5 Senjata Perang NATO Yang Dipersiapkan Untuk Melawan Rusia

NATO atau North Atlantic Treaty Organization merupakan sebuah organisasi internasional yang bertujuan untuk memberi dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara. Menurut persetujuan ini, keamanan di kawasan Eropa dan Amerika Utara adalah tanggung jawab bersama. Jika terjadi serangan terhadap salah satu anggota NATO, berarti sama saja terjadi serangan terhadap seluruh anggota NATO.

Perang seakan menjadi kenyataan bilamana Rusia terus terlibat konflik dengan negara-negara pecahan Uni Sovyet. Ngerinya, perang ini akan tersulut hebat karena Rusia dan NATO sama-sama memiliki simpanan senjata berteknologi tinggi. Seperti senjata berikut yang dimiliki NATO, seakan menjadi perbandingan hebat senjata yang dimiliki Rusia dan NATO. Senjata mengerikan macam apakah itu? Berikut kami akan membahasnya untuk para pembaca sekalian. Mari simak ulasan dari 5 senjata hebat NATO untuk melawan Rusia.

Tank Challenger 2

lensaterkini.web.id - Tank Challenger 2 layak untuk dikhawatirkan Rusia jika mereka harus berhadapan dengan NATO. Tank ini merupakan senjata perang garis depan milik Inggris yang terlindungi bahan Dorchester, sebutan lain untuk lapis baja komposit jenis Chobham, dan dilengkapi dengan senjata meriam 120 mm. Tank ini juga dikenal mampu berjalan off-road hingga kecepatan sekitar 40,2 km per jam.

Secara analisis, Challenger 2 merupakan tank terbaik yang dimiliki NATO saat ini untuk menghadapi tank-tank Rusia. Bobotnya mencapai 63 ton, melebihi bobot tank T-72 milik Rusia yang hanya memiliki berat di kisaran 40-50 ton, termasuk tank mereka yang bertipe T-72B3 dan T-90. Saat ini Inggris memang tak banyak memiliki Challenger 2. Namun tank sebanyak 227 buah ini dinilai akan cukup merepotkan pihak Rusia andaikata mereka berhadapan dengan NATO.

Type 212 Submarine

Jika saja terjadi perang antara Rusia dan NATO, angkatan laut Rusia harus dihadapkan pilihan untuk diserang oleh kapal selam ultra-quiet tipe 212 milik Jerman. Kapal selam ini dilengkapi senjata torpedo jenis DM2A4 wire-guided dan torpedo Blackshark serta WASS A184 Mod-3 yang terkenal mematikan. Bahkan kapal ini rencananya akan segera dipersenjatai rudal IDAS yang mampu ditembakkan menuju target di udara, darat, dan laut.

Kapal selam tipe 212 mempunyai bobot seberat 1.830 ton selama menyelam dan dilengkapi juga dengan system air-independent propulsion (AIP) yang memungkinkannya menyelam dalam waktu yang lama. Jika generasi kapal selam U-Boat Jerman di Perang Dunia II berjalan sangat lambat, maka generasi terbaru ini mampu berjalan dengan kecepatan 37 km per jam. Italia dikenal juga memiliki jenis kapal yang sama yang dinamakan Todaro.

Eurofighter Typhoon

lensaterkini.web.id - Di udara, jika Rusia harus behadapan dengan NATO, sangat memungkinkan kekuatan jet tempur SU-35 milik Rusia akan berhadapan dengan jet tempur F-22 milik Amerika Serikat. Namun cerita itu bisa menjadi lain andaikata jet tempur Eurofighter Typhoon milik angkatan udara Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol akan menghadang SU-35 di wilayah Eropa Timur. Meski bukan jet tempur tipe siluman seperti Raptor, namun Typhoon dinilai lebih “dogfighter” ketimbang F-22.

Eurofighter Typhoon memiliki senjata kanon 27 mm dan berbagai rudal yang siap menghantam Rusia, seperti Sidewinder, AMRAAM, dan Meteor untuk pertempuran udara ke udara, serta rudal Taurus dan Storm Shadow untuk trget di darat. Dengan kekuatan ini, tentu pertempuran di udara akan terjadi sangat sengit karena SU-35 sangat dikenal sebagai jet tempur yang lincah dalam bermanuver.

Eurocopter Tiger

NATO bukan hanya memiliki jet tempur Eurofighter Typhoon saja di wilayah udara, namun mereka juga mempunyai kekuatan helikopter tempur yang dinamakan Eurocopter Tiger. Helikopter ini memiliki fisik yang kecil dan bobotnya hanya sekitar 60% dari berat helikopter AH-64 Apache Amerika Serikat. Helikopter ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh peneliti asal Perancis dan Jerman.

Sebagai senjata tempur, Eurofighter Tiger bisa melesat dalam kecepatn tinggi sekitar 290 km per jam. Helikopter ini mulai dioperasikan di tahun 1991 dan semua tipenya dilengkapi dengan senjata rudal anti tank Helfie, Spike, PARS 3, dan HOT 3 yang merupakan jenis rudal untuk serangan udara ke udara serta roket Hydra 70 dan SNEB yang berfungsi untuk serangan darat. Eurocopter Tiger sejauh ini sudah turun dalam beberapa pertempuran terbatas selama operasi Perancis dan Jerman di Afganistan dan Libya.

Spike Rudal

lensaterkini.web.id - Spike Rudal merupakan senjata yang memiliki hulu ledak yang hebat. Rudal milik Israel yang didesain untuk diluncurkan dari helikopter ini merupakan rudal anti tank fiber-optic wire-guided berhulu ledak tandem dengan dua shaped charges, yang pertama akan meledakkan lapis baja reaktif pada kulit tank dan kemudian akan menembus baju besi tank untuk ledakan yang kedua.

Saat ini, Spike dibuat untuk target jarak dekat, menengah, dan jarak jauh. Spike mampu menghantam target sejauh 800 meter hingga 8 km. Selain Israel, senjata ini juga digunakan oleh banyak anggota NATO seperti Belgia, Inggris, Kroasia, Jerman, Italias, Belanda, Polandia, Portugal, Sloveia, dan Spanyol. Dengan kekuatan ledak sehebat ini, tentu Rusia akan benar-benar berpikir untuk melawan kekuatan NATO.
Nah, itulah 5 senjata yang dipersiapkan NATO jika terjadi perang dengan negara lain, termasuk dengan Rusia. Perkembangan teknologi sekarang ini memang menggila, terutama di bidang persenjataan. Namun secanggih apapun senjata tersebut, tak ada satupun manusia yang berharap senjata itu akan digunakan.

Perdamaian dunia tentunya lebih penting daripada sekedar tahu siapa yang paling digdaya di muka bumi. Perdamaian akan tercipta bilamana tiap negara menahan ego masing-masing untuk merasa paling unggul. Karena harusnya teknologi itu ada untuk membantu manusia,bukan malah sebagai alat untuk membunuh satu sama lain.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Gadget
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola