5 Negara Yang Punya Senjata Nganggur Paling Banyak di Dunia

Salah satu indikator kemajuan suatu negara adalah memiliki pendidikan yang baik. Selanjutnya memiliki penduduk yang mampu melanjutkan ke bangku kuliah hingga lulus. Sayangnya indikator tersebut kadang meleset jika sudah berhadapan dengan pekerjaan. Lulusan yang banyak namun menganggur sama saja tidak berguna.

Di zaman serba modern seperti sekarang, pekerjaan adalah sesuatu yang penting. Meski ijazah masih menjadi pertimbangan, skill atau kemampuan lah yang jadi hal paling dihargai. Tanpa skill dan kemampuan, meski lulusan kampus ternama akan tersisih. Seperti yang terjadi di lima negara besar ini. Meski sarjananya banyak, yang nganggur pun juga tak habis-habis. Mari simak ulasan dari 5 negara dengan senjata nganggur terbanyak di dunia.

India

lensaterkini.web.id - Secara pendidikan, India masih berada jauh di atas Indonesia. Orang-orang di negeri ini banyak sekali yang terdidik hingga masalah kuliah adalah hal yang penting. Meski India dikenal lebih unggul, lapangan pekerjaan di sana sangat susah didapatkan. Akibatnya, tak kurang dari 50% lulusan kampus di India akhirnya menganggur dan tidak mendapatkan pekerjaan yang layak.

Biasanya banyak lulusan hijrah ke luar negeri seperti Eropa dan Amerika baru bisa mendapatkan pekerjaan. Tetap berada di India hanya membuat mereka tidak mendapatkan apa-apa selain mengganggu. Saat ini, India benar-benar darurat lapangan pekerjaan sementara lulusan setiap tahun terus bertambah dan tak mungkin bisa dibendung lagi.

Korea Selatan

Secara pendidikan, teknologi, dan juga budaya, Korea Selatan memang berada di atas angin. Namun, dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan, negara ini mulai kesulitan. Bahkan setiap tahun ada 410.000 pemuda di atas 20 tahun yang menganggur. Sementara itu sekitar 35% lulusan harus bekerja tak sesuai dengan jurusannya, beberapa malah seperti dipaksa dengan upah yang sangat minim.

Salah satu pekerjaan yang mungkin gampang didapat hanyalah pekerjaan paruh waktu. Namun bekerja paruh waktu tidak akan mendukung kehidupan lulusan muda ini. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa banyak orang di Korea Selatan memilih untuk menikah. Bahkan pernikahan sering terjadi di usia yang tua setelah memiliki rumah dan pekerjaan yang sangat mapan.

Yunani

lensaterkini.web.id - Setidaknya nyaris 20% lulusan muda atau siapa saja yang telah mendapatkan gelar sarjana dan master tidak mendapatkan pekerjaan. Satu dari lima sarjana menganggur karena tak mampu bersaing dalam mendapatkan pekerjaan. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir Yunani juga sedang dilanda krisis keuangan hebat yang membuat negaranya nyaris ambruk dan tak bisa menjalankan pemerintahan.

Dengan 20% sarjanannya yang menganggur, Yunani menjadi negara paling tinggi angka pengangguran teredukasinya di Eropa. Bahkan jika dibandingkan negara seperti Inggris, Yunani benar-benar terpuruk. Untuk menyiasati hal ini, banyak pemuda Yunani yang akhirnya memutuskan untuk pergi ke negara lain guna mendapatkan pekerjaan.

Spanyol

Ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh lulusan muda di Spanyol jika ingin mendapatkan pekerjaan. Pertama adalah menambah skill yang mereka miliki dengan kursus atau cara lainnya. Kedua adalah pergi keluar negeri untuk mendapatkan pekerjaan yang relatif banyak. Terakhir adalah membuat lapangan pekerjaannya sendiri melalui wirausaha.

Tanpa melakukan hal itu, lulusan muda harus rela menganggur dan tidak mendapatkan pekerjaannya sampai kapan pun. Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan di seluruh dunia, tingkat pengangguran berijazah sarjan di negeri ini mencapai 15%. Tingginya angka pengangguran ini terjadi karena skill lulusan di negeri itu sangatlah rendah.

Turki

lensaterkini.web.id - Turki benar-benar darurat pengangguran yang teredukasi. Hingga awal tahun 2016 saja, negara ini sudah memiliki lebih dari satu juga sarjana menganggur. Kenyataan ini terus memburuk karena sepanjang tahun akan ada jutaan orang yang akan lulus dan membanjiri lapangan pekerjaan di Turki yang tak terlalu banyak.

Saat ini pemerintah Turki sedang berusaha untuk memecahkan masalah ini dengan cepat. Banyaknya pengangguran terutama yang teredukasi akan membuat perkembangan negeri ini semakin menurun. Keadaan yang sulit ini juga direspons oleh pemuda di Turki untuk hijrah ke negara lain di Eropa atau Arab.

Indonesia sendiri memiliki sekitar 12% lulusan yang tak mendapatkan pekerjaan. Jumlah ini terus meningkat sepanjang tahun mengingat ekonomi Indonesia pun sedang lesu. Sungguh ironi ketika melihat perjuangan saat kuliah hingga lulus namun akhirnya menganggur juga. Menurut Boombastis, ijazah dan skill itu lebih penting mana?

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola