4 Tradisi Ramadhan Terunik di Kosovo, Negara Muslim Eropa

Sepanjang yang kita tahu, Eropa dipenuhi oleh penduduk yang mayoritas memeluk agama Kristen dan Katolik. Mereka tersebar mulai dari Inggris, Prancis, Italia, hingga negara di utara seperti Norwegia dan Finlandia. Setelah dua agama besar itu, Islam adalah negara selanjutnya yang ada di Eropa meski jumlahnya sangat minim.

Meski Islam adalah agama minoritas, ada satu negara di kawasan Eropa yang justru penduduk Islamnya mayoritas. Negara itu bernama Kosovo. Di negeri ini, sekitar 95 persen penduduknya adalah Muslim. Oh ya, meski Kosovo merupakan negara Eropa tradisi Islam di sini tetap dipegang dengan teguh. Setiap tahun penduduk di Kosovo tetap menjalankan puasa Ramadan yang penuh berkah. Berikut beberapa hal unik dari Kosovo saat bulan Ramadan akhirnya tiba.

Penduduk Lebih Suka Buka Puasa Bersama

lensaterkini.web.id - Berbeda dengan Muslim di daerah lain di dunia. Muslim di kawasan Kosovo lebih suka melakukan buka puasa bersama banyak orang. Mereka suka berkumpul di jalanan dan makan dari sajian yang disiapkan oleh tentara dari Turki yang membantu menjaga dan mengembangkan Islam di kawasan Kosovo.

Oh ya, sedikit informasi saja. Kosovo adalah negara yang baru saja merdeka pada tahun 2008. Negeri ini pecah dari Serbia hingga konflik masih sering terjadi. Hingga tahun 2016 ini hanya ada 110 negara di dunia yang mengakui Kosovo sebagai negara. Bahkan, negara-negara Arab terus membantu secara finansial untuk membentuk kekuatan Islam di kawasan Eropa.

Masjid Selalu Tak Muat Menampung Jemaah

Masjid di kawasan Kosovo jumlahnya tak terlalu banyak. Sebagai negara yang baru saja pecah dari Serbia, pembangunan masjid di Kosovo masih sangat lamban. Akhirnya, saat bulan Ramadan datang semua orang jadi berebut untuk bisa masuk ke dalam masjid guna melakukan ibadah salat wajib hingga tarawih.

Penduduk di Kosovo sangat antusias dengan bulan Ramadan. Mereka ingin memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya saat Ramadan agar memanen keberkahan. Sayangnya, fasilitas masjid di Kosovo masih sangat minim. Banyak masjid belum mampu menyediakan fasilitas standar seperti untuk air wudu dengan jumlah jemaah yang banyak. Meski demikian, Muslim di negeri ini tetap antusias hingga jarang ditemui masjid yang lengang setiap malam.

Semua Restoran Tutup Saat Siang Hari

lensaterkini.web.id - Kosovo juga merupakan negara yang memiliki banyak objek wisata. Setiap hari, banyak orang dari penjuru Eropa yang datang ke sini untuk melihat bangunan-bangunan kuno seperti Masjid, Gereja, dan beberapa monumen yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Saat bulan Ramadan tiba, seluruh objek wisata biasanya tidak dibuka secara maksimal. Selain itu, restoran dan rumah makan di sepanjang objek wisata juga ditutup. Turis nonmuslim yang berasal dari luar Kosovo harus membawa makanannya sendiri saat puasa.

Saat Ramadan Kosovo Jadi Lautan Azan

Saat hari-hari biasa, Azan hanya terdengar di kawasan yang memiliki komunitas Muslim yang kuat. Biasanya mereka adalah peranakan Turki yang menempati negeri itu sejak perang dunia ke-1 selesai. Para Muslim ini membentuk peradaban sendiri hingga akhirnya Islam berkembang dan berjumlah 2 juta penduduk.

Saat Ramadan tiba, kemeriahan di Kosovo langsung terasa. Semua masjid di Kosovo mengumandangkan Azan secara bersamaan. Semua masjid di penjuru Kosovo akan mengumandangkan azan dengan pengeras suara hingga bisa didengar di banyak tempat di Kosovo, bahkan mungkin negara-negara Eropa.

Inilah empat hal unik dari tradisi Ramadan di Kosovo. Meski negeri ini dikenal sangat kecil dan dikelilingi negara nonmuslim, tradisi Islam tetap dipertahankan hingga Islam bisa terus tumbuh di Eropa. 

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola