11 Pulau Paling Misterius Yang Menyeramkan di Dunia

Ketika sudah penat oleh pekerjaan dan rutinitas harian, sepertinya ide berjalan-jalan ke sebuah pulau yang sangat indah adalah menyenangkan. Menikmati sinar matahari hangat dan bau pasir pantai yang khas mampu membuatmu sejenak melupakan tekanan di kantor.

Berkunjung ke sebuah pulau yang benar-benar baru dan berbeda dari apa yang kamu alami kesehariannya memang menyenangkan. Tentu sangat senang jika petualangan itu dilakukan dengan orang terkasih. Hanya saja, apakah kamu yakin pulau yang kamu kunjungi aman?

Karena memang  faktanya di dunia ini ada pulau-pulau yang dianggap misterius. Disebut misteri karena apa yang ada di dalamnya benar-benar membuat bertanya. Bahkan ada yang sudah ditinggalkan sehingga konon disebut berhantu. Dilansir Huffington Post, berikut inilah pulau-pulau berhantu yang mampu membuatmu bergidik.

Nah, berikut adalah 11 Pulau Paling Misterius Di Dunia yang penuh dengan kisah misteri. Mari kita simak bersama!

Miyakejima - Jepang

lensaterkini.web.id - Miyakejima adalah salah satu pulau di gugusan kepulauan Izu yang terletak 180 kilometer selatan Tokyo. Yang membuat Miyakejima mencekam adalah karena penduduk yang tinggal di sana wajib mengenakan masker gas karena udara di pulau tersebut mengandung racun. Miyakejima sendiri adalah pulau vulkanik yang sudah meledak ratusan tahun lalu.

Namun bekas racun akibat aktivitas vulkanis itu masih ada dan mengeluarkan gas berbahaya. Alih-alih meninggalkan Miyakejima, penduduk memilih bertahan karena rupanya mereka dibayar demi kebutuhan penilitian ilmuwan. Sungguh, rela bertahan karena uang dengan risiko nyawa.

Pulau San Servolo

Pulau San Servolo terletak di lepas pantai Italia. Kini, fungsi utamanya adalah sebagai museum. Didirikan pada abad ke-18, tempat ini dulunya digunakan sebagai rumah sakit untuk pasukan militer yang terluka. Namun pada abad ke-19, pulau ini dialihfungsikan sebagai tempat penampungan orang-orang gila.

Menariknya, rumah sakit jiwa itu rupanya juga difungsikan sebagai fasilitas keagamaan, di bawah manajemen sebuah ordo religius kuno yang dikenal sebagai San Giovanni di Dio, ordo lama yang dikenal karena keahlian medis mereka. Salah satu metode utama dalam pengobatan pasien gila adalah isolasi dan represi.

Praktik itu disebut perawatan moral, yang lebih pas jika disebut brutal. Museum yang kini didirikan di Pulau San Servolo memajang perangkat seperti rantai, jaket lurus, dan borgol, yang semuanya digunakan untuk pasien. Terapi kejut listrik juga dipraktikkan di sini.

La Isla de La Munecas - Meksiko

lensaterkini.web.id - Jika kamu berkunjung ke La Isla de La Munecas di Meksiko ini, maka dijamin kamu mungkin akan enggan memiliki boneka lagi. La Isla de La Munecas sendiri adalah bahasa Spanyol yang bisa berarti pulau boneka. Bukan boneka biasa, karena boneka-boneka yang tergantung di pohon-pohon tampak menyeramkan bahkan beberapa kehilangan anggota tubuh.

Pulau ini ditemukan oleh Don Julian Santana yang memilih menyepi di pulau yang ada di selatan Meksiko ini. 50 tahun lamanya Julian membangun La Isla de La Munecas yang dipenuhi boneka menyeramkan dan tergantung tak terurus. Usut punya usut, boneka-boneka yang digantung itu rupanya demi menenangkan arwah bocah yang tenggelam dan menghantui Julian.

Namun seramnya, Julian sendiri tenggelam pada 17 April 2001 di tempat bocah misterius itu tenggelam. Seramnya, karena tak ada aliran listrik dan air, maka HP pun jadi tidak berguna di sini.

Pulau Tiburon

Tiburon adalah pulau terbesar di Meksiko, yang dipenuhi dengan binatang berbisa dan telah menjadi rumah bagi sekelompok orang yang disebut Seri yang telah lama dicap sebagai kanibal. Pulau ini kabarnya juga memiliki kekayaan yang tak terhitung, termasuk kemungkinan adanya kandungan logam mulia.

Prospektor Arizona, Tom Grindell, melakukan perjalanan pertamanya ke Tiburon pada tahun 1903. Saat itu, dia hanya mengitari tepian pulau dan kemudian memutuskan kembali ke Arizona untuk merekrut orang, yang dapat membantunya melakukan operasi prospecting skala penuh pada pulau tersebut.

Pada tahun 1905, Tom pergi bersama tiga krunya ke pulau itu. Berangkat pada 10 Juni 1905, mereka berencana akan kembali ke Arizona pada akhir Juli. Namun sayangnya, mereka pun tidak pernah kembali.

Schiermonnikoog

lensaterkini.web.id - Schiermonnikoog adalah sebuah pulau kecil di lepas pantai Belanda, yang terus bergerak ke selatan dan timur, karena efek kombinasi dari arus pasang surut angin dan laut. 762 tahun yang lalu, pulau ini berada sekitar 2 km di utara dari posisinya sekarang, dan terus memiliki bentuk yang berbeda secara signifikan.

Pulau ini sebetulnya tidak benar-benar bergerak. Laut mengikis pulau tersebut di beberapa sisinya sehingga menyisakan celah yang membuat pulau itu bisa bergeser posisi.Nama Schiermonnikoog sendiri berasal dari para biarawan yang tinggal di pulau itu.

Monnik berarti biksu dan Schier adalah kata kuno yang berarti abu-abu, mengacu pada warna kesukaan para biarawan. Oog diterjemahkan sebagai pulau. Oleh karenanya, Schiermonnikoog bisa diterjemahkan menjadi pulau para biarawan abu-abu.Pariwisata, seperti dilansir amusingplanet, menjadi sumber utama dari pendapatan penduduk Schiermonnikoog.

Pulau ini memiliki sebuah perkemahan, dermaga feri, pelabuhan untuk kapal-kapal kecil, sekitar 15 hotel dan ratusan rumah penginapan dan apartemen. Sekitar 300.000 orang mengunjungi pulau ini setiap tahun, dan menginap di 5.500 kamar yang tersedia di rumah penginapan, apartemen dan hotel.

Gunkajima - Jepang

Menjadi salah satu pulau terpencil di lepas pantai Jepang, Gunkajima sudah ditinggalkan penduduknya dan termasuk satu dari ratusan pulau tak berpenghuni di prefektur Nagasaki. Sebetulnya Gunkajima adalah pulau yang padat yakni pada 1887 - 1974 karena memiliki tambang batubara. Namun penduduk mulai meninggalkannya karena stok batubara sudah habis.

Yang membuat seram, fasilitas yang ada di Gunkajima pun dibiarkan begitu saja seperti bangunan tempat tinggal yang sudah tampak mengerikan dan tak terawat. Hingga banyak orang menjuluki Gunkajima sebagai pulau berhantu. Hiiy!

North Sentinel Island

lensaterkini.web.id - North Sentinel Island adalah bagian dari Kepulauan Andaman dan Nikobar di Teluk Benggala antara Myanmar dan Indonesia. Pulau ini menjadi rumah bagi salah satu suku paling primitif di dunia. Orang-orang Sentinelese begitu mereka disebut. Mereka menjauhi segala kontak dari dunia luar.

Karena itu, pulau ini disebut sebagai tempat yang paling sulit dikunjungi di dunia.Sentinelese dianggap sebagai keturunan langsung dari manusia pertama yang muncul dari Afrika. Mereka telah tinggal di pulau kecil itu selama hampir 60.000 tahun.

Jumlah populasi yang tepat tidak diketahui karena kurangnya informasi. Tidak peduli apakah Anda adalah seorang teman atau musuh, siapa pun yang secara sengaja atau tidak sengaja datang ke pulau itu, akan disambut dengan cara yang sama oleh penduduk setempat, yakni dengan tombak dan panah. Mereka bahkan tidak mau menerima jenis bantuan apa pun dari orang asing.Sebagai buntut dari bencana tsunami yang menghantam Samudera Hindia pada bulan Desember 2004 lalu, sekelompok dermawan berusaha mengulurkan tangan mereka untuk menyelamatkan suku Sentinelese. Mereka mengantarkan bantuan berupa makanan dan pakaian melalui helikopter Angkatan Laut India.

Para relawan itu hanya ingin mencari dan membantu korban di pulau itu, meski mereka tahu bahwa peluangnya sangat lah tipis. Ketika mereka mencoba menjatuhkan paket makanan ke tanah, penduduk setempat menyambut mereka dengan permusuhan. Bahkan, salah seorang suku Sentinelese yang tiba-tiba muncul dari hutan langsung menembakkan panah ke helikopter.Karena suku ini sangat menutup diri, tidak ada yang tahu apa bahasa yang mereka pakai dan kebiasaan apa yang sering mereka lakukan.

Pemukiman Sentinelese sendiri tersembunyi di dalam hutan lebat, sehingga tidak ada yang tahu bagaimana mereka hidup. India yang memiliki kedaulatan atas pulau ini selalu gagal membuat kontak yang ramah dengan mereka sejak tahun 1964. Akibatnya, pemerintah India pun akhirnya memutuskan untuk mundur. Untuk itu, semua kunjungan ke pulau ini dilarang. Angkatan Laut India juga telah memberlakukan zona terlarang sejauh 3 mil dari pulau untuk menjaga wisatawan, penjelajah dan nelayan.

Pada tahun 1974, sebuah kelompok pergi ke sana untuk membuat film dokumenter. Anda tahu apa yang terjadi berikutnya? Sutradara film itu menderita luka serius di pahanya, karena terkena panah sepanjang 2,4 meter. Beberapa rekaman dari kunjungan itu diabadikan dalam sebuah film dokumenter berjudul Man in Search of Man.Upaya untuk membuat kontak dengan Sentinelese telah dilakukan sejak tahun 80-an. Pada tahun 80-an dan awal 90-an, seorang antropolog India, T.N. Pandit, pernah melakukan beberapa perjalanan ke pulau itu atas sponsor pemerintah. Namun seperti sudah bisa ditebak, upaya itu selalu gagal.

Pulau Babi

Nama resmi pulau ini adalah Big Major Cay, tetapi kebanyakan orang memanggilnya dengan sebutan Pulau Babi. Pulau yang terletak di Bahama ini memiliki keunikan tersendiri yang mungkin tidak bisa ditemui di pulau-pulau lainnya di dunia. Pada tahun 2009, seorang fotografer bernama Eric Cheng and kapten kapal Jim Abernathy menemukan sebuah pulau kecil di Bahama yang menjadi tempat liburan para babi.

Hewan berbuntut pendek itu tampak menikmati suasana pantai di pulau tak berpenghuni tersebut. Para babi juga tampak senang berenang di perairan tenang yang aman dari badai tropis itu.Babi-babi itu juga tidak pernah khawatir tentang kebutuhan makanan mereka karena beberapa kapal yang melewati pulau itu selalu membuang kelebihan makanan mereka ke laut. Tampaknya, para babi tahu kapan waktu pengiriman itu tiba, sehingga mereka selalu bersemangat untuk terjun ke dalam air ketika melihat sebuah kapal berlabuh.

Llha de Queimada Grande - Brazil

lensaterkini.web.id - Llha de Queimada Grande adalah sebuah pulau tropis dengan hutan hujan lebat yang jika dilihat dari kejauhan sangatlah cantik. Namun saat kamu mengetahui apa yang mendiami pulau yang terletak di lepas pantai Sao Paulo ini kamu bisa bergidik. Pulau ini bahkan dianggap tidak layak huni karena didiami spesies ulas golden lancehead viper yang menjadi salah satu ular paling mematikan di dunia.

Saking banyaknya, jika dirata-rata, dalam setiap satu meternya, kamu bisa menemukan satu ekor ular viper itu di Llha de Queimada Grande. Karena itu, pulau ini dijuluki pulau ular dan pernah memiliki seorang penjaga yang tinggal di mercusuar. Hanya saja penjaga itu sudah tewas karena diserang ular saat hendak mengambil bahan makanan. Mengerikan sekali.

Ramree - Myanmar

Pada masa Perang Dunia II, pulau Ramree yang berada di Myanmar ini jadi lokasi perang. Saat perang terjadi, lebih dari 400 tentara Jepang bersembunyi di rawa-rawa demi menghindari tentara Inggris. Alih-alih selamat, ratusan tentara Dai Nippon itu justru tewas karena jadi korban keganasan buaya muara yang berdiam di Ramree.

Ada yang bilang bahwa Ramree merupakan surga bagi buaya muara, salah satu predator terganas dan terkejam di dunia. Sampai sejauh ini, tak ada yang tahu kenapa rawa-rawa di Ramree dipenuhi oleh buaya muara. Jadi, apakah kamu benar-benar ingin berkunjung ke sana?

Sokotra - Yaman

lensaterkini.web.id - Kamu bisa menemukan pulau Sokotra di samudera Hindia sekitar 380 kilometer sebelah selatan Jazirah Arab. Sokotra memang terisolasi dan memiliki keanekaragaman tumbuhan yang 1/3 di antaranya tak bisa ditemukan di daerah lain. Memiliki iklim yang sangat panas dan kering serta lereng kapur, membuat Sokotra bak dunia lain tak seperti berada di Bumi.

Banyak tumbuhan aneh yang tumbuh di Sokotra seperti pohon darah naga, pohon cabang-cabang besar yang tampak seperti jamur raksasa sampai mawar gurun yang membuat Sokotra dijuluki pulau Alien lantaran tumbuhan yang ada seperti berada di planet lain. Untuk menuju Sokotra pun sangat sulit dan pasir yang ada di sana begitu panas. Meskipun keberadaannya sangat aneh, Sokotra dihuni 40 ribu penduduk dan jadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Misterius
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola