7 Peristiwa Di Lautan Maritim Paling Mengerikan Dalam Sejarah Dunia

Dari pantai, lautan memang terlihat indah dan menakjubkan. Tapi saat berada di tengah lautan lepas, kadang laut bisa menjadi begitu misterius, menyeramkan dan bahkan membahayakan.

Telah banyak kapal layar yang mengalami nasib mengenaskan saat melakukan perjalanan di lautan yang memakan korban hingga ribuan orang. Berikut ini adalah tujuh bencana maritim terbesar yang mengejutkan masyarakat dunia.

Al Salam Boccaccio 98

lensaterkini.web.id - Pada 3 Februari 2006 lalu, kapal yang membawa 1400 penumpang dan kru dari Saudi Arabia ke Mesir ini mengalami kebakaran di ruang mesin. Setelah dilakukan usaha pemadaman, ternyata kapal tidak bisa bertahan dan akhirnya tenggelam. Yang disayangkan, saat kapten kapal minta izin untuk kembali ke dermaga, pemilik malah tidak mengijinkan dan menyuruhnya untuk melanjutkan perjalanan meski telah ada kebakaran.

Parahnya, para kru tidak mengatakan apa yang terjadi pada para penumpang dan meminta mereka melepaskan jaket pelampung. Ketika kapal akhirnya mulai tenggelam, kapten kapal justru yang pertama kali menyelamatkan diri dengan perahu cadangan dan para penumpang dibiarkan berjuang menyelamatkan nyawanya sendiri. Sebanyak 1020 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Toya Maru

Kapal penumpang Toya Maru mengalami bencana akibat terpaan angin topan yang begitu kuat. Bencana maritim terbesar di Jepang ini terjadi pada 26 September 1954 di selat Tsugaru. Diperkirakan sebanyak 1150 hingga 1170 penumpang dan awak kapal tewas dalam kejadian mengenaskan ini.

Ketika mengetahui ada hujan badai, kapten kapal sebenarnya sudah membatalkan keberangkatan perahu tersebut. Namun ketika dirasa badai telah reda, kapal akhirnya tetap berangkat. Tanpa disangka, badai masih tetap ada dan menghantam perahu tersebut. Karena ombak yang begitu kuat, kapal tersebut tidak bisa bertahan dan akhirnya tenggelam beserta penumpang di dalamnya.

RMS Titanic

lensaterkini.web.id - Mungkin kisah kapal karam yang paling terkenal di dunia adalah RMS Titanic yang juga dikenal sebagai kapal terbesar pada masa itu serta disebut-sebut sebagai kapal yang tidak akan bisa tenggelam. Tapi ironisnya, kapal tersebut akhirnya karam juga dalam perjalanan perdananya pada 15 April 1912.

Kapal tersebut menabrak gunung es di Samudra Atlantik yang membuat lambung kapal bocor dan terisi air sebelum kemudian tenggelam. Semua penumpang yang tersisa di kapal terendam dalam air laut dengan suhu minus 2 derajat celcius dan hampir semuanya meninggal karena serangan jantung akibat terkena air dalam suhu yang terlalu dingin.

Setidaknya 1517 orang meninggal dunia dalam tragedi ini dikarenakan kurangnya perahu penyelamat. Selain itu, awak kapal ternyata juga tidak terlalu terlatih dalam praktik evakuasi sehingga perahu penyelamat yang ada hanya terisi setengahnya.

Tek Sing

Tek Sing adalah sebuah perahu Tiongkok yang tenggelam pada 6 Februari 1822 di Laut China Selatan. Perahu ini berlayar dari pelabuhan Amoy, Tiongkok menuju ke Batavia yang sekarang jadi Jakarta. Perahu ini membawa kargo dalam jumlah besar termasuk 1600 orang penumpang.

Setelah sebulan berlayar, kapten kapal Tek Sing memutuskan untuk mengambil jalan pintas melewati Selat Gaspar yang terletak di antara Pulau Bangka-Belitung. Ternyata, kapal tersebut malah menabrak karang dan akhirnya tenggelam. Keesokan paginya, kapal Inggris East Indiaman yang berlayar melewati Selat Gaspar melihat sisa puing-puing kapal tersebut dan menyelamatkan 190 orang yang berhasil bertahan.

Le Joola

lensaterkini.web.id - Salah satu bencana maritim terbesar di abad 21 ini terjadi pada 26 September 2002 lalu. Sebuah kapal ferry MV Le Joola terbalik di pantai Gambia. Sebanyak 1.863 orang meninggal dunia dan hanya 64 orang yang selamat dalam tragedi tersebut.

Kapal tersebut sebenarnya didesain hanya untuk menampung 536 penumpang, tapi saat kejadian ternyata malah membawa 1.927 penumpang. Selain itu, Le Joola sedang berlayar lebih jauh dari yang seharusnya, serta memiliki banyak tambahan dek untuk tidur yang membuat kapal makin tidak stabil. Akibatnya, ketika dihantam badai kapal tersebut tidak bisa bertahan sehingga terbalik dan akhirnya tenggelam.

Mont-Blanc, Ledakan Halifax

Pada 6 Desember 1917, kapal kargo Mont-Blanc tengah melewati Pelabuhan Halifax di Nova Scotia. Kapal yang penuh berisi bahan peledak tersebut bertabrakan dengan kapal SS Imo dengan kecepatan rendah. Namun muncul api tidak bisa dikendalikan sehingga terjadilah ledakan besar pada kapal yang penuh bahan peledak tersebut.

Dalam kejadian mengerikan tersebut, hampir semua bangunan yang berjarak 800 meter dari ledakan termasuk pemukiman Richmond hancur. Gelombang tekanan mematahkan pohon, membengkokkan rel besi, menghancurkan bangunan, serta menyebarkan pecahan kapal Mont-Blanc hingga berkilo-kilometer jauhnya.

Sebanyak 2000 orang yang berada di dekat pantai Halifax tewas karena api, gedung yang runtuh, atau tertimpa pecahan kapal. Sebanyak 9000 orang lainnya terluka karena pecahan kaca yang berterbangan.

KMP Tampomas II

lensaterkini.web.id - KMP Tampomas II adalah kapal Indonesia yang tenggelam di perairan dengan kepulauan Masalembo pada 27 Januari 1981. Tragedi tersebut menewaskan setidaknya 431 orang, namun jumlah tepatnya tidak diketahui karena banyaknya penumpang gelap yang ikut menumpang.

Karamnya kapal tersebut bermula dari kebakaran dan kerusakan mesin. Api yang tidak terkendali akhirnya membuat kapal menjadi semakin rusak dan karam. Namun sayang, karena kesalahan informasi, kapal-kapal penolong justru datang terlambat. Padahal dari pertama terjadi kebakaran hingga sampai kapal benar-benar karam memakan waktu sekitar 30 jam.

Tragedi-tragedi maritim tersebut seolah mengingatkan bahwa laut juga bisa menjadi tempat yang cukup mengerikan. Karena itulah prosedur keamanan tetap harus menjadi hal yang utama dan selalu diikuti. Lalai mengikuti peraturan dan prosedur keamanan akhirnya hanya akan berakhir dengan bencana.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola