5 Perang Dahsyat Karena Minyak Bumi Yang Memakan Jutaan Nyawa

Perang yang terjadi di dunia ini sebagian besar disebabkan karena dendam, perluasan kekuasaan, perebutan tahta, dan yang terakhir adalah sumber daya alam, khususnya minyak bumi. Sejak penggunaan minyak bumi telah meluas hingga menjadi energi yang penting, perang telah dimulai dengan maksud untuk menguasai emas hitam ini.

Dalam sejarah dunia modern, perang akibat minyak bumi banyak terjadi di kawasan Timur Tengah. Negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia itu terus bersaing untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Selain itu, negara penyusup seperti Amerika juga membuat perang akibat minyak ini kian mengerikan. Berikut daftar selengkapnya tentang perang yang terjadi akibat minyak bumi.

Perang Iran-Irak (1980-1988)

lensaterkini.web.id - Iran dan Irak pernah terlibat perang sengit selama nyaris 8 tahun sejak 1980. Penyebabnya adalah minyak bumi yang sangat berharga dan menjadi incaran dunia. Kedua negara saling serang di kawasan perbatasan serta merusak beberapa fasilitas pabrik minyak. Irak membuat kerusuhan kian memanas dengan mengirimkan banyak sekali tank untuk menyerang kapal pengangkut minyak milik Iran. Mengetahui hal ini Iran balik menyerang melalui udara dan menghancurkan kapal minyak serta lokasi tambang minyak.

Konflik kedua negara ini tak bisa selesai dengan cepat. Setiap hari penyerangan ke sektor perminyakan tak berhenti dilakukan. Akibatnya, kerusakan besar serta darurat minyak terjadi di beberapa daerah. Mengetahui konflik yang terlalu merugikan, Amerika ikut campur dan membela Irak. Pesawat tempur milik Amerika ditugaskan untuk menghancurkan fasilitas publik milik Iran hingga perang akhirnya berakhir.

Invasi Amerika ke Irak (1991 dan 2003)

Sudah sejak lama teori konspirasi tentang ketertarikan Amerika dengan minyak Irak mencuat. Pertama terjadi saat perang teluk di 1991. Selanjutnya perang bersambung di 2003 dengan target Saddam Hussein yang konon memiliki senjata pemusnah massal yang mampu membahayakan seluruh umat di dunia. Namun, setelah Saddam Hussein ditangkap dan dieksekusi mati senjata itu tak juga ditemukan.

Dilihat dari seringnya invasi Amerika ke Irak sepertinya mustahil hanya karena motif penjaga keamanan. Biaya operasional untuk perang tidaklah sedikit. Pajak selama puluhan tahun di Amerika tak akan bisa menutupi semua pengeluaran yang sangat besar ini. Penguasaan minyak di Irak akan membuat Amerika cepat menutupi biaya perang dan mendapatkan keuntungan yang banyak.

Perang Suriah (Sejak 2011)

lensaterkini.web.id - Amerika selalu menganggap dirinya menjadi penjaga keamanan dunia. Jadi saat ada negara yang berkonflik, mereka akan cepat-cepat membantu. Namun, bantuan dari Amerika pasti ada maunya. Bantuan yang diberikan kepada milisi pembebasan di Suriah menjadi bukti jika Amerika memang ada maunya di Suriah. Kelompok yang dibantu oleh Amerika menguasai banyak sekali sektor minyak di Suriah.

Dengan membantu kelompok tersebut, Amerika akan dengan mudah menguasai sektor minyak. Amerika tidak mungkin membantu banyak ke kelompok pembebasan jika tidak memiliki niat tertentu. Biaya operasional perang tidaklah sedikit. Untuk balik modal tentu Amerika harus diam-diam menguasai sesuatu yang penting, dalam hal ini minyak.

Krisis Heglig (2012)

Krisis Heglic adalah krisis yang terjadi kurang lebih selama 6 bulan di perbatasan antara Sudan dan South Sudan. Kedua negara ini menginginkan sebuah wilayah bernama Heglig yang dikenal memiliki kandungan minyak sangat banyak. Setelah South Sudan merdeka dan lepas dari Sudan, negeri itu ingin menguasai beberapa wilayah yang dianggap miliknya.

Sudan yang mengetahui adanya tambang minyak bumi tak bisa membiarkan keadaan ini. Perang pun terjadi di daerah perbatasan hingga menewaskan banyak sekali nyawa. Oh ya, krisis Heglig ini akhirnya dimenangkan oleh Sudan setelah mengerahkan banyak sekali kendaraan tempur dan 100.000 tentara.

Perang Sipil Nigeria (1967-1970)

lensaterkini.web.id - Perang sipil yang terjadi di Nigeria dipicu oleh perebutan lokasi tambang minyak dan juga isu politik di dalam negara. Kelompok Biafra tidak menyukai pemerintahan Nigeria yang masih di bawah bayang-bayang kolonialisme. Akhirnya konflik besar pun terjadi dengan bantuan dari beberapa negara besar di dunia. Pemerintah Nigeria pusat dibantu oleh Inggris, Rusia, Sudan, Chad, Arab, dan tentu Saja Amerika. Sementara itu Biafra dibantu oleh Prancis, Portugal, Afrika Selatan dan Spanyol.

Perang yang terjadi nyaris tiga tahun ini menyebabkan kematian hingga 75.000 jiwa di dua belah pihak. Kemenangan akhirnya dimiliki oleh Nigeria karena mendapatkan bantuan yang sangat besar dari berbagai negara. Mulai 1970 orang-orang Biafra bergabung dengan Nigeria dan pengolahan Delta Niger yang penuh minyak diserahkan ke Nigeria.

Inilah perang besar akibat minyak yang membunuh bayak sekali orang di dunia. Komoditas unggul tersebut benar-benar membuat banyak orang buta dan melakukan hal mengerikan untuk keuntungan pribadi atau kelompok. Semoga dunia ini kian damai dan perang mengerikan segera usai.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola