4 Kebijakan Negara Dalam Menghapus Kemacetan Jalan Paling Ekstrim

Macet menjadi sumber stres cukup besar bagi sebagian orang yang tinggal di Ibu Kota Jakarta. Bertahun-tahun berlalu, beragam solusi telah diterapkan, namun tetap kemacetan belum bisa diredam, malah cenderung semakin parah.

Solusi penggunaan transportasi umum masih mejadi hal yang sukar, lantaran fasilitas tidak memadai dan armada yang kurang adalah kendala utama. Namun beberapa negara ternyata sanggup memikirkan solusi yang terhitung ekstrem untuk mengatasi persoalan tersebut. Misalnya saja, melarang mobil dikendarai untuk hari tertentu, sampai akan mengotomatisasi seluruh mobil, sehingga tak perlu disopiri manusia, pada 2020.

Di mana saja negara yang sanggup memikirkan solusi ekstrem mengatasi macet itu? Berikut rangkuman merdeka.com dari empat kota terkait solusi ekstrem mengurai kemacetan di kota besar masing-masing:

Dubai akan larang sopir manusia pada 2020

lensaterkini.web.id - Terkenal dengan kota penuh kemewahan, tidak menjadikan Dubai bebas kemacetan. Lalu lalalng kendaraan pribadi dan umum pada jam sibuk membuat pemerintah Dubai mencoba alternatif solusi kemacetan dengan mobil tanpa pengemudi.

Mengembangkan teknologi, mobil tersebut dapat memuat hingga 10 orang. Tidak sebatas kendaraan pribadi, kendaraan umum seperti bus atau taksi akan dibuat serupa tanpa pengemudi. Bekerjasama dengan Google, peluncuran masih dipersiapkan hingga siap di tahun 2030, jadi bersiaplah tunggu kejutannya.

Meksiko larang 5,5 juta mobil bepergian

Ibu kota Meksiko, Meksiko City menerapkan langkah pembatasan penggunaan mobil pribadi yang rencananya berlaku hingga Juni 2016. Alhasil ada 5,5 juta mobil dari pelbagai ukuran yang akhirnya tidak beroperasi, seperti dilansir AFP, Kamis (5/5).

Ternyata cara ini tidak hanya karena alasan kepadatan mobil di jalan raya saja, melainkan akibat tingkat polusi yang telah melewati ambang batas kewajaran. Lebih 20 juta orang terkena dampak buruknya sepanjang Maret-April lalu.

Lantaran dianggap efektif, kebijakan ekstrem ini dianggap tingkat emisi di ibu kota Meksiko turun cukup drastis. Menurut Dinas Lingkungan Megapolitan, asap knalpot, di samping zat kimia, minyak, industri farmasi, semen, dan perusahaan listrik dapat mengurangi emisi sebanyak 40 persen.

Singapura pajaki mobil pribadi gila-gilaan

lensaterkini.web.id - Sudah banyak warga Indonesia yang bisa bertandang ke Singapura. Banyak promo tiket pesawat serta tidak dibutuhkannya visa membuat Negeri Singa ini menjadi destinasi favorit WNI.

Pemandangan kota yang bersih dan bebas macet membuat WNI khususnya yang berasal dari ibu kota terkagum. Namun tahukah anda apa rahasia di balik bebas macetnya Singapura? Rahasia pertama, pemerintah Singapura keras membatasi populasi kendaraan pribadi lewat pajak.

Pajak yang dimaksud, adalah biaya sertifikat (setara BPKB) dan pajak tahunan, yang jauh lebih mahal dari harga jual mobil. Contohnya mobil impor Jepang yang bila dirupiahkan setara Rp 150 juta. Total pajak yang harus dibayarkan adalah empat kali lipat dari harga beli mobil tersebut, mengerikan bukan?

China atur mobil boleh dipakai berdasar plat

Selain memiliki jumlah populasi manusia yang padat, Beijing juga merupakan kota dengan tingkat kemacetan luar biasa. Beragam cara coba digunakan untuk memangkas angka kemacetan, salah satunya adalah pelarangan mobil dengan plat nomer dengan dua angka akhir yang berbeda.

Menurut laporan situs China Daily, kebijakan ini dinilai mampu menurunkan volume kemacetan setiap harinya. Kemacetan di Beijing menjadi sumber kerugian tersendiri. Sebanyak 7,972 yuan terbuang percuma dari tiap orang karena macet.

Transportasi adalah solusi terbaik, kereta cepat dan jalur bawah tanah adalah pilihan yang terus coba dipenuhi kapasitasnya.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola