5 Bukti Bahwa Paus Fransiskus Sangat Akrab Dengan Umat Muslim

Umat Kristiani di seluruh dunia kini tengah memperingati rangkaian Hari Paskah setelah kemarin menjalani hari Jumat Agung atau wafatnya Isa Al Masih. Sebagai pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus di Vatikan kemarin memimpin misa Kamis Putih di Vatikan.

Sebelumnya Paus mengunjungi tempat penampungan para imigran di Castelnuovo, di luar Ibu Kota Roma, Italia. Di sana Paus membasuh kaki imigran muslim, Hindu, serta Kristen Ortodoks. Perlakuan dari Paus itu melambangkan iman Katolik yang menekankan persaudaran sesama manusia. Dalam sejumlah kesempatan Paus Fransiskus memang tidak segan-segan menunjukkan pesan perdamaian, termasuk dengan warga muslim.

Berikut lima bukti keakraban Paus Fransiskus dengan muslim yang pernah tercatat dalam pemberitaan media massa: Mari simak ulasan dari lima bukti keakraban paus fransiskus terhadap umat muslim.

Vatikan dukung Palestina, Paus Fransiskus bertemu Mahmud Abbas

lensaterkini.web.id - Vatikan pada Mei tahun lalu mengatakan akan segera menandatangani perjanjian yang memuat pengakuan terhadap negara Palestina. Menurut kantor berita the Associated Press, perjanjian itu awalnya dimulai dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), namun dalam perkembangannya menjadi pengakuan terhadap negara Palestina.

"Ya, perjanjian itu mengakui negara Palestina itu ada," kata Reverand Federico Lombardi, juru bicara Vatikan, seperti dilansir surat kabar the Independent, Kamis (14/5/2015).

Sementara itu Israel mengungkapkan kekecewaannya pada Vatikan karena secara mengejutkan negara itu mengumumkan pengakuan Palestina sebagai sebuah negara secara resmi dalam Takhta Suci.

"Kita menyepakati dengan aspek penting dalam kehidupan dan segala aktivitas gereja Katolik di Palestina," ungkap juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, seperti dikutip koran Jerussalem Post, Rabu, (13/5).

"Kita telah mengakui Palestina sebagai negara sejak pengukuhan negara tersebut oleh PBB," tambahnya. Beberapa hari kemudian Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menemui Paus Fransiskus di Vatikan dalam rangka menerima penganugerahan gelar santo bagi dua biarawati asal Palestina. Pada kesempatan itu Paus tidak segan menyebut Abbas sebagai 'malaikat perdamaian'.

Paus Fransiskus melawat ke masjid di Afrika tengah

Republik Afrika Tengah dilanda konflik sektarian sejak tiga tahun terakhir antara penduduk beragama Kristen dan Islam. Untuk mengurangi tensi ketegangan antara kedua kubu, Paus Fransiskus hari ini, Senin (30/11) mengunjungi masjid di Ibu Kota Bangui. Agenda ke masjid ini mengakhiri lawatan tiga hari Sri Paus di Republik Afrika Tengah. Di masjid itu, Fransiskus akan berdialog dengan tokoh masyarakat muslim.

Pasukan pengawal Vatikan kerepotan mempersiapkan kunjungan ke masjid itu, karena posisinya ada di bagian paling rawan Bangui, yakni Distrik PK5. Sri Paus menjadi pemimpin agama pertama dalam tiga dekade terakhir yang mengunjungi zona perang.

Milisi Kristen selama setahun terakhir mengisolasi kawasan masjid, sehingga penduduk muslim kesulitan mengakses sembako dan obat-obatan ke kawasan PK5.

"Kami bagaikan terpenjara di ruang terbuka. Kami tidak bisa ke rumah sakit, anak-anak kami tidak bisa sekolah," kata Imam Masjid Jami Bangui, Ahmadou Tidjane Moussa Naibi.

Dalam pidatonya kemarin, Fransiskus meminta semua pihak di Afrika Tengah menghentikan kontak senjata. Pemimpin Tahta Suci Katolik itu sebelumnya bertandang ke Istana Negara Afrika Tengah, disambut langsung Presiden Catherine Samba-Panza.

"Saya sadar betapa besar godaan membenci orang asing, yang tidak kita kenal, yang bukan bagian dari kelompok etnis, politik, ataupun agama kita, memang sangat mudah. Saya harap kita semua dapat menolak godaan itu," kata Sri Paus.

"Saya berharap semua pihak dapat duduk bersama dalam dialog nasional, membuka lembaran baru negara ini," imbuh Fransiskus. Pasukan Perdamaian PBB sejak tahun lalu menempatkan 12 ribu personil di Afrika Tengah. Separuh personil selama tiga hari terakhir diperbantukan menjaga keamanan Fransiskus.

Konflik agama Afrika Tengah pecah pada Maret 2013. Sebagian warga muslim terlibat dalam gerakan pemberontak menggulingkan mantan presiden Francois Bozize. Pemberontak dari kelompok Seleka ini sempat menguasai Ibu Kota Bangui selama tiga bulan.

Sebagai balasan, elit politik loyalis Bozize di Bangui membentuk milisi-milisi kecil dari warga Kristen. Dampaknya konflik politik berubah jadi perang agama. Setidaknya ribuan orang tewas selama tiga tahun terakhir, satu juta orang terusir dari kampung halamannya. Pemeluk Islam adalah minoritas di negara bekas jajahan Prancis itu.

Dari Afrika Tengah, Sri Paus dijadwalkan meneruskan lawatan ke Uganda dan Kenya. Di masing-masing negara itu, Fransiskus berupaya menyebarkan pesan perdamaian. Setidaknya, bagi warga Afrika Tengah, sosok Paus lebih dihormati dibanding politikus. "Bandit di negara kami tidak sudi mendengar janji politikus. Tapi saya yakin para bajingan akan menyimak ucapan Sri Paus," kata Urbain, penduduk Kota Bangui.

Paus Fransiskus basuh dan cium kaki narapidana muslim

lensaterkini.web.id - Paus Fransiskus kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kaum terpinggirkan di masyarakat ketika kemarin dia mencium dan membasuh dua belas kaki narapidana, di antaranya muslim, di penjara Casal del Marmo, Ibu Kota Roma, Italia. Ritual itu dia lakukan usai memimpin misa di Gereja Santo Petrus, Basilika, dalam peringatan selama empat hari wafatnya Yesus Kristus.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (29/3), Paus Fransiskus mendobrak tradisi Gereja selama ini dalam peringatan wafatnya Yesus Kristus.

"Saya bahagia bersama kalian. Jangan kehilangan harapan." kata Paus kepada 50 narapidana muda di penjara itu. Ritual membasuh kaki pada Hari Kamis Putih itu mengingatkan kembali ayat Alkitab di Perjanjian Baru ketika Yesus menghormati kedua belas muridnya dengan membasuh dan mencium kaki mereka sebelum dia disalib.

Paus juga sebelumnya telah mengunjungi penjara di Argentina untuk melakukan ritual sama. Di penjara Roma itu narapidana di sana kebanyakan kaum gipsi atau imigran Afrika Utara berusia muda sekitar 14 hingga 21 tahun. Vatikan mengatakan kedua belas narapidana yang dipilih untuk ritual itu tidak seluruhnya beragama Katolik. Paus juga mengunjungi dua narapidana perempuan. Beberapa tahanan di penjara itu juga adalah umat muslim.

Ketika dipilih menjadi Paus dia menolak tinggal di apartemen kepausan yang mewah. Ketika dia melihat tempat tinggalnya itu dia mengatakan," Di sini bisa cukup untuk tempat tinggal bagi 300 orang."

Pada pesan misanya kemarin Paus mengingatkan kepada para pastur. "Kita harus keluar ke tempat-tempat mereka yang menderita, yang buta, yang lemah, narapidana yang selama ini menjadi budak setan. "Mereka yang tidak mau mengunjungi kaum lemah menderita hanya akan menjadi orang kuno, bukan pastur, dan mereka merasa sedih dan tak akan pernah puas." 

"Ini adalah ritual simbolis. Membasuh kakimu berarti saya menjadi pelayan Anda," kata Paus kepada narapidana di penjara itu. "Tolong-menolonglah kepada sesama. Inilah yang diajarkan Yesus dan inilah yang saya lakukan. Saya melakukannya sepenuh hati."

Paus Fransiskus : Alquran Kitab Perdamaian

Setelah melakukan kunjungan selama tiga hari di Turki, Paus Fransiskus menyimpulkan bahwa Islam merupakan agama yang damai. Dia menolak stigma buruk yang diberikan oleh sekelompok kecil kalangan di dunia.

Alquran merupakan kitab perdamaian. Ini adalah kitab nubuatan untuk perdamaian, kata Paus Fransiskus sebagaimana dikutip dari laman On Islam, Selasa 2 Desember 2014 dan dilansir Dream.co.id.

Selama kunjungan ke Turki, Paus asal Argentina tersebut beremu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, dan Kepala Urusan Agama Turki, Mehmet Gormez.

Paus Fransiskus juga berkunjung ke Masjid Biru di Istanbul. Di sana, Paus berdoa. Sesudah itu, berkunjung ke Museum Hagia Sophia, yang pernah difungsikan sebagai gereja dan masjid itu.

Paus menambahkan, ada pandangan yang keliru tentang Islam. Terutama tentang terorisme yang selalu dikaitkan dengan Islam. Anda tidak bisa mengatakan itu, seperti juga mengatakan semua umat Kristiani adalah fundamentalis, tutur dia.

Kita sama-sama punya [fundamentalisme]. Semua agama punya kelompok kecil ini, tambah pria berusia 77 tahun tersebut.

Paus Fransiskus meminta seluruh pemimpin muslim untuk mengeluarkan kecaman terhadap aksi terorisme, untuk membantu meruntuhkan stigma lekatnya Islam dan kekerasan. Saya katakan kepada Presiden [Erdogan] ini akan mejadi indah jika pemimpin muslim, apakah pemimpin politik, keagamaan, atau akademik, akan berkata dengan jelas dan mengutuk terorisme sebab dunia akan membantu mayoritas masyarakat muslim, tutur Paus.

Paus Fransiskus mencium kaki imigran muslim jelang Paskah

lensaterkini.web.id - Paus Fransiskus mencium kaki imigran muslim jelang PaskahPaus Fransiskus membasuh sekaligus mencium kaki imigran muslim, Hindu, serta Kristen Ortodoks sebelum memimpin misa Kamis Putih. Pemimpin umat Katolik sedunia itu mengunjungi lokasi penampungan para imigran di Castelnuovo, di luar Ibu Kota Roma, Italia. Ada 892 pencari suaka maupun imigran yang hidup di penampungan tersebut.

Ada delapan lelaki dan empat perempuan yang terlibat dalam prosesi pencucian kaki, dipilih langsung oleh vatikan. Tiga pria muslim dari Mali, Suriah, dan Pakistan ikut dibasuh kakinya oleh Fransiskus.

Pada sambutan saat homili, pembasuhan kaki para migran dari pelbagai latar agama itu melambangkan iman Katolik yang menekankan persaudaraan manusia. "Kita semua bersaudara dan pada hakikatnya ingin hidup damai," kata Sri Paus, seperti dilansir Aljazeera, Jumat (25/3).

Ini adalah kali kesekian Sri Paus membasuh serta mencium kaki orang papa sebelum Paskah. Tahun lalu, Fransiskus melakukan ritual ini bersama para tahanan. Sebelum ada perubahan norma oleh kepemimpinan Fransiskus, peserta pembasuhan oleh Paus ini hanya diikuti warga Katolik laki-laki. Bahkan perempuan juga kini bisa dibasuh pula oleh Sri Paus.

Selain menyampaikan pesan perdamaian, penguasa Tahta Suci ini mengutuk serangan teror di Brussels, Belgia. Dia mengatakan yang paling diuntungkan dari aksi semacam itu adalah produsen senjata yang ingin dunia selalu dalam kekacauan.

"Di balik kehancuran itu, ada produsen senjata, penyelundup alat perang, yang selalu haus darah."
Sri Paus menyebut para teroris di Brussels yang menewaskan 35 orang serta melukai 200 lainnya adalah pengecut seperti Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Tag : Fakta
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola