5 Fakta Ratu Podium Rasuna Said Yang Ditakuti Belanda Saat Penjajahan

Barangkali kita hanya mengenal Kartini sebagai pahlawan yang memperjuangkan hak perempuan. Bahkan setiap tahun ada peringatannya di seluruh Indonesia. Sebenarnya, selain kartini ada banyak pahlawan yang bergerak dengan sekuat tenaga demi menegakkan hak-hak kaum wanita di masa lalu. Salah satu orang itu adalah Hajjah Rangkayo Rasuna Said atau sering dipanggil Rasuna Said saja.

Perjuangan beliau di masa penjajahan Belanda patut diancungi jempol. Belanda pun sampai takut hingga akhirnya menekan dan memenjarakan Rasuna Said. Lantas mengapa Rasuna Said begitu ditakuti oleh Belanda? Berikut penjelasannya untuk Anda semua. Mari simak ulasan dari 5 fakta hebat Rasuna Said, Seorang Ratu Podium.

Sejak Kecil Terdidik dengan Baik

lensaterkini.web.id - Sejak kecil, Rasuna Said sudah didik oleh orang tuanya agar menjadi seorang yang pandai. Itulah mengapa beliau selalu belajar dengan baik dan terus melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, Saat memasuki pesantren Asr-Rasyidiyah selepas SD. Rasuna Said adalah satu-satunya santri wanita yang berjuang dan belajar tanpa henti hingga membuatnya selalu jadi unggulan.

Setelah tamat dari pesantren, beliau melanjutkan sekolahnya ke Diniyah Putri di Padang Panjang. Di sana beliau bertemu dengan seorang pimpinan gerakan Thawalib yang menanamkan jiwa reformasi Islam di dalam dirinya. Selepas lulus dari sini, Rasuna Said mengabdikan dirinya pada dunia pendidikan dengan menjadi guru di Diniyah Putri.

Memiliki Pandangan untuk Kemajuan Agama dan Perempuan

Sudah tidak ada yang bisa memungkiri kehebatan Rasuna Said di dunia pendidikan. Dia benar-benar figur guru yang sangat baik dan menanamkan nasionalisme dengan baik kepada muridnya. Dia pun juga membela hak-hak wanita agar tidak tertindas dan menjadi orang rendahan. Bagi Rasuna Said, wanita tak ubahnya pria yang bisa berjuang menjadi apa saja.

Setelah mengajar di Diniyyah Putri, Rasuna Said memutuskan untuk berhenti dan terjun di dunia politik. Beliau sadar jika ingin membuat perubahan besar tak akan bisa dicapai jika hanya mengandalkan perjuangan di sekolah. Sayangnya keinginan ini ditolak hingga akhirnya mendalami pemikiran-pemikiran Islam yang baru.

Karier Berpolitik yang Menanjak

lensaterkini.web.id - Setelah mendalami ilmu agama, keinginan berpolitik dari Rasuna Said mulai menanjak. Awalnya beliau bergabung di sekretariat cabang Sarekat Rakyat (SR). Setelah itu beliau bergabung dengan Soematra Thawalib dan berhasil mendirikan Persatoean Moeslim Indonesia atau PERMI di Bukittinggi.

Organisasi yang didirikan oleh Rasuna Said ini mengembangkan perjuangan kaum-kaum marjinal yang terkekang. Beliau terus memberikan semangat kepada wanita untuk berjuang dan mau belajar agar tidak diremehkan oleh banyak orang. Terpenting lagi, wanita juga bisa melawan Belanda yang saat itu kekuatannya benar-benar di atas angin.

Menjadi Jurnalis dan Orator yang Sangat Andal

Rasuna Said pernah dua kali menjadi pimpinan sebuah majalah yang berisikan ide-ide nasionalisme. Koran pertama bernama Raya yang dibentuk pada tahun 1935. Koran ini adalah ujung tombak perjuangan rakyat di Sumatra Barat. Sayangnya koran ini harus ditutup karena terlalu banyak menyudutkan Belanda. Majalah kedua adalah Menara Poetri yang mengusung konsep sama namun bangkrut akibat kekurangan dana.

Selain ahli dalam menuliskan ide-ide yang mendongkrak semangat perjuangan. Rasuna Said juga sangat ahli dalam melakukan orasi. Setiap melakukan orasi dia akan membuat semangat banyak orang bangkit dalam menghadapi ketertindasan Belanda. Kemampuannya ini membuat Belanda jadi ketakutan. Akhirnya Rasuna Said si Ratu Podium harus ditangkap dan dibuang ke Penjara Bulu, Semarang. Beliau dianggap melakukan hate speech yang menyudutkan Belanda.

Terus Mengabdi pada Negara hingga Maut Datang

lensaterkini.web.id - Sikap kritis yang dimiliki oleh Rasuna Said membuatnya dijuluki sebagai Singa Betina. Bahkan setelah dipenjara dan akhirnya keluar sikap Rasuna Said ke Belanda tetaplah sama. Beliau tetap berjuang untuk kebebasan negeri ini dan membela hak-hak perempuan agar tidak tertindas oleh siapa saja di masa itu.

Setelah Indonesia merdeka, Rasuna Said menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat. Setelah menjadi anggota DPR RIS, beliau diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung hingga akhir hayat. Rasuna Said dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan diangkat menjadi Pahlawan Nasional di tahun 1974.

Inilah lima fakta hebat dari Rasuna Said si Ratu Podium. Di masa lalu, beliau menjadi ujung tombak perjuangan wanita dan juga Islam dalam memerangi Belanda hingga ke akar-akarnya. Itulah mengapa kita harus tahu jasa-jasa beliau yang hebat di masa lalu.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Tag : Fakta
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola