5 Propaganda Tersembunyi Dibalik Film Heroik Amerika

Ini adalah pengetahuan umum bahwa Amerika Serikat adalah negara yang paling cerdik tukang penyebaran propaganda. Untuk mencapai tujuannya AS diduga selalu menggunakan cara ini, dan mereka sering berhasil. Sudah banyak bukti untuk ini, salah satu contohnya adalah propaganda CIA di Iran beberapa dekade yang lalu. Bahkan diduga Indonesia juga korban propaganda AS, terutama dari awal Freeport melibatkan Soekarno, Soeharto dan CIA.

Dalam propaganda dipentaskan, AS tidak selalu membuat kekacauan atau gangguan. Di era seperti sekarang ini, mereka bermain lebih halus dan terselubung lagi. Misalnya melalui film bertema kepahlawanan. Percaya atau tidak, banyak dari rilis film ternyata menjadi semacam di Hollywood berhasil dimasukkan pesan khusus. Pada intinya, AS ingin memberikan semacam pemahaman tertentu yang penonton bioskop membentuk pola pikir, tetapi apa yang tidak begitu.

Ini hampir tidak semacam cocoklogi atau bahasa Jawa "digatuk-gatukkan". AS sengaja menyebarkan propaganda melalui film tertentu. Simak ulasannya di bawah ini di 5 propaganda terselubung dibalik film heroik amerika.

Pearl Harbor, Upaya Pencitraan Militer AS

lensaterkini.web.id - Rilis Film di tahun 2001 kurang lebih menceritakan tentang serangan terhadap Pearl Harbour yang dramatis. Namun, banyak cerita diduga berubah tujuan khusus tersebut. Menurut USA Today, Pentagon menawarkan banyak bantuan dalam film ini, tetapi sebaliknya, script dan script harus diubah.

Salah satunya adalah bukti bahwa mengubah karakter Jimmy Doolittle dalam naskah asli yang biasa, menjadi istimewa. Karakter ini sangat heroik sengaja dibikin sehingga bisa membuat rasa nasionalisme naik. Ketika ditanya, tujuan Pentagon menciptakan kesan yang baik sehingga lebih banyak orang Amerika bergabung dengan militer. Ya, film ini sedikit banyak memang berhasil membuat militer AS dibanjiri pelamar.

The Sum Of All Fears, Usaha AS Untuk Menaikkan Citra Diri Sendiri

Film yang dibintangi Ben Affleck bercerita tentang konspirasi pitting pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin membuat AS dan Rusia melawan. Film ini dikemas sangat apik mewah di masanya (2001). Sayangnya, ada propaganda terselubung di sini. Secara implisit, AS seolah-olah mengatakan "ini adalah kebesaran Amerika".

Film ini melibatkan anggota aktif militer dan alutsistanya, mulai dari dua F-16 jet, dua B-2 Bombers, untuk sebuah kapal induk. Bayangkan, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk menyewa itu semua. Tapi, ada indikasi bahwa jika menggeratiskannya pemerintah. Tujuan itu sendiri bahwa AS tampaknya sangat jumawa dibandingkan dengan negara-negara yang disebutkan dalam film. Lebih-lebih Rusia.

Iron Man, Tentang AS yang Pamer Kekuatan Udara dan Cerita Terselubung

lensaterkini.web.id - Iron Man, dirilis pada tahun 2008 diyakini juga telah 'makeover' untuk tujuan propaganda. Cerita pertama adalah tentang memulai versi modifikasi dari komik dengan tujuan. Dalam komik, kita diberitahu jika Stark diculik oleh sekelompok Komunis yang kemudian membawanya ke Vietnam. Dalam film tersebut, skenario ini berubah. teroris komunis diganti, dan Vietnam diganti Afghanistan, apa pun artinya.

Tak hanya itu, melalui film ini AS juga tampaknya ingin membual tentang kekuatan udara. Dalam salah satu adegan, Iron Man bergulat sangar dengan dua F-22 Raptor. Gila, pesawat ini hampir bisa mengimbangi teknologi Iron Man yang sudah jauh di depan. Seolah-olah itu memiliki kesan jika angkatan udara AS yang besar. Bahkan Iron Man begitu kuat dan menakutkan seakan ditaklukkan.

Argo, Upaya Membuat Iran Jadi Negara Buruk di Mata Dunia

Inti cerita dari film Argo adalah bagaimana seorang agen CIA untuk menyelamatkan kawanan warga AS untuk keluar dari Iran melalui skenario manipulasi. Sebenarnya, itu disorot dalam film ini bukan hanya tentang Ben Affleck (CIA) menyelamatkan para sandera, tetapi juga potret dari Iran digambarkan kanibal seperti haus darah.

Pengaturan film sendiri diambil pada saat revolusi Iran pada saat itu akan gejolak besar. Sebenarnya, bukan rahasia jika awal gejolak yang turbulensi adalah CIA melakukan propaganda di minyak negara itu. Hingga akhirnya membuat orang marah. CIA memainkan peran mereka sebagai superhero dalam film ini. Bahkan, mereka benar-benar menjadi sumber masalah. Tentang Irak sebagai haus darah, jelas AS melebih-lebihkan bahwa orang takut untuk negara mereka untuk Ahmadinejad itu.

The Interview, Potret Kebencian AS Kepada Korut

lensaterkini.web.id - AS dan Korea Utara seperti yang kita tahu adalah musuh bebuyutan. Kedua membenci satu sama lain untuk waktu yang lama. Di Korea Utara, Kim Jong Un menjejalkan propaganda buruk kepada rakyat Amerika, AS membalas menjelek-jelekkan Utara dunia melalui Wawancara.

Sebenarnya tidak perlu dijelaskan panjang lebar jika Anda pernah melihat film itu sendiri, karena itu sangat jelas isi menghina Utara. Film ini memang sengaja dibuat untuk dunia meremehkan Korea Utara dan membuat lelucon dari tingkat global. AS berhasil dilakukan. Utara itu sendiri bukannya diam dengan film ini. Mereka melakukan tindakan nyata dengan hacking Sony sebagai distributor film.

Inilah sebabnya mengapa kita harus penonton cerdas. Menonton film ini untuk bersenang-senang, tapi jangan lupa untuk selalu melihat dari sisi lain. Jangan sampai kita tidak menyadari skenario, naskah, cerita dan banyak lagi. Sehingga membentuk pola pikir tanpa kita sadari.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola