7 Gunung Merapi Terganas Paling Legendaris di Nusa Tenggara

Nusa Tenggara kepulauan, atau sering disebut Lesser pulau Sunda yang terletak di sebelah timur pulau Jawa. Kepulauan ini sekarang dibagi menjadi tiga provinsi, yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Dibentuk sebagai pulau-pulau Nusa Tenggara bukan berarti hanya deretan pulau dataran rendah saja. Di daerah kepulauan ini ada juga beberapa batuan vulkanik dan ganas, cocok untuk pengunjung yang mengakui suka bertualang. Mari simak ulasan dari 7 gunung merapi paling legendaris di nusa tenggara.

Gunung Kelimutu

lensaterkini.web.id - Gunung Kelimutu terletak di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunung ini terkenal dengan Tiga Warna di puncaknya. Nama berasal dari tiga danau warna yang berbeda yaitu merah, biru, dan putih, tetapi juga sering berubah warna.

Flores telah lama daya tarik bagi ahli geologi dunia karena danau yang warna yang berbeda tetapi berasal dari puncak gunung yang sama. Perubahan warna danau karena reaksi kimia dari mineral dalam kegiatan danau dan gas dari gunung berapi.

Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah salah satu gunung berapi aktif di Indonesia dan terletak di Pulau Lombok. Gunung ini naik 3.726 meter sehingga gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Di bagian atas gunung, ada sebuah danau kawah yang disebut Segara Anak yang berada 2.000 meter di atas permukaan laut dan memiliki kedalaman 200 meter.

Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Rinjani beberapa kali muncul aktivitas. Pada 1257, gunung berapi meletus dan menghancurkan puncak kembar Gunung Samalas. Ledakan itu kemudian menghasilkan pembentukan kaldera dan kemungkinan penyebab 'Little Ice Age' atau versi zaman es kecil. Ini adalah letusan terbesar sepanjang 2.000 tahun terakhir.

Gunung Sangeang Api

lensaterkini.web.id - Sangeang Api merupakan gunung berapi aktif yang terletak di pulau Sangeang, Nusa Tenggara Barat. Sangeang api adalah salah satu gunung berapi paling aktif di wilayah Sunda Kecil. Letusan paling awal pada catatan terjadi pada tahun 1512 dan pada tahun 1989 terjadi 17 kali letusan. Sementara itu, letusan tahun 1988 yang dibuat pemerintah untuk memindahkan seluruh penduduknya.

Letusan terbaru terjadi pada tanggal 30 Mei 2014 pada sekitar 15:55 waktu setempat. Warga pulau segera dievakuasi. Debu dan asap dari gunung menjulang setinggi 15-20 km. Hari berikutnya, awan abu telah mencapai wilayah Kimberley, Australia begitu rendah di Australia dan Bali ditutup.

Gunung Tambora

Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini telah menjadi salah satu puncak tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.300 meter. Namun, letusan besar pada tahun 1815 membuat puncak gunung ini hilang dan sekarang tinggi 2.850 meter yang tersisa.

Gunung Tambora Aktivitas vulkanik mencapai puncaknya pada tahun 1815. Saat itulah gunung meletus dan menjadi letusan gunung berapi terbesar. Ledakan itu begitu kuat sehingga bisa didengar di pulau Sumatera yang terletak lebih dari 2 ribu km dari Sumbawa. abu vulkanik telah jatuh tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Tsunami juga bisa menyerang beberapa pulau kecil di sekitarnya, termasuk di Jawa Timur dan Maluku.

Tidak hanya Indonesia, belahan bumi utara juga dipengaruhi oleh letusan ini. Perubahan iklim global yang terjadi hasil Sahun berikutnya letusan ini sehingga Amerika Utara dan Eropa tidak mengalami debu panas dari letusan Tambora ini. Akibat gagal panen dan kelaparan terburuk pada abad ke-19 di belahan bumi utara.

Gunung Rokatenda

lensaterkini.web.id - Rokatenda juga disebut Gunung Gunung Rokatenda terletak di Palu-e Island, Nusa Tenggara Timur. Letusan terbesar yang pernah tercatat terjadi pada 25 September 1928. Letusan mengakibatkan gempa bumi dan tsunami.

Letusan terakhir terjadi pada tanggal 10 Agustus 2013. Letusan terjadi selama 7 menit dan menyemburkan asap hingga dua kilometer ke udara. Beberapa warga tidak ingin meninggalkan pulau dan mengaku telah akrab dengan aktivitas gunung berapi. Meski begitu, enam orang tewas termasuk 3 orang dewasa, 3 anak-anak.

Gunung Egon

Gunung Egon, atau sering disebut sebagai Gunung Namang terletak di bagian selatan pulau Flores, NTT. Ledakan yang paling kuat dari gunung setinggi 1.703 meter di atas permukaan laut ini tercatat terjadi pada tahun 1925.

Dalam Januasi 29, 2004, tanah longsor terjadi akibat erupsi membuat 6 ribu orang diungsikan dan harus meninggalkan desa. Gempa bumi dan asap yang keluar dari gunung berapi terus muncul sejak November 2012 sehingga Egon disebut sebagai salah satu dari 11 gunung api di Indonesia yang berada di tingkat siaga.

Gunung Sirung

lensaterkini.web.id - Gunung berapi merupakan gunung berapi aktif di Pulau Pantar Islands-Alor, NTT. Kawah dapat dicapai dengan mendaki cukup mudah dari desa Kakamauta. Di dalam kawah, ada sebuah danau belerang besar dan lubang uap beberapa yang masih aktif.

Ledakan besar terakhirnya terjadi pada tahun 1970. Kemudian, sejak tahun 2004, ledakan gas dan ledakan kecil terjadi secara teratur. Sebuah letusan kecil yang terjadi pada tanggal 12 Mei 2012 lalu membuat daerah sejauh 1,5 km dari kaldera segera dievakuasi untuk keselamatan warga.

Indonesia memiliki banyak baris dari gunung berapi karena lokasinya di jalur pertemuan yaitu dunia lembaran dari lempeng benua Asia di wilayah barat dan lempeng benua Australia di wilayah Timur. Karena itu kemudian muncul serangkaian gunung berapi di sepanjang wilayah Indonesia.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola