5 Lirik Lagu Anak Inggris Ini Menyimpang Sisi Gelap Yang Mengerikan

Para ibu di dunia ini tentu pernah menyanyikan lagu anak-anak untuk putra-putrinya. Dengan lirik yang sederhana, lagu anak-anak seperti "Balonku" ataupun "Bintang Kecil", bisa terdengar sangat menghibur.

Namun, jika menilik lebih dalam lagi, tak sedikit dari berbagai lagu anak-anak yang populer di dunia memiliki latar belakang yang kurang menyenangkan. Mengutip BBC, sejak abad ke-14, lirik lagu anak-anak tenyata lebih banyak terinspirasi dari kejadian kelam di masa itu.

Sebagian besar bukan soal putri-putri yang cantik atau hewan-hewan yang lucu, tapi pemuka agama, kekerasan atas nama agama, seks, penyakit hingga pembunuhan. Kumpulan lirik lagu anak-anak itu diterbitkan pertama kali dalam buku Tommy Thumb's Song Book (1744). 

“Lirik lagu anak-anak awalnya merupakan sebuah perlawanan politik terhadap kebudayaan tinggi dan kebangsawanan," ujar Profesor Seth Lerer, Dekan Fakultas Seni dan Humaniora Universitas California, San Diego.

Ketika menggambar karikatur tentang kaum bangsawan dan para politikus terancam hukuman mati, maka lirik lagu anak-anak terbukti ampuh untuk menyampaikan kode atau pesan terselubung berkedok hiburan untuk anak-anak.

Dalam masyarakat yang sebagian besar buta huruf, melodi lagu-lagu yang mudah diingat itu bisa membantu orang-orang untuk mengingat ceritanya dan diteruskan ke generasi selanjutnya. Sebagai contoh, berikut beberapa lirik lagu anak-anak dari Inggris yang memiliki latar kisah mengerikan.

"Ring a Ring o Roses"

lensaterkini.web.id - "Ring a Ring o Roses" atau "Ring Around the Rosie" pertama kali diperkenalkan pada tahun 1871. Lagu ini merujuk pada wabah besar pada tahun 1665 di London, Inggris, yaitu ruam berbau busuk yang tumbuh di kulit penderita penyakit pes.

Bau busuk tersebut disamarkan dengan frase “sekantung penuh bunga” dalam liriknya. Wabah pes ini menewaskan 15 persen populasi manusia di Inggris, sehingga liriknya menjadi "A-tishoo! A-tishoo! We all fall down (Hush! Hush!, kami akan mati semua)".

Begini bunyi lirik "Ring a Ring o Roses":
Ring-a-ring o' roses,
A pocket full of posies,
A-tishoo! A-tishoo!
We all fall down
Hush! Hush! Hush! Hush!
We've all tumbled down

"Mary, Mary Quite Contrary"

"Mary, Mary Quite Contrary" diperkenalkan pertama kali dalam buku lagu anak- anak Tommy Thumb's Pretty Song Book (1744). Lirik ini merujuk pada kisah Bloody Mary, putri Raja Henry VIII yang terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan orang-orang penganut Protestan.

Bunyi liriknya seperti ini, "Mary, Mary, quite contrary/ How does your garden grow?/ With silver bells, and cockle shells/ And pretty maids all in a row."

Kata Mary merujuk pada Ratu Mary, yang merupakan penganut Katolik yang taat. Sementara "Garden” merujuk pada kuburan yang dipenuhi dengan penjuang agama Protestan. “Silver bells” adalah alat pematah jari, dan “cockle shells” diyakini sebagai alat penyiksaan yang dilekatkan pada alat kelamin laki-laki. 

"Goosey Goosey Gander"

Goosey goosey gander,
Whither shall I wander?
Upstairs and downstairs
And in my lady's chamber.
There I met an old man
Who wouldn't say his prayers,
So I took him by his left leg
And threw him down the stairs

Begitulah lirik lagu anak-anak berjudul "Goosey Goosey Gander". Lagu ini juga menceritakan tentang penyiksaan atas nama agama, tetapi dari sisi sebaliknya.

Lagu itu menceritakan ketika para pemuka agama Katolik harus mengucapkan doa-doa berbahasa Latin yang dilarang secara diam-diam, bahkan di dalam rumah mereka sendiri. 

"Lucy Locket"

Lucy Locket lost her pocket,
Kitty Fisher found it;
Not a penny was there in it,
Only ribbon round it.

Lagu anak-anak "Lucy Locket" bercerita tentang pertengkaran antara dua orang pelacur yang legendaris di abad 18 bernama Lucy Locket dan Kitty Fisher. Lirik itu pertama kali direkam oleh James Orchard Halliwell pada tahun 1842. Simak lagunya di bawah.

"Oranges And Lemons"

Oranges and lemons,
Say the bells of St. Clement's.
You owe me five farthings,
Say the bells of St. Martin's.
When will you pay me?
Say the bells of Old Bailey.
When I grow rich,
Say the bells of Shoreditch.
When will that be?
Say the bells of Stepney.
I do not know,
Says the great bell of Bow.
Here comes a candle to light you to bed,
And here comes a chopper to chop off your head!

Lagu anak-anak ini dinyanyikan untuk permainan anak-anak berjudul sama, di mana pemain berpasangan harus melalui sebuah lengkungan yang dibuat oleh dua pemain lawannya. Mereka harus berusaha meloloskan diri dari tangkapan dua lengan pemainnya.

Sementara lagu "Oranges and Lemons" bercerita tentang narapidana laki-laki yang sedang menuju tempat eksekusi. “Inilah kapak/Untuk memotong kepalamu!” mengelilingi gereja-gereja terkenal di London, seperti St. Clemens, St. Martins, Old Bailey, Bow, Stepney dan Shoreditch.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola