5 Fenomena Dibalik Penerbangan Yuri Gagarin Ke Luar Angkasa

Mungkin kita belum lupa dengan peristiwa orang pertama yang berhasil menembus luar angkasa. Tak hanya Neil Amstrong dan Edwin Aldrin saja yang pernah singgah di bulan, meski mungkin banyak kabar yang mengatakan jika itu hanya settingan. Tapi sebelum ramainya pemberitaan soal mereka yang mendarat di bulan, kosmonot Uni Soviet (sekarang Rusia) sudah lebih dulu melayang-layang di luar angkasa.

Kita mungkin sudah tak asing lagi dengan nama Yuri Gagarin. Yups, dia adalah kosmonot pertama dunia yang berhasil menembus atmosfer Bumi menuju luar angkasa. Tapi di balik itu semua, ternyata ada banyak hal yang disembunyikan oleh pihak Rusia seputar penerbangan Yuri Gagarin ke luar angkasa.

Penerbangan Dilakukan Demi Memenangkan Perang

lensaterkini.web.id - Sekitar tahun 1960an, dua negara besar Amerika dan Rusia yang saat itu bernama Uni Soviet, masih dalam situasi perang dingin. Kedua negara kala itu saling bersaing dalam berbagai hal, salah satunya adalah bidang teknologi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet berlomba untuk menerbangkan orang pertama kali ke luar angkasa.

Hingga akhirnya pada 12 April 1961, Uni Soviet berhasil menerbangkan kosmonotnya, Yuri Gagarin. Dengan menunggangi pesawat Vostok, Yuri berhasil menembus luar angkasa. Nama Yuri Gagarin pun jadi bahan pembicaraan di seluruh bagian penjuru dunia, termasuk Indonesia. Bahkan Presiden Soekarno pun memberikan penghargaan “Bintang Mahaputra Adiprana” padanya saat berkunjung ke Indonesia.

Pesawat Ternyata Masih Tak Layak Diterbangkan

Meski dielu-elukan, tapi kemudian terungkap sebuah fakta jika ternyata pihak Uni Soviet sebenarnya belum betul-betul siap untuk melakukan penerbangan. Negara yang saat ini bernama Rusia itu terkesan memaksakan kondisi.Ini membuat penerbangan yang dilakukan seolah tak memikirkan keselamatan awak pesawat.

Seorang ilmuwan asal Uni Soviet bernama Chertok pernah memberikan pernyataannya di kantor berita Interfax. Ia mengatakan jika terdapat 11 kesalahan yang terjadi pada penerbangan Yuri Gagarin. Ia juga menambahkan bahwa ia takkan mengizinkan Yuri Gagarin terbang jika kala itu ia telah memperhitungkan keandalan pesawat luar angkasa Vostok.

Yuri Gagarin Terancam Kelaparan

lensaterkini.web.id - Salah satu masalah yang muncul dalam penerbangan ini adalah berat badan Gagarin yang ternyata 14 kg lebih berat dari standar yang ditentukan, ketika menggunakan baju kosmonotnya. Agar bisa sesuai dengan berat standar, para pelaksana program ini memotong beberapa kabel pesawat yang ternyata tanpa sengaja juga memotong beberapa kabel penting. Salah satunya adalah kabel pengaktifan pembaca sensor tekanan udara dan temperatur.

Tak hanya itu, roket peluncur ternyata tak bisa mendaratkan Yuri tepat sasaran, melainkan melenceng beberapa kilometer dari target awal. Keadaan ini bisa membuat awak mati kelaparan. Karena jika terjadi gangguan maka pesawat Yuri akan mendarat sebulan kemudian, padahal cadangan makanan Yuri hanya cukup untuk 10 hari. Tak berhenti di situ, masih ada masalah lainnya yang dialami pesawat Vostok yang ditunggangi Yuri ke luar angkasa ini.

Percobaan Gagal, Penerbangan Yuri Gagarin tetap Dilanjutkan

Sebelum terbang menembus angkasa, pihak Uni Soviet telah melakukan 2 kali percobaan pada pesawat Vostok yang ditumpangi Yuri. Kedua percobaan itu diujicobakan dengan dua hewan sebagai awaknya dan salah satu di antaranya tewas karena kepanasan.

Tak berhenti di situ, pemerintah menyatakan jika mereka telah sukses melakukan sekali uji coba pesawat. Setelah ditelusuri ternyata uji coba ini tanpa menggunakan awak satu pun. Barulah setelah rangkaian uji coba yang bisa dibilang failed ini, sebulan kemudian barulah Yuri Gagarin melakukan penerbangan dan pihak pemerintah mengatakan jika pesawat layak diterbangkan dengan awak manusia.

Kecerobohan yang Ditutupi Itu pun Terungkap

lensaterkini.web.id - Kenyataan ceroboh ini akhirnya terungkap setelah beberapa tahun kemudian. Seorang wartawan Rusia bernama Anton Pervushin mengungkapkan jika pernyataan pemerintah Uni Soviet yang mengatakan bahwa misi berjalan sesuai rencana adalah bohong belaka.

Pervushin juga menambahkan jika pada kenyataannya para ilmuwan telah salah menghitung titik pendaratan Yuri kembali ke bumi. Kesalahan ini membuat Yuri mendarat 250 km dari titik yang diperhitungkan. Tak hanya itu, Gagarin juga tidak mendarat bersama dengan kapsulnya, melainkan mendarat terpisah dengan parasut masing-masing.

Begitulah fakta tentang penerbangan fenomenal Yuri Gagarin yang begitu dielu-elukan oleh semua orang, terutama Uni Soviet dan Indonesia. Begitu ceroboh. Persaingan boleh-boleh saja dilakukan, tapi keselamatan adalah yang utama. Apa lagi hal sembrono ini dilakukan oleh negara setingkat Uni Soviet yang kala itu merupakan negara adidaya.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola