8 Penjara Bawah Tanah di Indonesia Yang Mengerikan

Penjara adalah tempat di mana pelanggar akan ditempatkan. Mereka yang telah divonis akan menghabiskan hukumannya di dalamnya. Penjara paling menakutkan bagi siapa pun adalah penjara. Selain tempat yang gelap, berbagai penyiksaan juga sering dialami oleh mereka yang mendekam di dalamnya.

Nah, di Indonesia ada beberapa penjara dari sejarah yang paling mengerikan. Sebagian besar penjara itu digunakan selama era kolonial untuk menahan pejuang kemerdekaan Indonesia. Selain tempat yang tidak manusiawi yang, penjara adalah saksi bisu bagaimana pejuang kemerdekaan telah kehilangan nyawa mereka. Berikut kami sajikan ulasan 8 dungeon yang paling mengerikan. Mari simak langsung di 8 penjara bawah tanah paling mengerikan di indonesia.

Penjara Museum Fatahillah, Jakarta

lensaterkini.web.id - Museum Fatahillah, juga dikenal sebagai Museum Jakarta, atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No 2, Jakarta Barat. Bangunan ini dulunya adalah Stadhuis atau Balai Kota yang dibangun dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Rumah itu dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn pada tahun 1707-1710.

Bangunan dibuat terdiri dari bangunan utama, ruang pengadilan, dan ruang bawah tanah yang digunakan sebagai penjara. Orang-orang yang tidak bisa melunasi utang, tahanan politik, dan beberapa pahlawan nasional seperti Untung Suropati dan Pangeran Diponegoro telah mendekam dalam tahanan ini. penjara tidak manusiawi di sini dengan hanya satu meter untuk ruang bertinggikan tahanan perempuan dan tinggi untuk penjara laki-laki 1,7 meter.

Penjara Bawah Tanah Benteng Malborough, Bengkulu

Fort Malborough adalah benteng dari Inggris mendirikan British East India Company mulai pada tahun 1713 dan selesei di 1719. Benteng ini terletak di Kampung Cina, Teluk Segara, Kota Bengkulu. Benteng ini memiliki bentuk persegi panjang dengan panjang 240 meter dan lebar 170 meter.

Malborough Benteng ini dibangun dengan waktu pasangan batu, batu, dan batu bata dengan campuran perekat kapur, pasir dan tepung bata. Di bagian barat daya dari lorong ada sebuah kastil. Di sebelah kiri ada 7 empat kamar, salah satunya adalah penjara dalam ruangan terdiri dari tiga kamar yang kondisinya sangat gelap.

Penjara Bawah Tanah Benteng Rotterdam, Makassar

lensaterkini.web.id - Fort Rotterdam adalah Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1545 oleh raja Gowa-9 yang bernama Karaeng Lakiung Tumapa'risi Kallona. Benteng ini telah jatuh ke tangan Belanda sebagai akibat dari Perjanjian Bungayya bahwa salah satu klausul yang mewajibkan BRotterdam Gowa untuk tunduk kepada penjajah Belanda. Benteng ini kemudian digunakan sebagai Belanda sebagai pusat penyimpanan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.

Fort Rotterdam terletak di pantai, sebelah barat dari Makassar. Sampai saat ini, membangun Fort Rotterdam masih terawat dengan baik. Berikut ada dungeon mana Pangeran Diponegoro telah dipenjarakan di dalamnya. Dekat pintu masuk ada patung salah satu Raja terkenal dari Gowa, Sutan Hassanudin.

Penjara Bawah Tanah Benteng Vastenburg, Solo

Megah benteng di tengah kota Solo kini tumpukan bangunan tak terawat hidup. Sebelumnya Fort Vastenburg memiliki peran penting sebagai pusat hubungan Solo-Semarang. puncak Solo di pusat perdagangan dan ditandai dengan perkembangan kota kolonial pada periode 18-19 abad.

Yang mengatakan, setelah pasukan Belanda banyak berpusat di Fort Vastenburg. Di bawahnya diyakini ada semacam bunker bawah tanah yang cukup luas untuk digunakan sebagai penjara bagi para tahanan. Hal yang membuat Fort Vastenburg inlah tidak mungkin jika digunakan sebagai gedung bertingkat.

Penjara Bawah Tanah Benteng Pendem, Cilacap

lensaterkini.web.id - Di sebuah kota kecil seperti Cilacap, Jawa Tengah ternyata menyimpan warisan bersejarah benteng Belanda. Benteng itu bernama Benteng Pendem (Kusbatterij Op De Lantong Te Tjilatjap) yang pernah digunakan sebagai benteng militer dalam menghadapi Hindia perlawanan bangsa Indonesia pada tahun 1861.

Benteng Terletang di pantai Teluk Penyu Pantai menempati area seluas 6,5 hektar. benteng tua ini memiliki berbagai fasilitas terowongan, emplasemen, barak, dapur, gudang senjata, gardu pos yang berisi peta strategi Belanda, kolam pemancingan, tempat istirahat, gazebo, sejumlah patung dinosaurus, ayunan, dan juga tentunya dungeon.

Penjara Kalisosok, Surabaya

Kalisosok adalah sebuah daerah di Surabaya Utara, dekat dengan daerah Kembang Jepun dan Eagles. Di penjara ada Kalisosok berdiri di era kolonial Belanda dan sering digunakan untuk menyiksa para pejuang kemerdekaan Indonesia. angka yang tercatat untuk kemerdekaan pernah mendekam di penjara seperti Soekarno, W.R. Soepratman, dan Kiai Haji Mas Mansur.

Setelah kemerdekaan, prestise penjara Kalisosok mulai memudar. Di era situasi politik yang tegang di Republik Indonesia 1960-1970an pemerintah, penjara Kalisosok digunakan untuk menahan tahanan politik dan kelas berat. Kalisosok untuk sekarang sudah tidak lagi digunakan sebagai penjara.

Penjara Sukamiskin, Bandung

lensaterkini.web.id - Penjara Sukamiskin merupakan warisan penjara yang dibangun pemerintah Belanda pada tahun 1918 dan berfungsi pada tahun 1924. Bangunan ini memiliki 552 sel penjara dan ada ruang bawah tanah yang digunakan untuk menahan penjahat berbahaya. Sampai saat ini, arsitektur dari Belanda yang khas tetap kuat di Penjara Sukamiskin.

Dungeon masih di penjara masih dirawat oleh petugas. Sayangnya, penjara bawah tanah ini ditutup untuk umum. Sejak tahun 1945 penjara Sukamiskin tidak lagi digunakan sebagai sel tahanan dan kini telah diubah menjadi gudang.

Gedung Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu keangkerannya sangat terkenal. Rumah ini terletak di kota Semarang dan pernah menjadi kantor Nederlands-Indische Maatschappij atau NIS Spoorweg. Gedung ini dibangun pada tahun 1904 dan selesei di tahun1907. Rumah ini terletak di Tugu Muda Bundran sebelumnya disebut sebagai Wihelmina Plein.

Selama pendudukan Jepang, ruang bawah tanah bangunan itu diubah menjadi penjara atau penjara dikenal sebagai Squat. Hal ini karena penjara ini memiliki luas bangunan yang sempit dengan atap yang rendah. Penjara ini pernah digunakan sebagai tempat pelaksanaan pemuda yang berjuang melawan Jepang. Tubuh mereka kemudian dibuang ke sungai yang terletak di sebelah gedung.

Nah, itu adalah 8 penjara paling mengerikan di Indonesia. penjajah Belanda dan Jepang kejam tidak pernah membatasi dan membunuh banyak pejuang di penjara bawah tanah. Meskipun tidak diketahui namanya, pejuang yang memenuhi syarat untuk melantunkan doa dari kita semua, terutama generasi berikutnya Indonesia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola