan hukuman itu.

Bos perusahaan ini pukul pantat karyawan yang dianggap kurang kerja keras

Manajer di Bank Pertanian dan Komersil Changzhi Zhangze, Provinsi Shanxi, China, memukul bokong delapan karyawannya yang dianggap tidak bekerja keras.

Dalam sebuah cuplikan rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat pria yang jadi bos perusahaan perbankan itu memukul pantat delapan karyawannya dengan tongkat kayu di depan rekan-rekan kerja mereka.

Dikutip dari koran the Daily Mail, Senin (20/6), menurut laporan Huanqiu, media grup People's Daily Online, delapan karyawan itu masing-masing dipukul sebanyak empat kali. Seorang karyawan perempuan bahkan terlihat hampir jatuh ketika dia harus menahan sakit pantatnya dipukul.

Dalam video itu delapan karyawan berdiri berjajar di atas panggung di hadapan karyawan lain seperti di sebuah acara.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola