5 Misteri Kecelakaan Pesawat Terparah di Sepanjang Sejarah

Badan pesawat maskapai EgyptAir nomor penerbangan 804 hingga Minggu (22/5) pagi waktu setempat belum ditemukan, dua hari selepas hilang kontak. Kendati demikian, sebagian puing dan potongan tubuh penumpang sudah diperoleh tim SAR di perairan berjarak 180 mil dari Kota Alexandria di pesisir utara Mesir.

Insiden EgyptAir menambah deretan kecelakaan udara paling misterius dalam sejarah. Pemicu peristiwa nahas itu menjadi perdebatan para pakar penerbangan. Sejak awal pemerintah Mesir maupun Otoritas Keamanan Prancis mencurigai kemungkinan aksi terorisme. Soalnya pilot hingga beberapa saat sebelum hilang kontak sama sekali tidak mengirim sinyal darurat kepada pengawas udara Bandara Kairo.

Namun, Sistem Komunikasi dan Pelaporan Penerbangan Udara Internasional (ACARS) menangkap sinyal dari pesawat beberapa menit sebelum hilang kontak. Dari data terbaru, muncul indikasi ada kebakaran di sirkuit elektronik dekat kokpit, tepatnya di dalam toilet bagian depan kabin.

Menurut Bob Mann, pakar penerbangan asal AS, adanya asap menandakan kemungkinan lain kerusakan teknis dari pesawat itu sendiri di ketinggian 37 ribu kaki. Ada interval dua menit dari sinyal pertama muncul sampai kemudian pesawat hilang kontak. Artinya, kemungkinan ada masalah teknis, bukannya bom.

"Sehingga pesawat kemudian terhempas tiba-tiba. Tapi kita tetap tidak bisa membuang kemungkinan aksi terorisme seperti ledakan bom," ujarnya seperti dilansir telegraph.co.uk. Setidaknya, ditemukannya puing dan potongan jasad bisa membuka tabir kecelakaan ini. EgyptAir rute Paris-Kairo itu setidaknya tak hilang sepenuhnya seperti Malaysia Airlines MH370 yang sampai sekarang keberadaannya masih menjadi misteri. 

Kalaupun EgyptAir jatuh akibat ulah teroris, belum ada kelompok manapun mengaku bertanggung jawab. Dengan atau tanpa adanya ulah militan, industri penerbangan Mesir sudah cukup terpukul akibat kejadian ini. Pada Oktober 2015, pesawat komersial Rusia, Metrojet, jatuh setelah lepas landas dari Bandara Sinai. Peristiwa menewaskan 217 penumpang dan 7 kru itu ternyata dipicu bom oleh militan ISIS.

Otoritas Mesir, dibantu tim SAR Yunani, Malta, Prancis, dan Amerika Serikat, kini fokus ke titik pencarian di Laut Mediterania demi menemukan kotak hitam. Total korban dalam insiden EgyptAir adalah 56 orang penumpang serta 10 awak pesawat. Mari simak ulasan dari 5 kecelakaan pesawat paling mengerikan.

Tiger Line 739

lensaterkini.web.id - Pesawat militer Amerika Serikat meninggalkan Guam pada 1962 mengangkut 90 personil tidak pernah mendarat di Filipina seperti rencana semula. Pesawat kargo itu dijuluki Tiger Line, dengan nomor penerbangan 739.

Pilot tidak pernah mengeluarkan panggilan darurat dan 1.300 orang yang terlibat dalam pencarian bersama militer AS tidak pernah menemukan jejak puing-puingnya di Samudra Pasifik yang diduga menjadi lokasi kecelakaan.

Awak kapal tanker Liberia mengklaim melihat sebuah cahaya yang sangat terang di langit pada saat pesawat melakukan penerbangan. Dewan Penerbangan Sipil AS sampai sekarang menyatakan, "tidak dapat menentukan kemungkinan penyebab insiden itu."

British South American Airways

Butuh waktu lebih setengah abad bagi tim pencari lintas negara menemukan jejak dari 11 orang yang berada di atas pesawat yang melakukan penerbangan pada 1947 tersebut. Pesawat komersial ini menghilang di Pegunungan Andes, Argentina.

Sepasang pemanjat tebing Argentina menemukan reruntuhan mesin di Andes pada tahun 1998 dan ekspedisi militer kemudian menemukan sisa jasad lainnya. Ada yang bilang pesawat menyebabkan longsoran ketika menabrak Gunung Tupangato dan para penumpang yang tewas terkubur salju.

Air France 447

lensaterkini.web.id - Pesawat jenis Airbus A330 yang melakukan penerbangan dari Rio de Janeiro ke Paris jatuh ke Samudra Atlantik pada 2009, menewaskan 228 penumpang dan awak.

Butuh lima hari penuh untuk mencari dan menemukan serpihan badan pesawat. Sedangkan badan pesawat bersama kotak hitam baru ditemukan dua tahun setelah insiden. Berselang tiga tahun, otoritas penerbangan akhirnya bisa sedikit menduga penyebab jatuhnya Air France 447 itu. 

Penyelidik melaporkan bahwa kristal es menjadi penyebab autopilot tidak berfungsi sehingga pesawat akhirnya jatuh. Sampai sekarang, sisa 74 jasad penumpang belum ditemukan.

EgyptAir 990

Sebelum hilang di Laut Mediterania pekan ini, maskapai EgyptAir sudah pernah mengalami kecelakaan tak kalah misterius. Pada 1999, EgyptAir nomor 990 dari New York menuju Kairo, jatuh di Samudera Atlantik. Insiden tersebut menewaskan semua penumpangnya yaitu sejumlah 217 orang. 

Ada dua dugaan penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Para pejabat penerbangan Amerika di National Transportation Safety Board menuduh kopilot Gamil el-Batouty sebagai biang keladi. Dia dituding melakukan bunuh diri karena ia baru saja ditegur atas pelecehan seksual oleh maskapai penerbangan. Lalu, ia menukikkan pesawat ke bawah. 

Dasar tuduhan itu adalah rekaman suara di kotak hitam. Beberapa detik sebelum pesawat jatuh, el-Batouty terdengar berkata "Aku menyerahkan semuanya pada Tuhan." Tuduhan menguat, karena Batouty mengganti kendali pesawat menjadi manual, saat pilot pergi ke toilet. Dia mengulangi kata-kata tersebut setidaknya tujuh kali, lalu mematikan mesin sehingga pesawat jatuh.

Di sisi lain, otoritas Penerbangan Sipil Mesir menyalahkan kecelakaan pada kegagalan mekanik sistem kendali elevator pesawat. Mereka menuding pesawat Airbus itu mengalami kerusakan, tapi kemudian menyalahkan sang kopilot untuk melindungi citra pabrikan.

Malaysia Airlines MH370

lensaterkini.web.id - Insiden Malaysia Airlines MH370 adalah misteri utama penerbangan dunia yang sampai sekarang belum bisa diungkap. Seluruh pakar penerbangan kesulitan menebak, karena pesawat itu seakan-akan menghilang di udara.

Operasi pencarian MH370 telah menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia dan terus dilakukan hingga saat ini. Apa yang terjadi dengan pesawat yang membawa 239 penumpang dan awak setelah meninggalkan Kuala Lumpur pada Maret 2014 masih menjadi pertanyaan yang memicu keputusasaan keluarga penumpang seiring berlalunya waktu.

Pada Maret 2016, ditemukan serpihan di pesisir Mozambik, diduga bagian dari MH370. Penduduk Madagaskar tahun lalu juga menemukan flaperon serta bagian pesawat Airbus, yang juga disimpulkan bukti MH370 jatuh ke Samudra Hindia. Temuan itu menjadi dasar bagi pemerintah Malaysia mengumumkan seluruh penumpang tewas. Dengan demikian, keluarga korban diminta mengurus klaim asuransi.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Misterius
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola