10 Perang Paling Dahsyat Dalam Sejarah Dunia

Pasti udah tau dong sama yang namanya perang? ya perang biasanya terjadi karena beberapa faktor bahkan banyak faktor,seperti menunjukan kekuatan di mata dunia. Tidak seperi zaman gladiator yang dulu dimana pemenang diukur dari banyaknya pasukan dan skill.Sekarang zaman sudah mulai berubah sob.

Sekarang perang ditentukan oleh teknologi dan senjata Daftar dibawah ini saya urutkan dari yang memakan korban terendah sampai tertinggi. berikut 10 Perang Terdasyat  Sepanjang Sejarah Dunia.

American Civil War (1861-1865)

lensaterkini.web.id - Adalah sebuah perang saudara di Amerika Serikat. Sebelas negara bagian budak di Selatan mengumumkan pemisahan dari Amerika Serikat dan membentuk Konfederasi Amerika yang dikenal sebagai "Konfederasi Dipimpin oleh Jefferson Davis, pihak Konfederasi memperjuangkan kemerdekaannya dari Amerika Serikat.

Setelah empat tahun perang berdarah (kebanyakan di negara bagian Selatan), Konfederasi menyerah dan perbudakan dihapus di seluruh negara. Restorasi Serikat, dan Era Rekonstruksi yang mengikutinya, menghadapi masalah yang masih belum terselesaikan selama beberapa generasi selanjutnya.

Dan Perang Saudara Amerika menjadi salah satu perang pertama yang menunjukkan perang industri persenjataan dalam sejarah manusia. Pembuatan jalur rel kereta, kapal-kapal uap, produksi senjata secara massal, dan berbagai macam alat militer lainnya dilakukan di mana-mana. Praktek perang total yang dikembangkan oleh Sherman di Georgia dan perang parit di sekitar Petersburg menjadi salah satu taktik yang digunakan dalam Perang Dunia I di Eropa.

Soviet War in Afghanistan (1979-1989)

Sebuah perang dekade panjang antara pasukan Afghanistan yang dipimpin Soviet dan kelompok-kelompok pemberontak multi-nasional yang disebut Mujahidin, dengan korban tewas lebih dari satu juta warga sipil Afghanistan dan orang-orang yang ikut dalam perang.

Perang meskipun perjuangan terjadi di Afghanistan, miliaran dolar telah dikeluarkan yang didanai oleh negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi dan beberapa lainnya.

Vietnam War (1955-1975)

lensaterkini.web.id - Perang Vietnam, juga disebut Perang Indochina Kedua, adalah sebuah perang yang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dinginantara dua kubu ideologi besar, yakni Komunis dan Liberal.

Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan Vietnam Selatan, sedangkan USSR dan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang merupakan negara komunis. Jumlah korban yang meninggal diperkirakan adalah 280.000 di pihak Selatan dan 1.000.000 di pihak Utara.

Perang ini mengakibatkan eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya, sehingga di negara-negara tersebut bisa ditemukan komunitas Vietnam yang cukup besar. Setalah berakhirnya perang ini, kedua Vietnam tersebut pun bersatu pada tahun 1976. Salah satu korban paling terkenal dari Perang Vietnam adalah Kim Phuc.

Thirty Year’s War (1618-1648)

Perang Tiga Puluh Tahun adalah sebuah konflik yang terjadi antara tahun 1618 hingga 1648, khususnya di wilayah yang sekarang menjadi negara Jerman, dan melibatkan sebagian besar kekuatan-kekuatan di kawasan tersebut.

Ada beberapa sebab mengapa perang ini terjadi. Meskipun tampak sebagai konflik keagamaan antara kaum Protestan dan Katolik, persaingan antara dinasti Habsburg dan kekuatan lainnya juga merupakan salah satu motif penting terjadinya perang ini, hal ini dapat terlihat dari fakta kaum Katolik Perancis mendukung pihak Protestan, yang meningkatkan persaingan Perancis dan Habsburg.

Akibat dari Perang Tiga Puluh Tahun yang disertai musibah kelaparan dan wabah penyakit sangat mengerikan. Perang mungkin hanya berlangsung 30 tahun, tetapi konflik yang memicunya tetap berlanjut hingga waktu yang lama. Perang ini diakhir melalui Perjanjian Westphalia.

Napoleonic Wars (1803-1815)

lensaterkini.web.id - Perang ini timbul selama Napoleon Bonaparte memerintah Perancis dari 1799 hingga 1815 dan berdampak luas di Eropa. Napoleon Bonaparte yang berhasil merebut kekuasaan di Perancis melalui sebuah kudeta 18 Brumaire menata ulang sistem kemiliteran di Perancis dan secara mengejutkan berhasil memperluas kekuasaan Perancis hingga menguasai hampir seluruh wilayah Eropa.

Namun Perancis tidak berdaya melawan Inggris dan Rusia. Perang Napoleon berakhir ketika ia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815) dan disepakatinya pakta Paris yang ke-2. Jumlah korban sekitar 3.250.000 sampai dengan 6.500.000 juta jiwa.

Russian Civil War (1917-1922)

Sejak permulaan abad ke-20, timbul rasa tidak puas terhadap Kekaisaran Rusia akibat kesenjangan sosial & sikap otoriter Kaisar Rusia (Tsar). Rasa tidak puas tersebut semakin menjadi-jadi menyusul krisis ekonomi & kekalahan bertubi-tubi Rusia pada Perang Dunia I. Puncaknya adalah ketika sejak bulan Februari 1917, timbul kerusuhan & pemogokan massal di kota Petrograd (sekarang St. Petersburg).

Tsar awalnya berusaha menghentikan aksi tersebut dengan mengerahkan tentara, namun gagal karena para tentara menolak melaksanakan perintah Tsar. Merasa tidak lagi mendapat dukungan, Tsar akhirnya setuju untuk membubarkan kekaisaran pada bulan Maret 1918.

Tak lama usai bubarnya kekasairan, pemerintahan koalisi sementara yang anggotanya berasal dari kubu liberalis & komunis (Bolshevik) didirikan. Salah satu fokus utama dari pemerintahan sementara tersebut adalah melanjutkan kiprah Rusia dalam Perang Dunia I.

Namun, keinginan pemerintah sementara tersebut ditolak oleh kubu komunis & anarkis yang menginginkan Rusia untuk keluar dari api peperangan tanpa kehilangan wilayahnya. Sesuatu yang bisa dikatakan mustahil kalau melihat betapa rendahnya posisi tawar Rusia di dunia internasional saat itu & betapa superiornya pasukan Jerman ketika menaklukkan wilayah barat Rusia.

Kendati tidak mendapat dukungan dari semua golongan, pemerintah koalisi Rusia tetap kukuh pada rencana awalnya & memulai penyerangan besar-besaran di Eropa Timur pada bulan April 1917. Serangan tersebut berbuntut bencana bagi Rusia karena saat melakukan serangan, timbul aksi desersi besar-besaran dari para tentara pro-sosialis yang aslinya merupakan golongan petani & pekerja hasil rekrutan wajib militer.

Pihak Jerman di lain pihak berhasil mematahkan serangan Rusia & memulai serangan baliknya. Dengan alasan untuk memulihkan kondisi di medan perang yang kacau, Jenderal Kornilov selaku pemimpin militer Rusia lantas melakukan percobaan kudeta, namun gagal.

Merespon gagalnya percobaan kudeta yang dilakukan oleh militer Rusia, tekanan publik terhadap pihak tentara & para pendukungnya di tubuh pemerintahan semakin membesar. Pihak Bolshevik yang memang memiliki massa dalam jumlah besar dari golongan petani & pekerja pun ibarat menemukan momentumnya di sini.

Di bawah pimpinan Vladimir Lenin, pada bulan November 1917 (bulan Oktober 1917 kalau menurut kalender versi Rusia) kubu Bolshevik melakukan kudeta pemerintahan & membubarkan militer Rusia. Tentara Merah (Krasnaya Armiya) - pasukan yang aslinya merupakan sayap militer Bolshevik & terdiri dari para relawan golongan petani serta pekerja - lalu dirombak menjadi militer baru Rusia.

Walaupun sudah tersingkir dari pemerintahan, para politikus & petinggi militer yang berseberangan dengan Bolshevik tidak lantas menyerah. Dengan bermodalkan para simpatisan & tentara yang masih loyal terhadap pemerintahan lama, mereka mulai mengumpulkan kekuatan untuk menumbangkan paksa rezim Bolshevik.

Belakangan, mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari sisa-sisa anggota kekaisaran, para tuan tanah yang menentang kebijakan lahan bersama ala komunis, & pihak Gereja Ortodoks Rusia yang tidak menyukai paham ateisme Bolshevik. Dengan menyebut diri mereka sebagai Gerakan Putih (Beloye Dvizheniye), kelompok gabungan anti-Bolshevik tersebut memulai perlawanannya sehingga pecahlah perang sipil Rusia.

Conquests by the Empire of Japan (1894-1945)

lensaterkini.web.id - Harfiah berarti kerajaan yang telah ada dari Restorasi Meiji yang terjadi pada 3 Januari 1868 dengan berlakunya Konstitusi pasca Perang Dunia II di Jepang pada 3 Mei 1947. Hanya setelah mengalami beberapa kekalahan dan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, Kekaisaran Jepang tidak menyerah kepada Sekutu pada 2 September 1945.

Keterlibatan Amerika melahirkan konstitusi baru dan memaksa secara resmi membubarkan kekaisaran pada dari 3 Mei 1947 yang sudah lebih dulu. Memakan korban lebih dari 20 juta kematian.

World War I (1914-1918)

Hingga 11 November 1918 yang dilatarbelakangi Pangeran Franz Ferdinand dari Austria dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Perang ini menghadapkan blok sentral (Austria, Jerman, Turki, Bulgaria) dengan blok sekutu (Rusia, Perancis, Inggris, Kanada, Italia, Amerika Serikat).

Perang ini menjadi tonggak runtuhnya kekuasaan monarki absolut di seluruh dunia. Selain itu, 4 dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang. Perang ini menewaskan 40.000.000 orang di seluruh dunia dan munculnya depresi ekonomi tahun 1929.

Mongol Conquests (1206-1368)

lensaterkini.web.id - Sebuah ekspansi besar bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan untuk menaklukan wilayah Eurasia pada awal abad ke-13. Dengan membawa pasukan berkuda dalam jumlah besar dan amat terlatih, Genghis Khan berhasil menebar teror di seantaro Eurasia selama 1 dasawarsa.

Genghis Khan berhasil menguasai Tiongkok, mengalahkan Rusia, menghancurkan kekaisaran Persia, mencaplok Polandia dan Hongaria, serta meluluh-lantahkan Baghdad sebagai pusat kekhalifahan Islam pada masa itu.

Cara dan tujuan Ekspansi Genghis Khan berbeda dengan kaisar-kaisar sebeumnya. Ia menghancurkan apa saja di depan mata, tanpa pandang bulu. Ia menyerang bukan untuk memerintah, melainkan untuk menjarah, memperkosa, dan menculik gadis-gadis untuk mereka bawa ke negerinya, hal inilah yang membuatnya ditakuti di seluruh Eurasia. Dan perang ini telah memakan korban sekitar 60 juta jiwa.

World War II (1939-1945)

lensaterkini.web.id - Sampai tanggal 14 Agustus 1945 di 3 benua: Asia, Afrika, dan Eropa. Di Eropa, Adolf Hitler sebagai kanselir Jerman yang berusaha membangkitkan kembali kejayaan Jerman melalui fasisme terlebih dahulu menyerang Polandia.

Selanjutnya dengan dibantu oleh Italia dan Uni Soviet, Jerman terus memperluas wilayah pendudukannya. Di Asia, Jepang secara mendadak menyerang pangkalan laut AS di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941, menyeret Asia sebagai medan Perang Dunia II. Amerika Serikat yang semula tidak ikut berperang mulai mengangkat senjata melawan blok Axis, bergabung bersama Inggris dan Perancis.

Uni Soviet yang tiba-tiba diserang oleh sekutunya sendiri, Jerman melalui Operasi Barbarossa pada 1941 balik memusuhinya dan memulai rangkaian kekalahan Jerman. Perang berakhir pada 14 Agustus 1945 dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu setelah 2 kotanya, Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Perang ini mengakibatkan 70.000.000 tewas, lahirnya PBB, dan munculnya Uni Soviet dan Amerika Serikat sebagai negara adidaya.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola