5 Produk Makanan Indonesia Yang Sangat Laris di Luar Negeri

Banyak produk asli Indonesia sehingga sangat baik di luar negeri. Salah satu ramuan ini atau obat herbal Indonesia. Produk herbal keluaran PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk diekspor ke berbagai negara Afrika, Asia ke Eropa.

Direktur Keuangan Sido Muncul Venancia Sri Indrijati mengatakan bahwa strategi perusahaan saat ini adalah untuk menembus lebih dalam ke pasar tradisional mereka. Perusahaan ini juga bekerja untuk mengekspor langsung memotong rantai distribusi. Karena, selama ekspor dilakukan melalui distributor di negara tujuan.

"Untuk produk kita perlu waktu untuk pendaftaran di negara ini. Selama ini produk yang diekspor masih impor oleh pedagang atau distributor di sana. Ke depan, kami akan mengarahkan ekspor dan mainstream," katanya.

Selain produk herbal, produk makanan Indonesia juga dicintai oleh masyarakat dunia. produk Indomie keluaran PT Indofood Sukses Makmur telah diekspor ke 80 negara di lima benua setiap tahunnya.

Beberapa negara sedang ditargetkan sebagai Indomie, antara lain, adalah Singapura, Malaysia, Brunei, Hong Kong, Taiwan. Indomie juga terbang jauh ribuan kilometer dari Eropa, Timur Tengah, Afrika, ke Amerika.

Selain output produk dari perusahaan besar, Indonesia juga kaya produk bisnis membuka cabang di luar negeri. Bahkan, banyak waralaba dari Indonesia yang sudah memiliki masyarakat dunia jantung. Menurut AFI (Asosiasi Franchise Indonesia), ada beberapa waralaba Indonesia telah memasuki dunia internasional. AFI menegaskan lima waralaba yang ada Indonesia yang benar-benar siap untuk bersaing dengan waralaba di dunia. waralaba ini didirikan oleh orang-orang dari Indonesia. Mari simak ulasan dari 5 produk negara indonesia yang mendunia.

Pecel lele Lela

lensaterkini.web.id - Pendirinya Rangga Umara, mantan manajer salah satu perusahaan. Dia tidak diberhentikan, namun mengundurkan diri karena keadaan perusahaan sudah tidak diperbolehkan.

Dengan modal Rp 3 juta dengan menjual barang-barang pribadi, Rangga sudah mulai bekerja dengan temannya yang ahli membuat racikan bumbu. Kemudian, Pecel Lele Lela membuka toko pertama di Pondok Bambu, Jakarta Timur pada tahun 2007.

Namun, upaya ini tidak berjalan mulus. Bahkan, Rangga di utang. Akhirnya, dengan investasi minimal, membuka toko baru di lebih strategis. Untuk dapat meraup keuntungan Rp 3 juta per bulan. Dari sana, dibuka cabang Lele Lela lainnya.

Saat ini, ada 42 warung cabang Lele Lela di seluruh Indonesia dan satu cabang di Malaysia. Dalam sebulan, omset bisa mencapai toko ini mencapai USD 4,8 miliar.

Bumbu Desa

Namanya Bumbu Desa. Tapi, itu dijamin kota. Pendirinya, Santoni dan keluarga yang mencintai masakan tradisional, terutama Sunda, warung makanan dibentuk pada tahun 2004.

Sekarang, sudah ada lebih dari 50 cabang Bumbu Desa di Indonesia dan luar negeri. Tidak hanya makanan, Santoni juga menjamin kualitas pelayanan karyawan. Bahkan, tidak ada pelatihan khusus bagi karyawan yang langsung dipandu oleh para ahli dari bidang jasa dan psikologi.

Es Teler 77

lensaterkini.web.id - Awalnya, Murniati sebagai pendiri hanya menjual Es Teler 77 adalah di kantin kecil di mal Duta Merlin Jakarta. Karena pajak yang tinggi, maka kantin kecil yang akan ditutup karena mereka tidak bisa membayar.

Sampai akhirnya, membuka kantin baru di kompleks perbelanjaan Gajah Mada Plaza. Dan ini adalah tempat Es Teler 77 menjadi sangat terkenal.

Sampai mendirikan sebuah perusahaan swasta milik keluarga, yaitu CV Ice Teler 77. Sekarang ada cabang Es Teler 77 di Penang, Malaysia, Singapura, India, dan Australia.

Ayam Bakar Mas Mono

Mas Mono hanya lulus SMA di Madison dan pindah ke Jakarta. Awalnya, ia begitu OB harus menjual pisang cokelat di sekitar SD.

Sampai akhirnya, Mas Mono istri dan memiliki ide untuk menjual ayam panggang. Sekarang ada 29 outlet yang dimiliki resto Mas Mono. Tidak hanya itu, Mas Mono juga menerima penghargaan dari Asia Pasifik Entrepreneur Award 2010.

J.Co

lensaterkini.web.id - Pendirinya adalah Johnny Andrean, seorang penata rambut yang telah memiliki 150 salon di seluruh Indonesia. Hobinya adalah seperti perjalanan membuat banyak ide-ide kreatif.

Setelah salon, Johnny akhirnya membuka gerai BreadTalk roti. Nah, sukses dengan BreadTalk, Johnny membuka J.Co Donuts & Coffee. J.Co adalah hasil penelitian ke berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan berbagai negara Eropa.

Terimakasih Telah Berkunjung, Have FUN
LensaTerkini
Back To Top
ADA Voucher Belanja Gratis Klik Gambar dibawah ini
Agen Bola