5 Anak Band Yang Berhenti Bermusik Demi Mendalami Agama

Anak band identik dengan narkotika, dikelilingi oleh wanita-wanita hingga free seks. Hal itu terbukti dengan beberapa anak band yang pernah tersandung kasus-kasus tersebut.

Akan tetapi di balik penilaian mereka yang memiliki gaya hidup bebas, ada segelintir anak band malah menjadi tertarik menekuni agama. Mereka rela melepas popularitas demi mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa.

Bahkan, sebagian para anak band ini sudah mulai berdakwah. Tak seperti dulu, mereka pun kini bergaul dengan para ustaz dan ulama. Berikut 5 anak band yang mendalami agama.

Sakti Ari Seno gitaris Sheila On 7

lensaterkini.web.id - Di tengah popularitas yang tinggi, Sakti Ari Seno memutuskan untuk hengkang dari dari Sheila On 7 (S07) pada tahun 2006. Terlebih, saat itu alasannya adalah untuk memperdalam ilmu agama Islam. Namun, bagi Sakti hal tersebut adalah pilihan hidupnya.

Hengkang dari SO7, Sakti langsung terbang ke India, Bangladesh, dan Pakistan untuk mempelajari agama Islam lebih dalam sekitar empat bulan. Selain itu di sana dia juga belajar dakwah. Bahkan, saat ini Sakti berganti nama menjadi Salman Al-Jugjaywy. Sakti mengaku, keputusannya ini berawal dari ketakutannya akan kematian.

"Awalnya, karena takut mati. Kita hidup di dunia sementara di akhirat selamanya. Saya baca buku, catchy lah buku itu. Saya baca, mengingatkan saya bekal apa nanti sementara saya merasa belum banyak bekal yang saya bawa, akhirnya saya menggiatkan diri belajar agama," cerita Sakti, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/7/2013), dilansir Kapanlagi.com.

Keputusan Sakti pun sempat mendapatkan kritikan dari beberapa pihak. Tapi, pro dan kontra yang terjadi pada dirinya dipandang sebagai risiko dari keputusannya. "Pro dan kontra selalu ada, tetapi kita selama mengikuti jalan Allah jangan ragu2," ujarnya.

Tak hanya mengganti nama, penampilan Sakti pun berubah. Kini dirinya selalu tampil dengan menggunakan baju gamis, kopiah, dan berjenggot. Baginya, banyak hikmah yang didapat dari perubahannya ini. Dirinya kini merasa lebih mudah untuk menjalani hidup.

"Yang udah didapat Insya Allah kemudahan menjalani kehidupan. Ya kaya kambing atau sapi saat bajak sawah mereka ga repot kalau mereka taat sama majikannya makanan diantar, begitu juga kalau kita taat sama Allah," ungkap Sakti. 

Ilsyah Ryan Reza drummer Noah

Akhir tahun 2014 lalu, para penggemar band Noah dikejutkan dengan keluarnya sang drummer Ilsyah Ryan Reza atau Reza dari grup musik fenomenal itu. Reza tak lagi bergabung dengan Noah lantaran ingin memperdalam ilmu agama.

"Terus terang saya tidak dapat berkonsentrasi dalam beberapa hal secara bersamaan. Saya melihat anak-anak semakin maju, sementara saya tidak bisa berkonsentrasi," kata Reza, Jumat (19/12/2014) lalu, dilansir Kapanlagi.com.

Menurutnya, rencana keluar tersebut sudah sejak lama dibicarakan dengan teman-temannya. Jauh sebelum NOAH, Reza hampir cabut saat masih berstatus sebagai Peterpan.

"Sebenarnya hal ini sudah saya bicarakan kepada teman-teman dari lama, sejak masih di Peterpan. Namun, baru sekarang saya putuskan untuk keluar," ucapnya.

Sunu Hermaen vokalis band Matta

lensaterkini.web.id - Sama halnya dengan Sakti dan Reza, Sunu mantan vokalis band Matta juga memilih hijrah di jalan Allah SWT dibanding terus berada di dalam ingar bingar dunia hiburan. Menurutnya, berada di lingkungan dunia hiburan membikin lelaki dengan model rambut belah tengah itu melakukan hal dilarang dalam agamanya.

"Mulai dari hiburan malam dan ke arah maksiat lainnya," katanya kepada merdeka.com, saat ditemui di salah satu pesantren di kawasan Cilaja Girang, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/6) lalu.

Menjadi orang terkenal, ternyata di dalam batin Sunu merasa gelisah. Dia lantas menyadari nikmat dunia hanya sesaat, sedangkan yang kekal itu akhirat. Pada satu ketika, sekitar 2009, Sunu mulai diajak ke masjid. Dia merasa suasana masjid berada di kawasan Antapani, Kota Bandung, itu membawa ketenangan pada dirinya.

Seiring waktu, lantaran kerap berada di lingkungan religius, perlahan Sunu mulai menjauh dari ingar bingar dunia hiburan. Pada akhirnya, Sunu mulai belajar agama dari buku dan mendengarkan ceramah.

"Saya benar-benar mendapatkan kenyamanan di sini," ujar Sunu. Dengan pengetahuan agama dimiliki, meski dirasa masih dangkal, kini saban beraktivitas Sunu berusaha tidak lepas dari dakwah. Karena hal itulah dilakukan Nabi Muhammad SAW, selaku idolanya sekarang. Dakwah Rasulullah, beserta para sahabatnya bermaksud menyampaikan kebenaran ajaran Islam, beserta aturan di dalamnya kepada seluruh umat di dunia.

"Nah, agama itu foto kopi, ajarannya sama, tidak ada yang berbeda di zaman Nabi Muhammad SAW, dengan sekarang. Sehingga apa yang saya jalankan paling tidak ingin sama dengan apa yang dilakukan," ucap Sunu.

Sunu kini punya kegemaran lain di samping bermusik, yakni itikaf dan berdakwah. Seperti dilakukannya di pesantren milik salah satu gurunya. Merdeka.com berkesempatan melihat langsung Sunu berdakwah di hadapan ratusan jamaah. Memiliki latar pernah tersohor di panggung musik, dakwah Sunu membawa jamaah tidak jenuh.

Sesekali lelucon atau penggalan lagu disisipkan, sehingga membuat jamaah datang merasa terhibur tanpa mengurangi nilai-nilai dakwah. Sunu menyampaikan tuntunan dalam norma kehidupan sehari-hari.

Dia menyatakan, adab dibutuhkan sebagai tuntunan kehidupan supaya setiap hari diridhoi Allah SWT. Dia khawatir jika Allah 'memanggil' umatnya sedang dalam kondisi tidak beradab.

"Orang yang tidak memakai adab itu, orang yang sehari-harinya makan tinggal makan, tidur tinggal tidur. Sekarang mah pake adab, baca doanya. Biar enggak jadi orang biadab," ucap Sunu saat berceramah.

Sunu mengaku mengakui, setelah bertaubat dan mendalami agama justru membawa berkah. Dia sudah pernah melancong ke beberapa negara. Dengan bekal ilmu agama, dia memberanikan diri berdakwah ke hingga mancanegara.

"Karena ilmu itu memang harus diamalkan. Saya berdakwah ke Pakistan, Thailand, India, dan Malaysia. Karena dengan berdakwah itu juga sekaligus kita belajar. Ilmu saya masih sangat rendah. Saya masih ingin terus belajar," tambah Sunu.

Sunu menambahkan, dengan jalan hidup dipilih ternyata tidak membuat dia kehilangan mata pencaharian. Sebab, rezeki sudah dijamin Allah S.W.T. Sunu yang memang berlatar belakang musikus masih bisa melantunkan tembang bersama sejawatnya. Mereka dulunya sama-sama berada di jalur hiburan. Yaitu Ray Nineball dan Derry Sulaiman. Mereka juga meluncurkan single lagu berjudul 'Dunia Hanya Sementara'.

"Saya masih bernyanyi dengan Ray. Matta juga tidak bubar, hanya vakum dulu sementara. Sekarang saya juga bisnis gamis dengan Sunu Collection. Jadi jika tujuan kita akhirat, dunia juga akan mengikuti. Kalau ngikutin dunia, tidak akan pernah ada habisnya. Manusia mah dikasih dua lembah emas, pasti akan mencarinya lembah emas yang ketiga. Mau sampai kapan kita begini?" tutup Sunu.

Ray Shareza vokalis band Nineball

Kisah Ray memilih hijarh di jalan Allah berawal dari hidayah yang datang kepadanya pada bulan Ramadan beberapa tahun silam. Dari sana dia mulai mencoba beritikaf di masjid. Akan tetapi, dia mengaku perubahannya saat ini tak lain dari doa sang ibunda. Ibunya sangat berharap jika Ray menjadi anak yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

Kini kesehariannya disibukkan dengan mengisi dakwah-dakwah. Akan tetapi, Ray lebih senang berdakwah islahiyah yaitu dakwah untuk memperbaiki diri sendiri. Dia lebih ceramah tentang kebesaran Allah dan perjuangan Rasulullah dan para sahabat, bukan menggurui sesama manusia.

Irvan Sembiring gitaris band Sucker Head

lensaterkini.web.id - Bagi pecinta band metal, mungkin tak asing lagi dengan nama Irvan Sembiring. Irvan merupakan gitaris band Sucker Head. Dia juga pendiri Rotor band metal legendaris di kancah musik keras Tanah Air.

Irvan hijrah setelah mengalami beberapa peristiwa pahit dalam hidupnya. Seperti kehilangan beberapa temannya akibat overdosis. Kejadian itu pun menyadarkannya bahwa kesenangan di dunia hanya bersifat sementara.

Singkatnya, dalam sebuah buku yang dia baca ditulis bahwa Nabi Muhammad adalah orang nomor 1 berpengaruh di dunia. Kemudian Irvan pun penasaran dengan sosok Nabi Muhammad SAW. Berawal dari sana dia mencari tahu perjalanan dan kepribadian Rasulullah.

Dia kerap mendatangi pengajian dari masjid ke masjid agar rasa penasarannya itu terjawab. Hingga pria kelahiran Surabaya, 2 Maret 1970 ini sering beritikaf di masjid agar bisa lebih dekat dengan sang Maha Pencipta.

Kini, setelah memutuskan hengkang dari gemerlap dunia hiburan sang roker pun menghabiskan waktunya dengan berdakwah dari kampung ke kampung bersama jemaah tablig.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Tag : Selebritis
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola